Terjebak Pernikahan Pria Kejam

Terjebak Pernikahan Pria Kejam
Aroma pelakor


__ADS_3

''


''


Daniel dan anak buah nya sedang mencari cari ke beradaan Arumi yang entah di mana keberadaan nya. Arumi ke luar dari restoran tanpa Daniel. sedang Arumi dengan santai nya Menikmati semangkuk mie ayam.


''Tuan kami sudah menemukan lokasi nona muda.'' salah satu anak buah Daniel menghubungi nya.


''Di mana.'' tanya Daniel dalam sambungan


''Tidak jauh dari restoran tadi.''


''Serloc aku kesana sekarang.'' Daniel membelok kan mobil nya kembali ke jalan menuju restoran. sepuluh menit kemudian Daniel melihat istri nya itu sedang menikmati mie ayam nya, Daniel bernafas lega gadis yang mulai mengisi ruang hati nya itu baik baik saja


''Kenapa tadi pergi begitu saja kenapa tidak makan dulu sudah tau lapar.'' suara Daniel yang tiba tiba mengaget kan Arumi.


''pak satu mangkuk lagi.'' seru Daniel ikut memesan Mie ayam yang sama dengan Arumi.


''Aku juga lapar tau aku tadi belum makan.'' Arumi memutar bola mata nya jengah. sudah jelas tadi pria ini kejam di depan nya itu memberikan makanan Arumi pada kekasih nya dan mereka terlihat sedang menikmati makan bersama.


''Bukan nya anda sudah makan dengan kekasih anda tadi.'' jawab Arumi


''Kamu tidak cemburu.'' tanya Daniel


''Tidak.'' jawab Arumi cepat


''jika tidak cemburu kenapa tadi pergi begitu saja tidak memakan makanan mu.''


''Anda sudah memberikan makanan ku pada kekasih mu itu lalu bagai mana aku mau makan.'' ucap Arumi lagi.


''Kan kamu bisa pesan lagi.'' Arumi meletak kan sendok dan garpu nya kasar


''Apa anda ingin aku melihat siaran langsung kalian bermesraan di depan ku.'' sinis Arumi.


''Apa aku terlihat mesra dengan nya.''


''Aku tidak tau.''


''Ini mie ayam nya tuan.'' pedagang mie ayam itu datang membawa semangkuk mie pesanan Daniel.


''Terima kasih pak.'' belum selesai Daniel bicara Arumi sudah mengambil mangkuk itu dan menuang kan saos kecap dan juga sambal lalu memakan nya


''Itu punya ku.'' ucap Daniel Arumi tidak memperdulikan nya terus menikmati mie ayam itu.''


''Badan mu kecil tapi makan mu banyak.'' Daniel makan dari mangkuk yang sama dengan Arumi.


''kenapa ikut makan.'' tanya Arumi


''Karna ini tadi aku yang pesan.'' jawab Daniel cuek. Arumi tersenyum jahil kapan lagi bisa mengerjai pria kejam di depan nya itu.


''Minuman ku habis. pesan lagi gih panggil bapak nya.'' Daniel mencari penjual mie ayam itu tidak ada dengan terpaksa berdiri dari duduk nya di saat itu Arumi memasuk kan banyak saos cabe. dan juga sambal.

__ADS_1


''Ini minum lah.'' Daniel kembali dengan segelas es teh Arumi segera meminum nya sedang Daniel melanjut kan makan nya yang sepat tertunda.


''Kenapa rasa nya tambah pedas.'' batin Daniel tapi terus memasuk kan mie ayam itu kedalam mulut nya rasa nya semakin pedas


''Kenapa..! tanya Arumi.


"Tidak apa apa.'' jawab Daniel


''Ya sudah habiskan aku sudah kenyang.''


''Minum.'' Daniel merebut minuman Arumi dan menenggak nya hingga tandas.


''Haus sekali pak.'' tanya Arumi melihat wajah Daniel sudah merah


''Kenapa pedas sekali.'' ucap Daniel


''Mana ku tau.'' jawab Arumi cuek


''Aku tidak bertanya aku hanya bilang kenapa pedas sekali biasa nya orang bersalah akan langsung menyangkal nya.'' ucap daniel lagi


''Maksud nya apa anda menuduh saya.'' ucap Arumi ketus.


''Aku tidak menuduh dan aku tidak menyebut nama mu mungkin bapak nya meletak kan cabe banyak sekali.''


