Terjebak Pernikahan Pria Kejam

Terjebak Pernikahan Pria Kejam
Gosip


__ADS_3

''


''


''


''


''Al apa kita perlu membuat restoran untuk gadis itu, tanya Daniel sepulang dari makan siang nya,


''Kita perlu bertanya nona terlebih dulu tuan, jika kita membuat tanpa sepengetahuan nona, takut nya nona tidak suka,


''Bagai mana dengan pencarian adik gadis itu, lanjut Daniel mengalihkan pembicaraan,


''Masih dalam penyelidikan tuan, seperti nya ada orang yang membantu bik Lasmi dan adik nona muda, jelas Alan seadanya,


''Bagaimana dengan anak buah kakek apa mereka sudah menemukan nya, tanya Daniel lagi,


''Belum tuan mereka juga sama dengan orang orang saya, om Johan merasa ada orang kepercayaan dari mendiang tuan Gerald yang menolong bik Lasmi dan adik nona, apa anda mengingat sesuatu tuan, tanya Allan,


''Seingat ku hanya om darius orang kanan paman Gerald selain itu tidak ada lagi, jelas Daniel,


''Om Johan juga merasa begitu, om Darius, lanjut Alan,


''di mana mereka sekarang, tanya Daniel lagi,


''Belum bisa di pastikan, ini hanya perkiraan, mereka ada di Surabaya, kita juga masih tidak tau apa benar om Darius menolong bik Lasmi, jelas Alan lagi,


''Percepat pencarian Al, aku hanya tidak ingin adik gadis itu menderita lebih lama, lanjut Daniel lagi,


''Siap tuan,


......................


''Di restoran Rissa memanggil Arumi di ruangan nya, menanyakan prihal tadi sebenar nya ada hubungan apa antara Arumi dan CEO Athena group itu, mengapa mereka meminta Arumi menemani nya makan siang, dan ancaman sekertaris nya tadi pada Rissa,

__ADS_1


''Bisa jelas kan pada ku rum, sampai segitu nya sekertaris tuan Daniel mengancam ku, yang ingin mem black list semua staf di sini, jika kamu tidak menuruti ke inginkan nya, tanya Rissa penasaran,


''Maaf mbak jika Arumi membuat mbak Rissa tidak nyaman, semua di luar dugaan saya, jawab Arumi sambil menunduk,


''Aku tidak menyalah kan mu Rumi, yang aku tanya ada hubungan apa antara kalian, kamu dan tuan Daniel pasti sudah saling mengenal melihat kamu berani sekali dengan tuan Daniel, sepertinya hubungan kalian tak sesederhana yang terlihat,


''Arumi semakin menunduk kan kepalanya tidak tau harus menjawab apa, tidak mungkin mengatakan yang sebenar nya pada atasan nya itu meski Rissa kakak dari sahabat nya,


''Arumi, panggil Rissa pelan,


''Maaf mbak Rumi tidak bisa mengatakan nya, jawab Rumi pelan,


''Jika kamu tidak ingin mengatakan nya, lain kali jika tuan Daniel datang kamu harus nurut dan patuh padanya, ingat lah nasib teman teman mu di sini, ancaman tuan Daniel tidak pernah main main, Rissa mengingat betul bagaimana sekertaris Daniel mengancam nya,


''iya mbak Rumi mengerti, jawab Arumi pelan,


''Arumi keluar dari ruangan Rissa, di luar teman teman nya sudah menunggu memberondong Arumi dengan berbagai pertanyaan mereka lontar kan, Arumi hanya diam tidak tau harus menjawab apa, tidak menyangka semu akan menjadi rasa penasaran teman teman nya,


''Maaf aku tidak bisa menjawab, pertanyaan kalian semua, aku juga tidak tau kenapa tuan Daniel memintaku menemaninya makan siang tadi, jelas Arumi,


