Terjebak Pernikahan Pria Kejam

Terjebak Pernikahan Pria Kejam
menyesal


__ADS_3

''


''


setelah Arumi benar benar sudah tenang Daniel membawa nya kembali bertemu penyidik tak banyak pertanyaan seperti siang tadi hanya saja Arumi akan di pertemukan dengan paman dan bibi nya,


''Apa kamu beneran tidak apa apa, tanya Daniel saat Arumi akan memasuki ruangan penyidik,


''Aku tidak apa apa, lirih Arumi sat sudah jauh lebih baik,


''Panggil aku segera kalau ada apa apa aku akan menunggu di sini, aku tidak kemana mana, ucap Daniel lembut,


''Nona silakan masuk, Erik sang pengacara membawa Arumi memasuki ruang penyidik,


''Apa aku boleh ikut serta masuk kedalam, tanya Daniel pada pengacaranya,


''Tidak bisa tuan hanya nona saja, ucap Erik,


''Temani istriku kalau ada apa apa cepat kabari aku, ucap Daniel merasa kuatir dengan keadaan Arumi setelah menangis tadi,


''Jangan kuatir soal itu tuan, saya pastikan nona baik baik saja, mungkin kali ini tidak banyak pertanyaan, jelas Erik,


''Aku percaya pada mu, setelah Arumi masuk kedalam ruangan penyidik Daniel dan Alan duduk di ruang tunggu keduanya sibuk dengan pikiran masing masing,


Terasa getaran di saku celana Daniel, segera mengambil ponsel nya melihat siapa yang menghubungi nya,


''Niel kamu di mana, aku selalu menghubungi mu tapi kamu tidak pernah menjawab telepon, hari ini aku makan siang dengan ibumu,


Rupanya Jessica yang mengirim pesan ke ponsel Daniel, yang sampai sekarang Daniel enggan untuk men save nya, no wasup Jessica tetap no asing, Daniel hanya membacanya tanpa ingin membalas nya baginya tidak penting,


''Daniel kenapa sudah di baca tidak mau membalas nya, geram Jessica melihat layar ponsel nya,,


''Niel,

__ADS_1


tulis Jessica lagi, hanya menulis nama Daniel, masih sama kali ini Daniel tidak membaca nya melain kan langsung menghapus nya,


''Alan apa kamu masih mengawasi ise, tanya Daniel tanpa melihat kearah Alan,


''Masih tuan hari ini nona Jessica makan siang bersama ibu anda, terang Alan,


''Apa yang dia lakukan setelah kepulangan nya, tanya Daniel lagi,


''Nona Jessica sempat melamar pekerjaan di perusahaan cabang, karna di sana tidak membutuh kan perusahaan tidak menerimanya, belakangan ini ekonomi keluarganya sedang tidak baik baik saja, ayah nya tidak lagi bekerja dan sering minum minuman keras, ibu nya ya masih seperti itu, jelas Alan, mendengar penjelasan Alan daniel terdiam sesaat, tidak salah menjalin hubungan dengan ise hanya sebatas teman, mungkin saat ini ise membutuhkan dukungan, untuk rasa cinta Daniel sudah tidak ada,


''Apa aku perlu membantunya, ucap Daniel lagi,


''biar aku saja yang urus tuan untuk saat ini nona Arumi sangat membutuh kan anda, tolak Alan yang sebenar nya tidak ingin tuan mudanya kembali berhubungan dengan mantan kekasih nya, karna ada sang istri yang lebih membutuh Kan tuan mudanya saat ini, meski hubungan suami istri itu tak begitu baik,


''Baik lah terserah kamu saja,


''Apa anda masih mencintai nona Jessica tuan, Daniel langsung menatap Alan


''Maksud mu apa, tanya Daniel,


Alan mengingat kan Daniel soal perjanjian pernikahan nya yang sudah di sobek Arumi dua hari yang lalu,


''Surat itu sudah tidak ada gadis itu meminta untuk membatal kan surat perjanjian itu,, dan aku sudah memberikan nya dia langsung merobek merobek surat itu, terang Daniel,


