Terjebak Pernikahan Pria Kejam

Terjebak Pernikahan Pria Kejam
cinta memang bikin pusing


__ADS_3

''


''


Pagi yang mengesalkan bagi Arumi. harus menyentuh belalai gajah yang menurut Arumi sangat menjijikan. Berkali kali Arumi mencuci tangan nya menggosok sekuat tenaga dengan sikat cuci pakaian sampai tangan Arumi tampak sangat merah


''Kenapa rasa nya tidak bisa hilang ya tuhaaan.'' Arumi sangat kesal rasanya seakan menempel di tangan Arumi.


''Cepat keluar ngapain lagi di kamar mandi, aku sudah terlambat.'' seru Daniel membuka paksa pintu kamar mandi heran melihat tangan Arumi penuh dengan busa.


''Kenapa kamu sangat boros menggunakan sabun lihat lah tangan mu sebanyak apa busa nya. Jika sekedar cuci tangan tidak perlu sebanyak itu menggunakan sabun.'' seru Daniel menatap tajam Arumi.


Arumi hanya diam terbengong tidak tau harus berkata apa tidak mungkin Arumi berkata jujur mencuci tangan nya hanya untuk menghilangkan rasa yang menempel di tangan Arumi gara-gara menyentuh belalai gajah Daniel


''Saya akan membilas nya sekarang.'' ucap Arumi pelan


''Dasar boros.'' gerutu Daniel melihat Arumi banyak menggunakan sabun


''Ini karna kamu juga. Jika tadi tangan ku tidak menyentuh iiiiiihh.'' kesal Arumi saat kembali mengingat tangan nya menyentuh benda kenyal berbulu itu.


''Ada apa teriak teriak tidak jelas.'' seru Daniel berkecak pinggang berdiri di ambang pintu.


''Tidak ada apa apa tadi ada kecoak.'' ralat Arumi


''Pembohong aku tidak percaya di kamar mandi ku ada kecoak bah kan nyamuk pun takut mau masuk ke kamar ini.'' seru Daniel tak percaya kamar mandi nya ada kecoak binatang menjijikan itu.


''Cepat lah aku sudah terlambat.'' sekali lagi Daniel menyuruh Arumi untuk cepat.


Daniel menuruni tangga di ikuti Arumi di belakang nya. Sepanjang melewati tangga turun tangan Arumi ia gesek kan di pegangan tangga.


''Kak rumi tidak ke kampus lagi.'' tanya Delia penasaran melihat penampilan Arumi yang cantik seperti kemarin.


''Ini mau ke kampus Lia, Minggu depan sudah mulai magang.'' jelas Arumi.


''Nanti rencananya mau magang di mana kak.'' tanya Delia penasaran pasti magang di kantor kakak nya Daniel


''Di kantor Orlando group.'' jawab Arumi cepat.


''Apa kamu tidak tau kantor itu sudah di tutup sejak hari ini.'' seru Daniel menimpali Arumi menatap Daniel tak percaya.


''kenapa di tutup.'' tanya Arumi dengan polos nya.


''Karna direktur nya sedang di penjara, sementara penyidik masih menyelidiki asal usul perusahaan itu. Karna apa karna direktur sebelum nya telah merencanakan pembunuhan atas kakak kandung nya demi merebut perusahaan tersebut.'' Tarang Daniel panjang lebar.


Arumi terdiam mendengar penuturan Daniel, ucapan Daniel tentang kematian ayah nya telah mengorek luka di hati Arumi kembali.


''Kak rumi tidak apa apa.'' mendengar ucapan Delia Daniel segera melihat ke arah arumi jika sebelum nya ia sibuk dengan berkas berkas di tangan nya.


''Kamu Tidak apa apa.'' tanya Daniel seraya membawa Arumi kedalam pelukan nya.


Pak bin mendekat dengan segelas air putih di tangan nya.


''Ini minum lah dulu.'' Arumi menerima gelas dari tangan Daniel.

__ADS_1


''Maaf aku membuat mu bersedih. Ucap Daniel pelan.


Diana begitu kesal melihat Arumi tampak mesra dengan Daniel.


''Apa mungkin Daniel sudah tidak mencintai Jessica. Gadis ini ternyata cantik juga. batin diana berkata.


''Sudah kita makan dulu ibu sudah lapar.'' seru Diana melihat Arumi sudah tidak bersedih lagi.


''Aku tidak mau makan.'' lirih Arumi


''Kenapa tidak mau makan.'' tanya Daniel penasaran.


''Aku makan di kampus saja.'' Arumi merasa mod nya sudah hilang.


''Pak bin siap kan bekal kita makan di mobil saja.'' titah Daniel yang juga ikut tidak sarapan


Pak bin membuat bekal roti untuk tuan dan nona muda nya. Baru kali ini sama El meminta bekal sarapan di mobil Daniel tidak pernah keluar tanpa sarapan.


Sedang Diana menatap Arumi tak suka menurut nya kelewat manja. Lain hal nya dengan Delia yang yakin kakak nya itu sudah jatuh cinta dengan Kakak ipar nya.


''Ibu aku yakin Jessica sudah tidak punya tempat di hati kak Daniel. Lihat lah Kaka ipar baru membuat raut sedih saja sudah membuat kak Daniel panik.'' seru Delia merasa senang


''Apa yang di ucap kan Delia memang benar, apa aku deketin gadis itu saja. Siapa tau dia bisa membantu ku dekat dengan Daniel. Tidak perduli siapa yang menjadi istrinya Daniel yang penting hubungan ku dan Daniel bisa terjalin dengan baik.'' batin Diana berkata.


