
''
''
Arumi sangat kesal dengan dua bodyguard yang Daniel utus sedari tadi mengawasi Arumi di larang begini di larang begitu bahkan bicara dengan Aldi pun di larang.
''Silah kan masuk nona.'' dara membuka pintu mobil mempersilahkan Nona muda nya menaiki mobil
''Tidak usah seperti itu kamu tidak lihat sedari tadi teman teman ku bilang aku apa. Aku punya sugar Daddy.'' ucap Arumi ketus
Memang iya sedari datang ke kampus pagi ini bisik bisik tak enak sudah Arumi dengar macam macam dan beragam ada yang bilang Arumi punya sugar Daddy ada juga yang bilang Arumi wanita panggilan. Dan lain sebagai nya mereka menganggap Arumi mendapat kan uang dengan cara instan apa lagi kalau bukan wanita nakal.
''Maunya apa sih pria kejam itu. Awas saja nanti kalau di rumah aku akan membuat perhitungan.'' Arumi sangat kesal tidak terima bodyguard yang Daniel utus sangat keterlaluan jika hanya mengawasi dari jauh masih di batas wajar. Arumi sama sekali tidak keberatan. itu semua atas perintah Daniel tentu nya.
Sesampai nya di rumah pak bin sudah menyambut nya dengan ramah membuka pintu mobil untuk Arumi.
''Pak bin tidak usah seperti ini aku bukan tuan mu yang kejam itu.'' ketus Arumi masih kesal
''Tuan ku yang kejam itu suami anda nona.'' jawab pak bin membuat Arumi semakin kesal
Arumi menjatuh kan tubuh nya di sofa ruang keluarga. Selama tinggal di rumah Daniel hanya beberapa kali Arumi duduk di ruang keluar ga itu begitu juga dengan Daniel yang hampir tak pernah terlihat duduk di ruang keluarga hanya Delia dan ibu nya.
''Rumah macam apa ini besar namun sikap pemilik nya sangat kejam dan dingin.'' gumam Arumi yang dapat di dengar oleh pak bin.
''Maka buat lah tuan bersikap hangat dan tidak kejam nona dengan begitu rumah ini akan sangat hidup.'' jawab pak bin tiba tiba yang datang sambil membawa minuman dingin untuk Arumi.
Arumi mengotak Atik ponsel nya ingin sekali menghubungi Daniel dan memakai nya namun Arumi tidak punya nomor Daniel
''Pak bin pinjam ponsel nya.'' Arumi mengulurkan tangan nya untuk menerima ponsel dari pak bin.
''Untuk apa nona.'' tanya pak bin penasaran
''Aku ingin menghubungi suami kejam ku. Sayang nya aku tidak punya nomor nya.'' jelas Arumi
Pak bin mengambil ponsel dari saku celana nya. Dengan cepat Arumi merebut nya.
''Nona apa yang anda lakukan.'' tanya pak bin kaget tiba tiba Arumi mengambil cepat ponsel pak bin.
''Apa nama nya pak bin.'' tanya Arumi tanpa menghiraukan ucapan pak bin
''Nona.''
''Tidak apa apa aku cari sendiri.'' Arumi membawa ponsel pak bin ke atas ke kamar nya.
__ADS_1
''Nona.'' panggil pak bin namun Arumi tidak menghiraukan nya.
''Tuan Daniel. Arumi mengetik nama Daniel di kolom pencarian nomor wasup pak bin.
''Tuan muda ku. Hah ini mah Kebagusan.'' dengan cepat Arumi merubah nama Daniel di ponsel pak bin.
''Tuan kejam ini baru cocok.'' Arumi tersenyum senang dapat merubah nama Daniel di ponsel pak bin.
''Tunggu tunggu ini pesan pria kejam itu. Pesan Apa yang dia kirim pada pak bin.'' Arumi membuka chat dari Daniel yang masuk ke ponsel pak bin.
