
''
''
''Hari semakin beranjak sore, Daniel memutuskan membawa Arumi pulang, yang sebenar nya Arumi enggan, dia ingin sekali malam ini menginap, namun Daniel tidak mengijinkan, berjanji Ahir pekan Daniel akan mengajak Arumi datang lagi kerumah kakek dan menginap,
''Setelah berpamitan dengan kakek Daniel membawa Arumi pulang dengan raut wajah Arumi yang tak bersahabat,
''Kenapa wajah mu terus seperti itu, bikin sakit mataku saja, sentak Daniel dari balik kemudinya,
''Kalau bikin sakit mata jangan di lihat, fokus saja ke jalanan, sentak balik Arumi,
''Ck CK sudah mulai berani kamu ya,,,!
''Memang nya apa yang harus aku takut kan, ucap Arumi sinis,
''Oh jadi benar kamu tidak takut, baik lah lihat saja nanti, ucap Daniel tak kalah sinis,
''Memang nya anda mau apa lagi, dalam perjanjian pernikahan kita hanya aku yang di rugikan, sekarang aku tidak mau mengikuti perjanjian pernikahan itu, seru Arumi
''Jadi kamu ingin membatal kan perjanjian itu, tanya Daniel penuh selidik
''Iya, jawab Arumi cepat,
''Baik lah kita batal kan perjanjian pernikahan itu, nanti sampai rumah kita robek bersama, bagaimana deal, Daniel mengulurkan tangan nya, menjabat tangan Arumi,
''Deal, Arumi menyambut jabatan tangan Daniel, tampak senyum jahat di bibir Daniel,
''Sedang Arumi merasa heran kenapa Daniel dengan mudah menyetujui nya, rasa kuatir dan penasaran menyelimuti hati Arumi, setelah perdebatan di mobil, tidak ada lagi yang bersuara,, hanya decakan terdengar beberapa kali dari bibir Daniel, kesal dengan mobil nya yang bergerak lambat, sampai mobil Daniel sudah sampai di mansion nya,
''Arumi bergegas turun tanpa menunggu daniel, lalu naik keatas segera mandi membersih kan dirinya dan menjernih kan pikiran nya lebih tepat nya menghindari Daniel,
''Sedang Daniel tersenyum tipis dengan tingkah Arumi,
''Kelinci manis menggemaskan batin Daniel berkata, yang juga segera naik ke atas
''Kak Daniel panggil Delia, Daniel menoleh ke sumber suara,
__ADS_1
''Di mana kak Rumi, tanya Delia,
''Ada di kamar sedang mandi jawab Daniel asal,
''Oh ya sudah, Delia kembali ke kamar nya
''Daniel memasuki kamar nya ia tidak mendapati Arumi, namun terdengar gemericik air dari dalam kamar mandi,
benar saja tak berapa lama Arumi keluar dari kamar mandi tampak lebih segar dengan rambut basah nya,
''Mandilah, tuan saya sudah siap kan air mandi untuk anda, seru Arumi melewati Daniel
''Daniel pun segera mandi merasakan badan nya sudah gerah dan lengket, sedang Arumi segera mengeringkan rambut nya, lalu menyisir nya rapi,
''Daniel pun tampak sudah selesai mandi, lalu mengganti pakaian nya yang sudah Arumi siap kan,
''Tadi bilang mau membatal kan perjanjian tapi masih menyiapkan air mandi dan baju ganti ku, gumam Daniel tersenyum gemas, setelah selesai Daniel segera keluar dari ruang ganti baju,
''Kamu sudah yakin mau membatal kan surat perjanjian pernikahan kita, tanya Daniel memastikan, sepetinya Daniel punya ke untungan jika perjanjian itu di batal kan,
''Seratus persen yakin, seru Arumi menjawab dengan cepat,
''ini pilihan mu, gumam Daniel lalu kembali lagi ke kamar nya,
''Ini kamu mau merobek atau membakar nya, atau kamu ingin membacanya lagi siapa tau kamu berubah pikiran, ucap Daniel melempar map itu di hadapan arumi,
''Dengan cepat Arumi merobek kertas itu menjadi serpihan kecil, dan membuang nya ke udara,
''Sudah aku sudah bebas dari surat perjanjian itu, seru Arumi senang,