''Itu artinya anda tidak jadi bercerai, setelah satu tahun pernikahan, tanya Alan lagi,


''Seperti nya begitu,


''Lslu nona Jessica,,


''Aku hanya merasa kasian, setelah salah memilih teman, di tambah lagi keadaan keluarga nya sekarang kamu tau sendiri kan, sebelum nya ayah nya sering memukuli ise, demi uang, terang Daniel,


''Berikan saja pekerjaan di kantor cabang, titah Daniel lagi,

__ADS_1


''Baik tuan nanti akan saya urus, ucap Alan,


Tak berapa lama pengacara Daniel Erik datang menghampiri nya,


''Tuan benar malam ini tuan Geri dan istrinya resmi menjadi tersangka, dan sebentar lagi akan di pertemukan dengan nona muda, temani lah tuan, nona sangat membutuh kan anda saat ini, tanpa menjawab ucapan Erik Daniel bergegas bangun dari duduk nya dan masuk ke ruangan penyidik,


Tampak Arumi sedang duduk diam dengan mata nya yang sembab,


''Kamu menangis lagi, tanya Danil menghampiri arumi, dan duduk di sebelah nya,


''Paman dan bibiku resmi menjadi tersangka tuan, benar mereka yang melenyap kan ayah dan ibuku, kejam sekali paman Geri adik kandung ayah ku, dia terlibat pembunuhan berencana istrinya yang juga sepupu ibu ku, Arumi kembali menangis di pelukan Daniel, hati nya benar benar hancur, mengorek kembali luka lama,


''Rumi, lirih Paula matanya tampak kuyu, sedang Geri hanya tertunduk lesu, Arumi melihat ke arah bawah tangan bibi dan paman nya sudah terpasang borgol,


''Arumi bisakah kamu mencabut laporan ini, kasihani bibik arumi Olin masih sangat membutuh kan kami, lirih Paula,


''Oh ya, bahkan adik ku dan aku, masih sangat kecil saat bibi membunuh mereka, Arumi tertawa sinis,


''Tidak ingat lah bibi saat mengusir ku dari kamar ku sendiri yang sekarang menjadi kamar Lina, tidak ingatkah bibik saat merebut celengan ku, padahal aku sangat membutuh kan untuk membeli susu adik ku, dan lagi aku harus bekerja demi mendapatkan makanan di rumah ku sendiri, air mata Arumi semakin deras menetes kala mengingat masa sulit itu,


''Bibi minta maaf Rumi, lirih Paula sedang Geri sama sekali tidak bisa menatap sang keponakan, terlalu malu untuk menatap nya apalagi untuk minta maaf,


''Rumi bibik mohon, bibi titip Olin, bawalah serta dia tinggal bersama mu, ucap Paula memohon,


''Apa anda sama sekali tidak merasa malu nyonya, menitip kan putri anda, dengan orang yang sudah anda sakiti hati dan fisik nya, aku sebagai suami nya, tidak akan mengijinkan putri anda untuk tinggal di rumah ku, itu tidak akan pernah terjadi, ucap Daniel seraya memeluk Arumi yang sedang menangis,


''Pak polisi bawa saja kedua orang ini, aku tidak ingin istrimu bertemu mereka berdua lagi, ucap Daniel membuat Paula menggeleng kan kepala cepat,


''Ku mohon kasihanilah aku tuan, ucap Paula sedikit meronta, paling tidak kasihanilah putri ku, ucap Paula lagi semakin memberontak dalam cekalan polisi,


''Sekarang anda minta di kasihani dan di maaf kan, bahkan kemarin saat anda masih bebas anda masih merencanakan penculikan istriku, ucap Daniel telak, mau ku tambah lagi laporan ku, atas kasus penculikan itu, ucap Daniel lagi,


Paula diam tidak bisa bicara apa apa lagi, sadar kesalahan nya begitu banyak, tidak bisa untuk di maaf kan menyesal itu yang di rasakan sekarang,

__ADS_1


''Bersambung


__ADS_2