Terjebak Pernikahan Pria Kejam

Terjebak Pernikahan Pria Kejam
mata mata


__ADS_3

''


''


''


''Setelah pertemuan nya dengan Darius, segera Alan bertanya pada kakek apakah kakek mengenal orang yang bernama Darius, yang mengaku mantan sekertaris mendiang tuan Gerald dahulu, rupanya kakek masih mengingat dengan baik Darius, membuat langkah Alan semakin yakin membuka kembali kasus kecelakaan itu,


''Untuk sementara ini semua merahasiakan nya dari Arumi, mengingat bahaya sedang mengintai nya,


''Anda yakin tidak ingin memberi tau nona arumi'' tuan,,


''Entah lah, aku pikirkan nanti, yang terpenting sekarang kita sudah punya pendukung orang yang pernah ada di waktu kecelakaan itu terjadi, jawab Daniel,


''Paling tidak beri tau nona'' tentang adik nya saja tuan, ucap Alan memberi usul,


''Iya aku juga berfikir seperti itu, jawab Daniel lagi,,


''Apa saja sekejul ku hari ini, tanya Daniel tanpa melihat ke arah sang sekertaris, Alan membuka note nya melihat apa saja jadual tuan nya hari ini, rupanya sangat padat hingga ke sore hari, bahkan hari ini ada tinjauan proyek hotel yang sedang Daniel bangun


''Cukup padat tuan, jawab Alan singkat,


''Apa saja, tanya Daniel lagi memastikan ada waktu di makan siang nya nanti, tidak makan siang dengan klien seperti yang sudah sudah,


''Alan menjelaskan secara rinci jadual Daniel hari ini, cukup padat memang, sepertinya tidak ada waktu untuk bersantai barang sejenak, apa lagi makan siang di restoran tempat Arumi bekerja,


''Pertemuan di jam makan siang apa tidak bisa di tunda atau kamu saja yang menemui nya, tanya daniel, berharap jawaban Alan sesuai ke inginkan nya,


''Tidak bisa tuan'' klien kita dari Jepang tuan Yama kato beliau sudah dua kali gagal bertemu dengan anda, kali ini temui lah beliau tuan, ucap Alan menjelaskan,


terdengar decakan dari bibir daniel,


''Setelah pertemuan dengan nya apa yang selanjut nya bisa di tunda juga, tanya Daniel lagi,,


''Setelah nya ada pertemuan dengan nona Kimberly, kita akan membahas proyek galaxy town, sarana rekreasi dan liburan mengusung tema happy family, banyak fasilitas yang di sediakan, seperti penginapan restoran taman bermain, kolam renang, dan masih banyak lagi,


''Daniel menghela nafas berat nya, rencana makan siang bersama Arumi gagal,


''Akan saya usahakan pulang secepat nya nanti tuan, kita bisa menjemput nona untuk pulang bersama, mendengar ucapan Alan Daniel sedikit senang, sekertaris nya ini seakan mengerti isi pikiran nya,


''Saya akan kembali ke ruangan saya menyiap kan semua nya, tiga puluh menit lagi kita akan pergi, ucap Alan pamit undur diri,


''Hem pergilah,


''Tak berapa lama kemudian ponsel Daniel bergetar di atas meja, tampak no baru di layar gawai nya,


''Cih,,! siapa lagi ini kenapa tidak menghubungi nomer perusahaan, kesal Daniel melihat nomer tanpa nama di ponsel nya,

__ADS_1


''Holo,, !


''Hening sesaat, sang penelepon sedikit nervous,


"Holo, Daniel kembali bersuara,,


"Neil, suara lembut dari sebrang terdengar tidak asing,


"Ise,,!


"Iya ini aku niel, besok aku akan pulang, ucap nya dari sebrang


"Kenapa baru menghubungi ku sekarang, tanya Daniel datar,


"Maaf Neil, apa kamu besok ada waktu, aku jelaskan semua nya besok, ucap Jessika, suaranya terdengar memohon,


"Aku tunggu besok, ucap Daniel lalu menutup telpon nya tanpa ingin bicara lebih lagi,


"Niel" halo,,!