''Hanya perjanjian itu tapi kamu masih tidak lepas dari pernikahan kita, apa kamu lupa di dalam surat itu tertulis kita menjalani pernikahan ini hanya sampai satu tahun saja lalu bercerai, dan sekarang apa,,,! kamu sendiri yang meminta membatal kan nya dan kamu juga yang merobek surat itu,,, Arumi terdiam tidak mengerti masih mencerna ucapan Daniel,
''Maksud nya apa,,! tanya Arumi ingin tau,
"Dengan surat perjanjian itu kamu menjadi istriku sampai satu tahun saja, tinggal beberapa bulan lagi, dan tanpa surat perjanjian itu,, artinya kamu tetap menjadi istriku seumur hidup mu terkecuali aku menceraikan mu, semuanya masih sama kamu harus melayaniku sebagai seorang istri sepenuh nya aku punya hak atas diri istriku, rutinitas harian masih sama, bahkan kamu juga harus melayaniku di atas ranjang karna itu hal ku, dan itu kewajiban mu sebagai istri, jelas Daniel panjang lebar, Arumi terkesiap dia sama sekali tak memikirkan hal itu,
"Kenapa apa kamu menyesal, dalam surat itu juga di tulis aku tidak akan menyentuh mu sampai hari perceraian kita tiba, tapi sekarang tidak berlaku lagi, lanjut Daniel,,
__ADS_1
"Arumi memundur kan langkah kaki nya ketika Daniel semakin mendekatinya,
"Anda mau apa tuan, tanya Arumi gugup,
"Aku mau istriku, tangan Daniel terulur menyentuh lembut pipi Arumi, yang sudah terduduk di sofa, Daniel mendorong pelan bahu Arumi dan mengungkung nya,
"Tuan anda mau apa, tanya Arumi lagi, keberanian nya yang tadi sudah sirna, dengan cepat Daniel menempelkan bibir nya ke bibir Arumi, Daniel menyesap nya dengan lembut merasakan tubuh Arumi yang tegang di bawah Kungkungan nya,
"Manis,, manis sekali bisik Daniel di telinga Arumi, perlahan Daniel merapat kan tubuh nya tidak ada lagi jarak tubuh keduanya saling menempel sempurna, Daniel kembali menyesap pelan bibir mungil istrinya merasakan sensasi yang luar biasa membuat nya terlena, sedang Arumi tubuh nya hanya bisa menegang bercampur gugup, ciuman Daniel berpindah ke leher, sontak membuat Arumi melenguh pelan dan suara lenguhan Arumi menyadarkan Daniel akan sesuatu yang sudah sesak di bawah sana,
"Oh ****,, dengan cepat Daniel bangun dari atas tubuh Arumi,
"Kenapa berhenti tuan, barusan anda menikmati nya, seru Arumi membuat Daniel mengernyit menatap Arumi heran, anda menikmati tubuh yang pernah anda bilang tidak berselera dengan tubuh jelek ini, seru Arumi lagi, seakan mengingat kan Daniel dengan ucapan nya waktu itu,
"Jadi mau apa" mau aku melanjut kan nya, dengan senang hati ucap Daniel kembali mendekati Arumi, niat hati hanya ingin menjahili Arumi ternyata Daniel terbawa suasana, sensasinya luar biasa,
"Jangan, tolak Arumi yang sudah bersiap ingin menghindar
"Kamu mau kemana apa kamu ingin kita melakukan nya di atas ranjang, seru Daniel menahan nafas nya yang naik turun menahan hasrat yang berkobar,
"Tidak, jawab Arumi cepat,
"Namun dengan cepat dani mendorong tubuh kecil Arumi ke ranjang, kembali Daniel mengungkung Arumi kali ini mencium nya dengan paksa, karna Arumi sedikit memberontak,
"Tok,, tok,, tok,,
" Sura ketukan di pintu menyadarkan kembali Daniel,
"Siapa sih,, teriak Daniel dengan nada nya yang kesal, Daniel membuka pintu kamar nya,
"Pak bin ada apa, tanya Daniel ketika pak bin berdiri di ambang pintu,
"Tuan makan malam sudah siap, ucap pak bin dengan sopan,
"Iya kamu akan turun,
"Arumi memegang dadanya yang naik turun tak karuan,
__ADS_1
"Alhamdulillah ya Allah pertolongan mu datang, Arumi segera bangun dari ranjang Daniel merapikan sedikit pakaian dan rambut nya lalu ke luar dari kamar hendak turun ke bawah karna pak bin sudah memberi tau makan malam sudah siap,
"Bersambung