Terjebak Pernikahan Pria Kejam

Terjebak Pernikahan Pria Kejam
belalai gajah,


__ADS_3

''


''


''


''Saat Arumi memasuki kamar, ekor matanya melihat Daniel duduk bersandar di sofa, dengan kaki menumpuk ber selonjor di atas meja, segera Arumi memasuki kamar mandi dan menyiap kan air mandi untuk Daniel,


''Setelah menyiap kan air mandi Daniel Arumi segera menghampiri pria kejam itu,


''Tuan segeralah mandi air nya sudah siap, seru Arumi, namun Daniel tak bergeming tangan nya bersendekap di dada matanya terpejam, tampak nafas nya yang halus dan teratur menandakan ia sedang terlelap,


''Tuan,, tuan,, tuaaan yang keja,,,!


''Et dah malah molor, dasar tuan kejam, Arumi duduk di sebrang sofa menunggu Daniel bangun seraya membuka tas ransel nya mengeluarkan leptop mengerjakan tugas kuliah nya sambil menunggu Daniel bangun dari tidur nya,,


''Tiga puluh menit telah berlalu, Daniel membuka matanya melihat Arumi duduk bersimpuh di lantai dengan kepalanya menyandar di atas meja rupanya Arumi juga tertidur,


''Gadis ini tidak membangun kan ku malah ikut tidur, Daniel menendang meja membuat Arumi terlonjak kaget,


''Tuan anda sudah bangun, gumam Arumi


''Dua kali kesalahan, bukan nya membangun kan ku malah ikut tidur, suara Daniel dingin dan datar,


''Maaf tuan, tadi saya sudah membangun kan, tapi anda tidur sangat lelap sepertinya anda sangat kecapean, ucap Arumi jujur adanya,


''Siap kan lagi air mandi ku, yang tadi pasti sudah dingin, titah Daniel,


''Baik tuan, Arumi bergegas menuju kamar mandi mengganti air yang sudah dingin, dengan yang baru, Daniel mengikuti langkah kaki Arumi memasuki kamar mandi dengan santai nya melepaskan semua pakaian nya tanpa rasa malu,


''Merasa ada sesuatu yang berjatuhan di lantai Arumi menoleh kebelakang,


''Tuan apa yang anda lakukan kenapa tidak menunggu ku di luar, Arumi panik menutup matanya menggunakan kedua tangan nya,


''Daniel hanya cuek tidak memperdulikan teriakan Arumi, perlahan masuk kedalam bak mandi dengan santai nya,


''Dasar meski masih menggunakan boxer nya tapi kan sama saja, pria ini selain kejam juga tidak tau malu, batin Arumi menggerutu,


''Pijit bahu dan kepalaku, titah Daniel tanpa memperdulikan Arumi yang merasa malu dengan tingkah Daniel,


''Saya tuan,,,


''Memang nya ada orang lain di sini, ini hukuman, pertamamu karna kamu tadi menyambut ku tidak mandi dulu, lain kali pulanglah lebih cepat, sebelum aku pulang, mandi dan bersih kan dirimu, paling tidak kamu sudah wangi dan harus wangi dan juga rapi saat aku pulang dari kantor, trocos daniel,

__ADS_1


''Apa ini hukuman, karna aku menyambut kepulangan nya dari kantor belum mandi, dasar pria kejam, situ yang pulang kesiangan jadi aku tidak sempat mandi, Arumi geram menahan kesal, tanpa di sadari tangan nya mencengkram kuat bahu Daniel,


''Pelan pelan kamu mau membunuh ku, atau mau menambah hukuman,,,


''Maaf tuan, saya pikir pijatan ku tidak terasa karna itu aku mengerahkan tenagaku bahu tuan kan besar, ralat Rumi,


''Keluarlah atau kamu ingin melihat ku mandi tanpa baju,


''Tidak,, jawab Rumi cepat,


''Paman Gerald kenapa punya punya putri bodoh sih, tapi lama lama mengemas kan juga,


''Tak berapa lama Daniel keluar dari kamar mandi mengenakan handuk yang melilit pinggang nya,


''Di mana bajuku, teriak Daniel dari dalam ruang ganti baju,,


''Ya tuhan kenapa aku lupa, Arumi merutuki kebodohan nya lupa menyiap kan ganti baju Daniel, karna bagi Daniel setiap kesalahan kecil adalah hukuman bagi Arumi,