"Tampak gurat kecewa di wajah Jessica kala Daniel memutus telpon nya sepihak,


"Bagai mana Jes, tanya Mela penasaran,


"Iya daniel mau menemui ku besok, tapi anda suaranya tak seperti dulu terdengar datar dan dingin, jelas Jessica,


"Bagaimana dengan istrinya Daniel, bukan kah dia sudah menikah sekarang, ucap Mela,


"Aku tidak tau Mel, semoga Daniel masih mencintaiku seperti dulu, ucap Jessika berharap,


"Jadilah dirimu sendiri kembalilah menjadi Jessica yang dulu, jangan salah pilih teman lagi, ucap Mella menasehati,


"Aku tau, seandainya aku tidak mengikuti ajakan dara semua tidak akan pernah terjadi, pasti aku dan Daniel sudah menikah sekarang, terlepas dari semua beruntung aku masih bisa menjaga kehormatan ku dengan baik, Jessica mengingat bagai mana dara membawa nya ke club malam waktu itu, diam diam selalu memberinya obat obatan yang membuat Jessica ketagihan,


"Sudah lah yang lalu biar lah berlalu, kita nikmati proses nya, sekarang pikirkan bagaimana caranya mendapat maaf dari Daniel, ucap Mela, Jessi ku a mengangguk pelan,,


"Sebenar nya Jessica sudah berada di Indonesia sejak seminggu yang lalu, memilih beristirahat di apartemen nya Mela, untuk menyongsong hari esok, menghadapi dan menjawab semua pertanyaan dari orang orang yang mengenal nya, atas kepergian nya yang mendadak dan tanpa pamit, termasuk menghapus Daniel,


"Semoga aku besok bisa dan kuat menghadapi Daniel Mel, meminta maaf dan menjelaskan nya, entah lah aku merasa ragu, banyak sekali kesalahan ku yang tak bisa di maaf kan, lirih Jessica sendu,


"Yakin bisa Jes, jawab Mela memberi semangat sahabat nya itu,


"di tempat lain


"Seperti biasa Arumi berjalan gontai menyusuri lorong kampus, pikiran nya kacau memikirkan bagai mana Arumi menghadapi orang orang di restoran, gosip mengenai kemarin, tentang Daniel yang mengakui Arumi istri ya,


''Rumi, panggil Morin, menghentikan langkah kaki Rumi,

__ADS_1


''Ada apa, wajah kok di tekuk, jelek tau, seru Morin,


''Rin kamu tau kan tentang kemarin di restoran, mbak Rissa pasti sudah cerita sama kamu, tanya Arumi,


''Aku tau semua nya, mbak Rissa sudah cerita, jawab Morin jujur,


''Rin kamu tau kan bagai mana mulut orang orang di restoran, pasti semua pada gosipin aku, apa lagi yang gak suka sama aku, lirih Arumi


''Kamu tidak usah kuatir Rumi, semua sudah terselesaikan, mereka tidak akan berani bergosip tentang mu, mbak Rissa bilang sekertaris suamimu sendiri yang menutup mulut semua orang, jelas Morin,


''Maksud mu, sekertaris Alan mengancam mereka lagi begitu, tanya Arumi memperjelas, Morin mengangguk


''Huff,,


''Kenapa suka sekali mengancam semua orang, apa mentang mentang mereka kaya, ucap Arumi heran,


''Lagi ngomongin apa sih kayak nya seru sekali, sela Aldi menyusul langkah keduanya,,.


''Biasa, urusan wanita, jawab Morin mengedip kan mata nya,


''Iya terserah kalian,,,!


"Kafe depan yuk, laper nih, lanjut Aldi,


"Traktir ya, seru Morin lagi mengerjap ngerjap kan matanya,


"iya iya,, jawab Aldi cepat,


ketiga nya berjalan menuju kafe depan kampus, yang sering mereka datangi, untuk menghabiskan waktu bersama,


"Tanpa Arumi sadari ada banyak pasang mata sedang mengintai nya, mata yang ingin menculik nya dan mata ingin menjaganya,


"Pelayan datang mengambil pesanan ketiganya, tanpa Arumi tau pelayan itu salah satu anak buah Paula,


"Setelah mengambil pesanan, pelayan yang baru bekerja beberapa hari yang lalu itu menunggu minuman Arumi selesai di buat, tangan nya tampak mengambil sesuatu dari saku celananya,


"Tak lama minuman selesai di buat dan pelayan itu siap mengantarnya ke meja Arumi,


"Silahkan di minum, ucap pelayan itu tampak ramah,


"Terimakasih, ucap Arumi seraya mengulum senyum di bibir nya,


''Pelayan suruhan Paula tersenyum puas tugas nya sudah terlaksana tinggal menunggu mangsa,


tanpa pelayan itu sadari anak buah Johan juga sedang memantau, berpura pura tersandung dan menumpah kan minuman Arumi, tugas nya menjaga dan melindungi Arumi agar tetap aman


"bersambung

__ADS_1


__ADS_2