Terjebak Pernikahan Pria Kejam

Terjebak Pernikahan Pria Kejam
hancur


__ADS_3

''


''


''


''matahari siang itu cukup terik menyengat di atas kepala, Arumi baru saja turun dari angkutan umum, seperti biasa sepulang kuliah, Arumi pergi ke restoran untuk bekerja, mengumpulkan rupiah untuk kehidupan nya, selama menikah dengan Daniel belum pernah sekalipun Arumi menerima uang belanja, hanya memenuhi kebutuhan Arumi saat di rumah saja,


Sedang Daniel siang ini baru saja selesai dengan meeting nya,


''Tuan Allan, ada pak Bowo di ruang tunggu, beliau sudah datang tiga puluh menit yang lalu, ucap Mila memberi tau,


''Allan membuka pintu ruangan Daniel yang lebar h dulu sampai,


''Tuan perwakilan dari PT terang jaya, sudah sampai, Allan berdiri dengan hormat di hadapan Daniel,


''Kamu urus saja bawa keruangan mu, aku masih banyak pekerjaan disini, Daniel berkata tanpa melihat ke arah Allan,


''Baik tuan, perlahan Allan meninggal kan Daniel keluar dari ruangan nya, menghampiri klien yang sudah lama menunggu,


''Siang pak, sapa Allan dingin dan datar,


''Siang juga tuan Allan, dengan ragu mengulurkan tangan,


''Sebaik nya kita bicara di ruangan saya saja, Allan kembali bicara masih sama dengan nada datar nya,


''Iya tuan, jawab pak Bowo mengikuti langkah kaki Allan menuju ruangan nya,


''Ceo dan sekertaris sama dingin nya, semoga saja proposal ini dapat di terima, batin pak Bowo,


''Sesampainya di ruangan Allan, pak bowo segera menyerah kan proposal nya, pengajuan lighting untuk hotel yang sedang di bangun perusahaan Daniel, Alan sedang mempelajari proposal pak Bowo,


''Saya tidak bisa memutus kan sekarang, pengajuan proposal bapak, tunggulah perusahaan akan menghubungi perusahaan bapak, Allan masih punya beberapa proposal dari beberapa perusahaan, dan belum semua di pelajari,


''Baik lah tuan saya akan menunggu, kalau begitu saya pamit undur diri pamit pak Bowo dengan sopan,


''Silahkan, jawab Allan singkat dan datar,


''Ponsel Allan bergetar di dalam saku jas nya tertera nama SMA harapan bangsa,


''Cih pasti gadis manja itu berulah lagi, menyusahkan saja,


''Halo,,! suara Allan terdengar dingin di sebrang telfon, membuat Delia merinding takut untuk bicara selanjut nya,

__ADS_1


"Sekertaris Al, em kak Al, Delia tampak ragu untuk bicara,


"Ada apa cepat katakan, suara keras Allan memekak kan telinga Delia, menjauhkan gagang telepon dari telinganya,


"Apa kamu menyuruh ku, datang ke sekolah dan menyelesaikan masalah yang kamu buat, Delia menelan ludah mendengar ucapan sekertaris kakak nya,


"I i iya,,! suara Delia terbata,


"Sudah ku duga menyusah kan saja, Allan memutus sambungan telepon nya, bergegas keluar dari ruangan nya, menuju parkiran melajukan mobil nya keluar kantor,


"Sedang Delia meletak kan kembali gagang telepon sedikit bergetar,


"ini baru sekertaris sang kakak belum kakak nya yang datang, membuat Delia panas dingin memikir kan nya,


"Delia masih berdiri menunggu dengan cemas kedatangan sekertaris kakak nya, tak berapa lama masuk sosok pria berjas hitam dengan wajah nya yang dingin dan datar,


"Masalah apa lagi yang kamu buat, Allan menatap tajam Delia, tak jauh dari Delia berdiri seorang gadis yang berpakaian sama dengan Delia,


"Dia dulu yang mulai, tunjuk Delia pada gadis yang berdiri tak jauh dari nya,


"Kamu yang memukul anak ku duluan kamu juga yang nyolot, seru ibu gadis itu. Allan menoleh ke sumber suara,


"Nyonya Paula, batin Allan ya gadis yang bertengkar dengan Delia adalah paulin, putri dari Paula dan Geri,


"Boleh saya tau kronologisnya sampai nona kami memukul putri ibu ini, tanya Allan pada guru BP Delia,