''Pak apa kelinci manis ku sudah pulang.''
tulis Daniel
''Hah kelinci manis apa dia piara kelinci, tapi di mana perasaan selama aku tinggal di sini tidak ada binatang menggemas kan itu.'' Arumi tampak heran dan bingung
''Sekarang piara kelinci apa pria kejam itu mau buat kebun binatang. setelah sebelum nya piara burung jadi nya gajah tapi hanya ada belalai nya saja.'' Arumi terkikik geli
''Heh..! Pria kejam apa kamu piara kelinci di mana kelinci nya. Perasaan aku tidak pernah melihat binatang menggemas kan itu di rumah ini."
Tulis Arumi mengirim Pasan Wasup pada Daniel menggunakan ponsel pak bin.
Di kantor Daniel mengerut kan kening nya membaca pesan dari pak bin. Dengan cepat Daniel menghubungi telepon rumah mencari tau apa yang terjadi Daniel tau itu bukan pak bin.
''Maaf tuan ponsel saya di bawa nona muda, katanya ingin menghubungi tuan tapi tidak punya nomor nya tuan.'' jelas pak bin dalam sambungan
''Oh iya aku mengerti biarkan saja pak.'' ucap Daniel kemudian menutup panggilan telepon nya.
''Sudah ku duga. apa dia membaca pesan ku di ponsel pak bin.'' gumam Daniel tersenyum tipis menatap layar ponsel nya.
''Tidak baik membaca pesan orang apa kamu tidak tau itu.''
Daniel mengirim pesan Wasup di ponsel Arumi.
''Siapa ini.'' Arumi membaca pesan yang masuk di ponsel nya.
''Kamu siapa.''
Balas Arumi.
''Aku yang punya kelinci manis.''
Balas Daniel.
__ADS_1
''*Suami kejam ini kamu.''
''Ya*.!
Arumi menekan panggilan dan menghubungi Daniel
''Ada apa..! Apa kamu merindukan ku suami mu yang kejam ini.'' ucap Daniel menahan senyum.
''Aku tidak merindukan mu aku hanya ingin tanya apa kamu punya kelinci manis di mana kelincinya perasaan aku tidak pernah melihat nya.'' ucap Arumi sedikit ketus
''Memang lah kamu tidak akan pernah melihat nya karna kelinci itu sekarang berubah menjadi galak.'' Daniel berkata seraya menahan tawa membayangkan wajah kesal Arumi
''Oh ya seperti itu. Cepat lah pulang aku ingin membuat perhitungan dengan mu.'' ucap Arumi lagi baru ingat dengan masalah dua bodyguard yang Daniel utus untuk menjaga nya.
''Jadi benar kan kamu merindukan ku.'' ucap Daniel lagi
''Cih merindukan dari mana nya. Tidak alasan yang membuat ku merindukan suami kejam seperti mu asal kamu tau aku tidak menyukai dua bodyguard itu.''
''Memang nya kenapa dengan bodyguard itu. Apa dia membuat masalah yang membuat mu tidak menyukai nya.'' tanya Daniel penasaran.
''Iya bodyguard mu itu terlalu mengatur ku. ini itu di larang bahkan aku bicara dengan temanku saja dia melarang. dia bilang tuan Daniel tang terhormat tidak menyukai nya. Kamu memerintah kan nya seperti itu.'' ucap Arumi nada bicaranya tampak sangat kesal.
''Baik lah hanya itu.'' tanya Daniel tidak ada jawaban dari Arumi
''Sebentar lagi aku akan pulang kita bicarakan ini di rumah.'' tanpa menunggu jawaban Arumi Daniel menutup panggilan telepon nya.
''dasar pria kejam.'' kesal Arumi melempar ponsel nya di atas sofa.
Tok..tok..
Terdengar ketukan pintu dari luar. dengan malas Arumi membuka pintu kamar nya
"Ada apa pak. Tanya Arumi
"Anda belum makan siang nona. Tuan menyuruh Anda untuk makan siang dulu." ucap pak bin.
"Ya saya turun sekarang." Arumi kembali lagi ke sofa mengambil ponsel pak bin kemudian turun untuk makan siang.
"Pak bin ini ponsel nya." Arumi menyerah kan kembali ponsel pak bin
"Terimakasih pak bin ucap Arumi
"Bersambung
__ADS_1