
''
''
''
''Arumi antara percaya dan tidak, Daniel mau membantunya, membuka kembali kasus kecelakaan ayah nya dan merebut kembali perusahaan,
''Sedang Daniel, Arumi setuju atau tidak Daniel tetap melakukan nya, yang terpenting baginya, ini Daniel lakukan sebagai bentuk kasih sayang Gerald dulu,
''Hari ini seperti janjinya kemarin, Daniel akan menemui kekasih nya dulu, Jessica sudah menunggu di restoran, sengaja memilih ruang VIP agar lebih nyaman saat mengobrol, tak berapa lama kemudian Daniel memasuki ruangan, Jessica berdiri menyambut kekasih yang ia tinggal kan dua tahun lama nya,
''Niel,, panggil nya menghambur memeluk Daniel melepas rasa rindu selama dua tahun, Daniel diam tak bereaksi, tubuh nya hanya diam mematung, tak jua membalas pelukan Jessica,
''Aku tak bisa berlama lama, masih ada meeting sebentar lagi, ucap Daniel datar,
''Iya aku mengerti silahkan duduk, Jessica sangat merasakan perubahan Daniel, ia sadar diri tak bisa memaksa yang penting berusaha dulu menjelaskan semua nya,
''Ingin bicara apa, tanya Daniel langsung tanpa basa basi lagi,
''Neil aku minta maaf, aku tau aku salah, pergi tanpa pamit pada mu, aku punya alasan sendiri kenapa aku tidak memberi tau mu,
''Apa,,! aku mendengar mu memakai obat obatan saja aku tidak percaya, itu alasan mu tidak memberi tau ku, ucap daniel menyela ucapan Jessica,,
"Niel aku minta maaf, aku memang salah, sekarang aku akan memperbaiki semua, meski aku pernah terjerumus tapi aku tidak seperti yang kamu pikirkan, aku masih bisa menjaga diri ku dengan baik,
"Aku tidak tau pastinya, ucap Daniel datar, Daniel sudah kecewa, bertambah rasa kecewa nya melihat penampilan Jessica sekarang, gadis di depan nya ini tak sepolos dulu,
"Waktu dua tahun banyak yang sudah berubah, aku juga sudah menikah,, lanjut Daniel lagi,
"Aku tau, boleh kan aku berharap rasamu masih ada, aku yakin masih ada, sedang aku masih sama tidak ada yang berubah, terang Jessica,
"Aku tidak tau rasa itu masih ada atau tidak, ucap Daniel jujur apa ada nya yang ia rasakan saat ini, masih mungkin tapi tak lagi menggebu,
"Kita masih bisa berteman kan Niel, aku masih bisa menghubungimu sekedar menanyakan kabar, lanjut Jessica sedikit memohon, Daniel diam tidak menjawab,
"Kalau sudah tidak ada lagi yang di bahas aku pergi dulu, melihat jam di pergelangan tangan nya,
"Kamu belum menjawab ku Niel, masih bisa kan kita berteman, Daniel mengangguk pelan, berdiri dan berlalu pergi,
"Aku sangat yakin cinta mu masih ada untuk ku, aku akan memperjuangkan nya lagi sampai aku benar benar yakin rasa itu benar benar sudah hilang, gumam nya, seraya melihat makanan di atas meja Daniel tak menyentuh nya sama sekali,
__ADS_1
"Mel kamu masuk saja, Jessica menghubungi Mela, yang sedari tadi menunggu nya di luar,
"Tak berapa lama Mela datang
"Bagai mana,, tanya Mela begitu sampai di ruang VIP itu,
"Daniel banyak berubah Mel, sikap nya sangat dingin, tapi aku yakin itu hanya sementara, dia hanya mengukap kan rasa kecewa nya pada ku, jelas Jesika,
"Lihat lah Daniel sama sekali tak menyentuh makanan itu, sangat jelas dia tak ingin makan siang dengan ku, lanjut Jessica jelas terlihat gurat kecewa di wajah nya,
"keluar dari restoran hotel Daniel membawa mobil nya ke restoran tempat Arumi bekerja, kali ini Daniel membawa mobil nya sendiri,
"tak berapa lama Daniel sudah sampai, melihat parkiran sangat penuh dengan mobil dapat di pastikan restoran sedang ramai, Daniel bergegas turun, namun langkah nya terhenti,, tidak ingin melihat Arumi menjadi bahan gosip lagi,, jika dirinya datang saat ini,