Di dalam mobil Daniel mengambil kotak bekal makanan yang baru saja di berikan pak bin ada roti dan buah serta jus jeruk peras dalam botol.


''Makan lah dulu.'' seru Daniel menyodorkan sepotong roti pada Arumi.


''Ini makan lah, mau aku suapin.'' Daniel menyodorkan roti kedalam mulut Arumi


''Aku tidak mau tuan.'' Arumi menepis roti itu.


''Kalau tidak mau di suapin makan sendiri ini.'' Daniel menarik tangan Arumi dan meletak kan roti itu. Namun matanya melihat hal lain tangan Arumi tampak merah seperti lecet.


''Ada apa dengan tangan mu''. Tanya Daniel penasaran


''Apa ini sakit.'' tanya Daniel lagi


Arumi menarik tangan nya dan menyembunyikan nya.


''Jawab aku ada apa dengan tangan mu.'' ucap Daniel lagi mulai kuatir


''Tidak apa apa ini hanya gara gara tadi. Aku hanya iri tasi dengan sabun.'' jawab Arumi.


''Kamu sih boros pakai sabun kamu pikir beli sabun gak pakai duit.'' seru Daniel lagi.


''Kalau gak pegang itu tadi aku gak bakalan cuci tangan pakai sabun banyak.'' ucap Arumi ketus kembali mengingat saat tangan nya menyentuh belalai gajah Daniel.


''Pegang apa.'' tanya Daniel penasaran memutar bahu Arumi menghadap nya. Arumi tidak menjawab namun pandangan nya turun kebawah tepat di pusat Daniel di mana Arumi memegang benda kenyal itu tadi.


''Apa gara gara kamu menyentuh ini tadi.'' Daniel menunjuk pusat nya. Dengan cepat seketika Arumi memejam kan matanya. Daniel tersenyum jail rasanya ingin sekali menjahili Arumi.


''Apa begitu sangat menjijikan sampai kamu mencuci tangan mu dengan sabun begitu banyak.'' tanya daniel ingin tau

__ADS_1


''Sangat bahkan rasa nya seperti tertinggal di tangan ku.'' seru Arumi lagi.


''Itu bukan tertinggal otak mu memang kotor, maka nya rasa nya seperti tertinggal di tangan mu. Kamu mau pegang lagi.'' Daniel bersiap membuka celana nya.


''Jangaaan ada sekertaris Al.'' seru Arumi menghentikan Daniel.


''Jadi kalau tidak ada Alan kamu mau pegang lagi.'' tanya Danil penuh harap


''Tidak.'' Arumi memejam kan matanya.


''Dasar mesum.'' Daniel mendorong pelan dahi Arumi.


''Kamu yang mesum.'' seru Arumi masih memejam kan matanya.


Sedang Alan sedari tadi hanya menyimak apa yang di bicarakan tuan dan nona muda nya.


''Kamu.'' dengan cepat Daniel memasuk kan tanga Arumi kedalam celana nya


''Aaaaa.....!


''Kenapa buka celana ada sekertaris Al.'' Arumi berteriak dengan kencang sembari menutup matanya namun naas tangan nya kembali menyentuh benda kenyal berbulu.


''Al apa kamu melihat nya.'' tanya Daniel pada sekertaris nya


''Tidaj tuan.'' jawab Alan. Yang sebenar nya juga penasaran


''Tapi dia punya telinga bisa mendengar.'' teriak Arumi lagi.


''Al apa kamu mendengar kami bicara.'' tanya Daniel lagi.


''Tidak tuan.'' Alan kembali menjawab tidak.


''Baik lah jika kamu tidak mendengar tidak melihat, aku akan buka baju di sini. ancam Arumi bersiap membuka baju nya.


''Jangan buka baju di sini.'' seru Daniel menghentikan aksi Arumi yang ingin membuka baju nya.


''Kenapa memang nya.'' ucap Arumi ketus penuh percaya diri.


''Tidak kenapa Napa, jika Alan tidak bisa melihat dan mendengar tapi aku bisa. Jawab Daniel seraya tersenyum menaik turun kan alias nya.


''Memang nya kenapa jika kamu yang melihat dan mendengar bukan kah kamu suami ku.'' ucapan Arumi membuat Daniel sedikit senang. Tapi juga takut jika Arumi nekat membuka bajunya di depan Alan.


''Ya aku tau aku suami mu. Boleh buka bajunya saat kita berdua di lam kamar saja ya.'' Daniel berkata pan dan penuh kelembutan.


''Dasar mesum.'' ketus Arumi.


''Kamu yang mesum. Jawab Daniel


''Idih sudah mesum tidak mau mengaku.'' gerutu Arumi kesal.


Yakin lah di belakang kemudi Alan sedang menghela nafas nya besar. Cinta tapi selalu membuat kesal itulah yang di pikirkan Alan terhadap tuan muda nya itu. Yang satu jutek dan suka ketus saat bicara. Terkadang baik terkadang jahat yang satu nya suka ngeselin dan tidak peka. Cinta memang bikin pusing


''Bersambung

__ADS_1


__ADS_2