''Rin kamu datang sapa Rissa yang baru keluar dari ruangan nya,


''Mbak Rissa tau apa yang mereka bicarakan, tunjuk Morin pada orang orang yang sedang bergosip di belakang Arumi,


''Mbak tidak tau pasti apa masalah nya Rumi tidak mau bercerita, jelas Rissa, Morin mendengus kesal,


''Yang benar tuan Daniel itu suami Arumi, Morin menceritakan semua nya pada sang kakak, dan meminta sang kakak berjanji untuk tidak menceritakan semua nya pada orang lain,


''Mbak Rissa janji, tidak akan menceritakan hal ini pada orang lain, dengan seperti ini mbak tau harus bersikap bagai mana pada Arumi, jelas Rissa,


''Bersikap seperti biasa nya saja mbak, tidak usah me lebih lebih kan, hanya karna Arumi istri orang terkaya di kota ini, Arumi tidak akan menyukai hal itu, terang Morin,


''Iya mbak mengerti, Rissa mengagumi pelan, lalu keluar dari ruang kerja nya menghampiri mereka yang masih bergosip,


''Kalian bisa kan bekerja dengan baik, tidak perlu bergosip yang belum tentu kebenaran nya, itu masalah pribadi Arumi kita tidak bisa ikut campur dan menghakimi nya, tegas Rissa

__ADS_1


''Pecat saja mbak orang yang suka menjelek kan keburukan orang lain yang mereka gosip kan belum tentu benar, sela Morin menimpali,


''Maaf kan kami, ucap salah satu pegawai Rissa,


''Bekerjalah dengan benar jangan menggosip kan orang lain, karna ini restoran bukan tempat bergosip, tegas Rissa lagi,


''Mereka diam setelah Rissa angkat bicara, tetap saja yang tidak suka masih berbisik satu sama lain, akan tetapi Arumi tidak memperdulikan nya,


''Arumi berjalan menyusuri trotoar sesekali kakinya menendang batu kecil yang menghalangi langkah kakinya, jika boleh memilih tidak ingin ini semua terjadi, teringat kembali tentang sang adik, kakek bilang adik nya sedang berada di tempat yang aman namun kakek belum bisa memastikan, tapi kakek sangat yakin rose baik baik saja,


''Rumi naik lah cepat, Arumi menoleh ke sumber suara, melihat sahabat nya Morin,


''Tumben kamu bawa mobil biasanya numpang mobil Aldi, Morin hanya tersenyum,


''Cepat naik lah, Arumi membuka pintu mobil Morin perlahan naik dan duduk,


''Sudah jangan sedih jangan di pikirkan omongan mereka, hibur Morin di sela mengemudi,


''Aku tidak memikirkan omongan mereka, dan aku juga tidak perduli, jawab Arumi,


''Lalu apa yang sedang kamu pikir kan, wajah sedih mu tidak bisa berbohong, Morin melirik Arumi sekilas,


''Aku sedang memikirkan Rose, kakek bilang ada orang kepercayaan mendiang ayah ku yang melindunginya, tapi siapa aku tidak bisa mengingat nya, satu persatu orang orang kepercayaan ayah ku, jelas Arumi,


''Kita berdoa saja, semoga benar ada orang baik yang sedang melindungi rose, ucap Morin selalu mendukung dan memberi kekuatan untuk sahabat nya itu Morin tau Arumi butuh teman untuk curhat sekedar mengeluarkan isi hatinya, tak terasa mobil yang Morin kendarai sudah sampai di depan rumah mewah Daniel,


''Turun gih, cepat bersiap sebelum tuan raja datang, nanti aku juga yang kena di sangkanya aku ingin menculik istrinya, canda Morin membuat Arumi tersenyum tipis,


''besok pagi jangan lupa, ucap Arumi sebelum turun dari mobil Morin,


''Siap sang ratu, hamba siap menjemput sang ratu besok pagi, canda Morin lagi,


''aku turun dulu terimakasih sudah mengantar ku pulang ucap Arumi,


''bersambung

__ADS_1


__ADS_2