"Tunggu, Daniel menghentikan salah satu pegawai restoran yang mungkin teman Arumi,
"Ya tuan, ada yang bisa saya bantu, tanya nya,
"Tolong beritahu sama, Daniel terdiam siapa nama gadis itu bagaimana bisa aku tidak mengetahui nama nya,
"Istri tuan, ucap pegawai restoran itu, memang sudah tau pria di depan nya saat ini adalah suami Arumi,
"Iya, beritahu istriku aku menunggu nya di sini,
"Rupanya Rissa sendiri yang menghampiri Arumi memberi tahunya, Rissa melihat Daniel berdiri di luar,
"Rumi suami mu ada di luar temui dia dulu, ucap nya pelan,
"Mbak,,! tapi ini lagi ramai aku sedang sibuk, tolak Arumi,
"Pergilah rum kalau kamu mau pulang juga tidak apa apa, ucap Rissa mengambil alih nampan di tangan Arumi,
"Dengan kesal Arumi menemui Daniel,
"Ada apa datang kemari, tanya Arumi cepat,
"Pulang sekarang, ucap Daniel menarik tangan Arumi,
"E Ehh,,! tunggu dulu saya lagi kerja dan ini jam makan siang lagi ramai ramai nya, tolak Arumi,
"Aku tidak perduli, pulang sekarang Danil membuka pintu mobil samping ke mudi,
__ADS_1
"kenapa sih maksa, tunggu sebentar aku ambil dulu tasku dan ganti baju, sekalian pamit, ucap Arumi ketus Daniel melihat baju yang di pakai Arumi saat ini, baju seragam restoran,
"Aku hanya tidak ingin melihat mu bekerja sangat keras, pasti kamu kecapean, dan aku juga yakin kamu belum makan, gumam Daniel,
''tak berapa lama Arumi kembali sudah berganti baju melewati Daniel dan menaiki mobil,
''Kelihatan sekali keras kepala kamu, batin Daniel
''Daniel melajukan mobil nya, menuju suatu tempat restoran, Daniel yakin Arumi belum makan begitu juga dirinya sedari tadi sudah menahan lapar,
''turun lah kita sudah sampai, ucap Daniel datar seraya mematikan mesin mobil nya, Arumi patuh dan menurut mengekor di belakang Daniel memasuki restoran mewah,
''Mau makan apa, tanya Daniel melihat buku menu,,
''Terserah tuan saja saya ikut, Daniel memanggil pelayan dan memesan makanan, dua porsi,
''Menunggu makanan siap, kedua nya hening tiada percakapan, Daniel sibuk dengan layar gawai nya, mengecek Imel yang di kirim Alan,
''Arumi juga diam, sibuk mengamati sekeliling, para pelayan lalu lalang melayani pelanggan, Daniel sedikit melirik Arumi bibir nya tersenyum tipis,
''Tak berapa lama pelayan datang membawa pesanan Daniel,
''Keduanya diam menikmati makanan masing masing, hingga sebuah suara mengagetkan kedua nya,
''Niel kamu di sini, wanita cantik rambut bergelombang tergerai indah,, Daniel mendongak begitu juga Arumi melihat siapa yang datang,
''Iya, jawab Daniel singkat,
''Kamu masih sering datang kesini Niel, tempat favorit kita, dan juga makanan itu, serunya menatap Daniel,
''Hemm, jawab Daniel lagi,
''Jessika melihat Arumi, penampilan nya biasa saja, melihat reaksinya menampilkan wajah cuek seakan tak perduli dengan kehadiran nya, masih menikmati makanan di piring nya,
''Aku seperti pernah melihat gadis ini wajah nya tidak asing, tapi di mana, batin Jessika,
''Arumi sama sekali tak menanggapi wanita yang berdiri di samping nya, juga tak begitu melihat wajah nya,
''Ise'' kamu sudah makan tanya Daniel, ketika sudah selesai dengan makanan nya,
''Sudah aku tadi makan sendirian kamu bahkan tak menyentuh makanan mu, buru buru pergi mau ada meeting, rupanya ini meeting nya, seru Jessica sengaja, Daniel menghela nafas nya pelan, merasa bersalah membohongi Jessica,, tapi memang Daniel masih merasa kecewa, sengaja bersikap dingin supaya Jessica menyadari kesalahan nya,,
__ADS_1
''bersambung