
''
''
''
''Setelah mengurus masalah Delia Allan kembali lagi ke kantor, melihat jam di pergelangan tangan nya, makan siang sudah terlewat, mengingat tuan mudanya pasti belum makan siang,
''Tuan,,! Alan melihat Daniel masih sibuk dengan tumpukan berkas di hadapan nya,
''Dari mana saja kamu Al, kenapa tidak memberi tau ku,
''Maaf tuan saya dari sekolah nona Delia, jelas Alan Daniel tersenyum tipis,
''Ulah apa lagi yang di buat adik mu itu, tanya Daniel selalu mengatakan Delia adik nya Allan,
''Adik tuan bertengkar dengan teman nya lagi, jelas Alan, Daniel tidak menanggapi serius malah terkesan cuek,
''Aku lapar kita ke restoran kemarin saja,
''Restoran kemarin, tanya Alan tidak mengerti restoran yang mana, sebab bukan satu restoran yang ia datangi kemarin,
''Restoran kita meeting dengan tuan Malik, jawab Daniel, Alan tersenyum tipis, restoran tempat nona muda bekerja, Alan tau sepulang dari restoran itu Daniel tidak fokus bahkan saat meeting,,
''Jangan berfikir macam macam, makanan di sana lumayan enak, kilah Daniel tidak mau Allan berfikir macam macam, namun Allan sudah bisa menebak pikiran Daniel,
''Katakan anda ingin bertemu nona tuan, batin Alan tersenyum senang,
''Dengan segera Alan dan Daniel pergi ke restoran untuk makan siang yang sudah sangat terlambat, Alan melajukan mobil nya memecah kembali jalanan kota siang itu, tak terasa sudah berada di parkiran restoran tempat Arumi bekerja,
''Alan segera turun dan berputar membuka pintu mobil untuk Daniel,
''Perlahan kedua nya memasuki restoran, ke datangan mereka tak luput dari tatapan kaum hawa yang menatap nya dengan lapar, heboh sudah pasti, Arumi mengikuti arah pandang semua orang, kaget sekaligus kesal, pria terkejam di dunia datang ke restoran,
''Cih tebar pesona dia, Arumi tidak memperdulikan kehadiran Daniel dan sekertaris nya, dia tetap sibuk dengan pekerjaan nya,,
''Daniel memasuki ruang vip yang kemarin dipakai untuk meeting,
''Mbak Tia tolong, ambil pesanan di ruang VIP itu pelanggan yang baru masuk, aku mau nganterin ini, sengaja Arumi menyuruh Tia untuk menghindar dari Daniel dan sekertaris nya,
''Rumi aku juga sedang sibuk kamu saja ya, tolak Tia sembari menunjuk kan nampan berisi pesanan pelanggan di tangan nya,
''Sekarang sudah tidak sibuk kan, yang ini biar aku saja, dengan cepat Arumi mengambil alih nampan dari tangan Tia, sedang Tia menghela nafas nya pelan,
''Dari ruang vip Daniel melihat setiap gerak gerik Arumi, berjalan dengan cepat dari satu meja ke meja yang lain, belum lagi membawa pesanan dari dapur, atau mengambil minuman dari barista, sesekali berhenti sejenak menepi mengusap peluh yang membasahi wajah nya,
''Tidak bisa di bohongi sebagai orang yang sangat pernah di sayangi mendiang ayah Arumi, tuan Gerald Orlando, hati Daniel terasa sesak melihat putri mendiang paman Gerald harus bekerja banting tulang mencari nafkah untuk dirinya sendiri, kilas balik terbesit rasa menyesal di hati Daniel, karna selalu memberi hukuman pada Arumi setiap melakukan kesalahan, lebih tepat nya iseng dan jahil,
''Ternyata istrinya bukan orang yang seperti ia pikirkan selama ini, menerima pernikahan karna uang, nyatanya Arumi masih bekerja mencari uang,
''Al apakah seorang suami harus memberi uang pada istrinya, tanya Daniel dengan bodoh nya,
''Itu sudah menjadi kewajiban seorang suami terhadap istrinya, menjaga melindungi menafkahi bukan hanya sekedar memberi uang belanja, menafkahi ada dua arti, jelas Alan sok bijak sok tau padahal dia sendiri belum pernah menikah,
''Dua arti maksud nya, bukankah biaya operasional kebutuhan rumah dan belanja sudah di atur oleh pak bin,
__ADS_1
''Seperti saya bilang tadi memberi nafkah ada dua arti tuan, nafkah lahir dan nafkah batin, nafkah lahir seperti memenuhi segala kebutuhan istri, seperti tempat tinggal makan dan minum nya, segala keperluan istri yang membutuh kan uang, dan nafkah lahir seperti kebahagiaan batin nya, seorang suami jangan sampai melukai batin istri harus memberikan cinta nya dengan tulus, dan ada lagi nafkah batin, Alan terdiam bingung harus berkata apa lagi untuk menjelaskan nafkah batin selanjut nya,
''Apa lagi,,,! tanya Daniel penasaran,
''Selamat siang tuan, pelayan datang menyelamat kan Alan dari pertanyaan Daniel,,
''Silahkan tuan mau pesan apa, Tia menyodorkan buku menu, di hadapan Alan dan Daniel,