"Bicaralah Delia, Sura guru BP itu menyadarkan Delia dari lamunan nya,


"Kami sedang berada di kantin, dan memesan makanan yang sama, akan tetapi makanan itu hanya tinggal seporsi dan itu untuk ku karna aku yang pesan duluan, akan tetapi paulin tidak terima dia merebut makanan itu dengan paksa, dia bilang jika paulin tidak dapat maka aku juga, aku merasa pesan duluan dan sudah membayar aku merebut nya kembali, tapi dengan cepat paulin menumpahkan makanan itu ke bajuku, Delia menunjuk kan bajunya yang kotor,


"Lalu kamu memukul putriku, sela Paula,


"Yang salah memang pantas di hukum, jika memang bukan milik nya jangan merebut nya, kecuali memang orang tuanya mengajarinya seperti itu, ucap Allan dingin menatap Paula


"Apa maksud anda, kami mengajari nya, tanya Paula tak terima,


"Bukan kah kenyataan nya memang seperti itu, seorang anak adalah cerminan orang tuanya, dia akan melakukan apa yang orang tua nya ajarkan, termasuk merebut milik orang lain,


"Aku tidak pernah mengajar kan itu pada putriku, kekeh Paula tidak terima,


"Tapi anda dan suami anda melakukan nya pada ayah nona Arumi, Allan berkata sedikit berbisik,


"bola mata Paula melotot, seakan mau keluar dari tempat nya,

__ADS_1


"Akan saya tanggung semua pengobatan luka yang ada di tubuh putri anda, tulis sendiri nominal nya, Allan melempar kertas di hadapan Paula, dan berbalik menatap Delia dan paulin,


"minta maaf sekarang, titah Allan pada Delia,


"Kak lia tidak bersalah, lirih Delia,


"Minta maaf, ucapan Allan tidak bisa di bantah, paulin yang mendengar itu tersenyum penuh kemenangan,


"Maaf kan aku lirih Delia mengulurkan tangan nya, dengan angkuh paulin memukul uluran tangan Delia,


"Kamu berlutut, dan berjanjilah untuk tidak melakukan hal yang sama, merampas hak milik orang lain apapun itu, titah Daniel dingin,


"Tunggu bukan kah seharusnya guru yang patut menghukum putriku, bukan anda, sela Paula tidak terima putrinya di suruh berlutut,


"Maaf Bu tuan Allan benar yang salah harus di hukum, untuk memberikan efek jera, lanjut guru BP,


"Tapi tidak untuk berlutut kan, Paula masih kekeh tidak terima,


"Kalau begitu berjanjilah untuk tidak mengulang kembali, setelah itu bersih kan kamar mandi sampai bersih, pilihan ada di tangan mu hukuman apa yang ingin kamu jalani, Paula tampak berfikir,


"Berlutut habislah harga dirinya, membersihkan kamar mandi, apa kata teman teman nya nanti ini pasti memalukan, batin paulin,


"Perlahan memilih berlutut dan mengucapkan janjinya untuk tidak mengulang perbuatan nya,


"Allan keluar dari ruang guru BP di ikuti Paula yang mengejar langkah lebar Allan,


"Tunggu apa maksud anda tadi, saya melakukan apa pada ayah Arumi, Paula meminta penjelasan,


"Kenapa tanya saya, yang lebih tau jelas nya anda sendiri dan suami anda, bukan kah anda dan suami anda sudah merebut paksa perusahaan mendiang tuan Gerald Orlando, mendengar ucapan Allan Paula sedikit kaget,


"Jaga bicara anda, kakak dari suamiku menyerahkan perusahaan nya dengan suka rela sebelum meninggal, ucap Paula,


"Kenapa tuan Gerald harus melakukan itu, sedang beliau masih punya ahli waris yang sah, ya itu nona Arumi dan adik nya, ucapan Allan penuh penekanan,


"Arumi adalah keponakan ku kedua orang tuanya menitipkan nya padaku, terang Paula,


"Tapi anda tidak memberinya kehidupan yang layak, membiarkan nona Arumi bekerja sambil menjaga adik nya, sama sekali tidak membiarkan nona Arumi dan adik nya menikmati jerih payah ayah nya, anda nikmati sendiri dengan suami dan kedua putri anda, paula menatap tajam Allan,


"Ingat akan aku buka kembali kasus kecelakaan tuan Gerald dan istrinya, dan mengusut nya dengan tuntas, terdengar ancaman dari ucapan Alan membuat Paula diam mematung,


"Allan meninggalkan Paula yang masih syok, dengan ucapan nya yang akan membuka kembali kasus kecelakaan mendiang ayah Arumi, jika hal itu benar terjadi dan semua terbukti kehidupan Paula dan keluarganya akan hancur,


"Bersambung

__ADS_1


__ADS_2