''Sudah sekarang pulang.'' Daniel berdiri dari duduk nya dan bergegas pergi.


''Hai tunggu bayar dulu ini.'' teriak Arumi.


''Pak ini uang nya.'' Arumi membayar dua mangkuk mie ayam dan dua es teh manis.


''Nona kembali nya.'' teriak penjual mie ayam itu


''Ambil saja pak.'' ucap Arumi


''ada apa.'' tanya Daniel melihat Arumi mengendus ruang mobil nya.


''Aku mencium seperti bau parfum pelakor apa suami kejam ku ini mengantar selingkuhan nya pulang.'' ucap Arumi yang sebenar nya tidak mencium parfum siapa siapa lebih dominan parfum Daniel malah.


''Tadi bilang tidak cemburu sekarang bilang mencium bau pelakor.'' ucap Daniel


''Aku memang tidak cemburu dan tidak perduli. aku hanya menyesal tidak tau kalau tadi suami ku mengantar selingkuhan nya pulang kalau aku tau aku akan merekam nya dan menjadikan nya sebagai bukti untuk menggugat cerai suami kejam ku ini.'' ucap Arumi dengan santai nya


''Tadi kenapa tidak merekam nya saat di restoran.'' ucap Daniel lagi


''Bagai mana aku bisa merekam nya ponsel ku ada di dalam tas dan tas nya ada di atas meja bersamamu.'' ucap Arumi lagi.


Daniel terkekeh pelan melihat Arumi tingkah nya sangat menggemas kan


''Aku mau ke rumah kakek.'' ucap Arumi cepat.''


''Mau apa aku masih banyak pekerjaan di kantor.'' sebenar nya Daniel ingin segera kembali ke kantor.

__ADS_1


''Ya sudah pergilah ke kantor aku akan pergi sendiri ke rumah kakek.'' ucap Arumi.


''Tidak usah aku akan mengantar mu.''


Daniel melakukan mobil nya menuju Fila sang kakek satu Minggu lebih Daniel dan Arumi tidak berkunjung ke rumah kakek nya.''


''Kamu sudah memilih perusahaan mana yang akan menjadi tempat magang mu.'' tanya Daniel.


''Perusahaan kakek'' jawab Arumi cepat hari itu kakek meminta Arumi untuk magang di perusahaan Athena group.


''Bagus lah itu kan perusahaan ku.'' Arumi menatap Daniel curiga


''Apa anda akan memberiku pekerjaan banyak.'' tanya Arumi


''Kenapa otak mu isi nya hanya curiga.'' Daniel mendorong pelan kening Arumi


''Ya karna anda selalu bersikap kejam pada ku tidak heran dan tidak salah kan aku selalu curiga.''


Daniel tersentil dengan ucapan istri nya memang benar ada nya awal mula mereka menikah beberapa bulan yang lalu Daniel selalu bersikap kejam bahkan hampir membuat nyawa Arumi melayang.


''Maaf.'' lirih Daniel hampir tidak terdengar


''Aku janji tidak akan bersikap kejam lagi aku akan menyayangi mu. akan ku buat kamu jatuh cinta dengan ku. batin Daniel berkata.


mobil Daniel sudah memasuki halaman rumah kakek tampak mobil Diana terparkir di sana.


''Kak Rumi.'' panggil Delia berlari menghampiri Arumi yang baru turun dari mobil.


''Lia kamu disini.'' ucap Arumi.


''Iya ibu juga.'' jawab Delia


''Kak Rumi dari mana dari kampus ya.'' tanya Delia


''Tidak kakak dari kantor polisi.''


''Rumi kamu datang juga.'' kakek tampak senang melihat kedatangan Arumi dan Daniel


namun tidak dengan Diana yang masih kesal gara gara Arumi menggagal kan acara makan siang Jessica dan Daniel karna kedatangan Arumi yang tiba tiba membuat Daniel berdiri dari duduk nya dan mengejar langkah kaki Arumi yang keluar dari restoran.


''Ibu.'' sapa Arumi.


''Sini.'' Diana menepuk sofa di sebelah nya dengan ramah memanggil Arumi untuk duduk di samping nya.


tak lama kemudian pelayan datang membawa minuman dingin untuk semua orang.


''Silahkan di minum nona muda.'' pelayan itu menyodorkan minuman dingin ke arah Arumi.


''Terimakasih bibik.'' ucap Arumi


Gengss mana dukNgan nya tinggal kan jejak untuk author

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2