''Saya mau gadis itu yang mengambil pesanan ku, tunjuk Daniel pada Arumi, yang juga kebetulan melihat dirinya,
''Maksud nya tuan, tanya Tia tidak mengerti,
''Boleh nona Arumi saja yang mengambil pesanan kami, sela Alan menjawab kebingungan Tia,
''Arumi, tunjuk Tia, Alan mengangguk pelan,,
''Sebentar saya panggil kan, Tia keluar dari ruang VIP,
Tia perlahan berjalan menghampiri Arumi yang juga sedang sibuk melayani pelanggan,
''Arum'' apa ku bilang, orang yang ada di dalam ruang VIP memintamu untuk mengambil pesanan nya, terang Tia,
''Tapi aku sibuk mbak, tolak Arumi, Tia mengambil paksa nampan di tangan Arumi,
''Sekarang tidak sibuk kan, Tia mendorong Arumi dengan bahu nya,
''Dengan malas Arumi berjalan menuju ruang VIP,
''mati aku kenapa pria kejam itu makan di sini sih, gerutu Arumi kesal,
''Apa seperti ini caramu melayani pelanggan VIP, aku bisa melihat senyum manis mu untuk pelanggan di sana, kenapa dengan ku tidak, sinis Daniel, melempar buku menu di hadapan Arumi,
''Apa sih maunya pria kejam ini, batin Arumi kesal, menghela nafas nya pelan,
''Selamat siang tuan, bisa saya ambil pesanan tuan sekarang, ucap Arumi tak lupa senyum manis dibuat seramah mungkin,
''Berikan menu yang paling enak yang ada di restoran ini, ucap Daniel datar,
''Semua menu di sini enak tuan, jawab Arumi seadanya,
''Kalau begitu berikan semua menu yang ada di restoran ini, ucap Daniel cuek,
''Hah tidak salah, semua menu lebih dari limah puluh menu, ini gila, batin Arumi tidak percaya,
''Begini saja tuan saya rekomendasikan menu best seller yang ada di restoran ini saja, jika semua menu anda pesan kasian koki restoran tuan, harus masak sebanyak itu belum lagi pelanggan yang lain harus menunggu lama, jawab bijak Arumi mencoba memberi usul,
''Terserah, jawab Daniel singkat,
''Dan jangan lupa berikan untuk tiga porsi, di setiap menu, lanjut Daniel,
''Baik lah tunggu sebentar tuan, Arumi keluar dari ruang VIP setelah mengambil pesanan Daniel,
''Dasar pria gila mau mengambil semua menu, lagian siapa yang akan memakan semua nya, gerutu Arumi kesal,
''Tak lama kemudian Arumi kembali lagi dengan membawa tiga gelas jus jeruk Sunkist, sesuai pesanan Daniel tiga porsi,
__ADS_1
''Mereka hanya berdua kenapa pesan nya banyak sekali sih, oh mungkin ada orang yang belum datang, batin Arumi,
''Selanjut nya Arumi membawa makanan yang sudah siap di masak dan menghidangkan nya, sesuai pesanan Daniel semua tiga porsi,
''Silah menikmati makan siang anda tuan, ucap Arumi hendak meninggal kan ruang VIP,
''Tunggu, suara Daniel menghentikan langkah kaki Arumi,
''Ada apa lagi tuan, tanya Arumi ramah,,
''Duduk, titah Daniel,
''Maaf tuan saya berdiri saja, masih banyak pekerjaan yang harus saya lakukan, tolak Arumi,
''Duduk saja nona suami anda meminta anda menemani nya makan siang, sela Alan menimpali,
''Maaf saya tidak bisa, saya di sini bekerja dan pekerjaan saya masih banyak, tolak Arumi,
''Apa kamu ingin di pecat dari sini, suara Daniel datar penuh ancaman,
''Siapa anda, yang ingin memecat saya anda bukan pemilik restoran ini, jawab Arumi tegas tanpa rasa takut,
''Nona mohon patuh lah, duduk dan makan, Allan menarik kursi di samping Daniel untuk Arumi duduk,
''Saya mohon nona, jangan sampai ini berakhir hukuman untuk anda, lanjut Allan,
''Maaf sekertaris Al saya sudah biasa di hukum, saya sama sekali tidak takut, ucap Arumi,
''Al,,,! seru Danil
"Alan keluar dari ruang VIP, memanggil pemilik restoran, tak lama kemudian Rissa datang bersama Allan,
"Anda mau apa, Arumi maju satu langkah, menatap tajam Daniel
"Rumi ada apa tanya Rissa tidak mengerti, sampai Allan memberinya ancaman,
''Tian ada yang bisa saya bantu, tanya Rissa pelan,
''Jika aku ingin mengajak pelayan ini duduk dan makan bersamaku apa anda keberatan, tanya Daniel matanya tajam menatap Arumi,
''Sama sekali tidak tuan, jawab Rissa
''Tapi pelayan ini menolak nya dengan alasan banyak pekerjaan, ucap Daniel lagi,
''Rumi patuh lah, ucap Rissa sambil berbisik mengatakan sesuatu, mendengar bisikan Rissa Arumi segera duduk dengan patuh, akan tetapi bisikan Risa membuat kadar kebencian Arumi terhadap Daniel semakin bertambah,
''Tuan ada lagi yang bisa saya bantu, tanya Rissa lagi,
''Tidak ada kamu boleh keluar sekarang, titah Daniel,
''Baik lah tuan, saya undur diri dulu, pamit Rissa pelan,
''Terimakasih nona ucap Allan,
''Bersambung
__ADS_1