''Sebentar tuan, mata Arumi hampir keluar melihat baju kembali bercecer di lantai, seperti waktu itu,


''Carikan baju untuk ku lalu bersih kan ini,


''Iya,,


"Apa yang kamu lakukan, teriak Daniel, suaranya menggema memenuhi ruang ganti baju, sedang Arumi masih mengusap kening nya yang lumayan sakit,


"masih belum sadar,,


"tunggu ini handuk sedikit basah, seperti habis di pakai, pria kejam itu kan belum pakai baju, Arumi memandangi handuk di tangan nya, perlahan mendongak kan kepalanya, tepat di atas wajah nya,


"Aaaa,,,,! apa itu, Arumi menutup matanya menggunakan handuk itu,


"Dasar gadis bodoh, kamu ingin sekali melihat nya iya, kenapa melepas handuk ku, teriak Daniel lagi


"Maaf tuan saya tidak sengaja, cicit Arumi,


"Tambah lagi hukuman mu, suara Daniel kembali menggema,


"Maaf tuan ini baju nya, Arumi memberikan baju yang ada di lantai tanpa melihat ke arah Daniel, lalu meninggal kan ruang ganti baju, mengatur nafasnya yang naik turun,


"Itu tadi apa ya, bukan nya lelaki biasanya piara burung, masak iya burung bergelantungan, itu mah lebih cocok belalai gajah, ah,,,! mata suciku ternodai, bodoh nya aku, Arumi merutuki kebodohan nya,


"Gadis itu ceroboh sekali, Daniel juga kesal dengan tingkah Arumi, perlahan keluar dari ruang ganti baju, tampak Arumi membuka pintu kamar sedang bicara dengan pak bin,

__ADS_1


"Tu tuan pak bin bilang makan malam sudah siap, ucap Arumi suaranya terdengar terbata,


''Tanpa menjawab Daniel keluar dari kamar nya melewati Arumi yang berdiri di ambang pintu, Arumi menghela nafas nya kasar,


''Kenapa setiap ada masalah hanya aku yang salah, jika dia tidak menjatuhkan semua baju ke lantai, kaki ku tidak akan terbelit , dan aku tidak akan jatuh, gerutu Arumi kesal bercampur malu mengingat kejadian tadi di ruang ganti baju,


''Pak bin kenapa hari ini tidak ada sambal, tanya Arumi melihat menu di atas meja,


''Maaf nona, anda baru saja sakit perut, jadi saya melarang koki membuat sambal, jelas pak bin


''Makan lah yang ada, dan makan yang banyak, Daniel mengambil piring kosong tidak seperti biasa nya kali ini Daniel mengambil sendiri makanan nya,


''Tumben banyak makan nya, gumam Arumi dalam hati melihat Daniel mengambil semua menu yang ada di atas meja,


''Ini makan lah, Daniel menyodorkan piring dengan isi yang penuh di hadapan Arumi,


''I ini untuk siapa, tanya Arumi terbata,


''Untuk mu, jawab santai Daniel,


''Tapi ini kebanyakan, aku tidak mungkin bisa menghabis kan nya, tadi Arumi berfikir Daniel yang akan makan banyak ternyata bukan,


''Makan yang banyak habis kan, kamu butuh tenaga untuk nanti malam,


''Nanti malam, beo Arumi tidak mengerti,


''Tidak usah banyak bertanya habis kan saja, titah Daniel datar,


''Arumi menghela nafas nya kasar, tidak berani membantah di depan ibu Diana dan adik ipar nya, hanya bisa mengumpat dalam hati, terpaksa memakan makanan porsi kuli nya,


''Ini perempuan dasar tukang makan, batin Diana,


sedang Delia tampak antara senang dan kasian melihat Arumi kesusahan menelan makanan nya,


''Delia dan diana ibu dan anak itu sudah selesai dan meninggal kan meja makan,


''Sudah tuan, saya sudah tidak sanggup, Arumi meletak kan sendok dan garpu nya,


''Nona air minum nya, pak bin menyodorkan segelas air putih,


''Terimakasih pak ucap Arumi,


''Bersambung,

__ADS_1


__ADS_2