
''
''
''
Morin berjalan mendekati Arumi yang duduk termenung Sorang diri, pikiran Arumi saat ini hanya di penuhi dengan nama Rose, yang sampai sekarang tidak Arumi tau ke keberadaannya di mana, anak buah kakek masih berusaha
''Rumi, yang di panggil segera menoleh,
''Ada apa, bagai mana dengan rose, tanya Morin, Rumi menggeleng pelan
''Belum di ketemukan, jawab Rumi apa ada nya,
''Kita berdoa saja ya, semoga rose baik baik saja aku yakin bik Lasmi dan mang Doni, melindungi adik kita, Rumi mengangguk,
''Terimakasih Rin, melihat jam di pergelangan tangan nya,
''Seperti nya aku harus pergi, aku sudah sering tidak masuk kerja, lanjut Arumi,
''Masak iya istri pemilik Athena group masih bekerja, aku tidak percaya,
''Aldi,,,,!
Morin menatap tajam sahabat nya itu,
"Memang nya ada yang salah dengan ucapan ku, heran Aldi,
"Sudah, aku istri hanya status, tidak untuk yang lain, kalau aku tidak bekerja bagai mana aku bisa membayar uang kuliah nanti,
"Kan tinggal minta suami kaya mu itu, timpal Aldi,,
"Aldi,,,!
Morin jengah dengan tingkah Aldi,
"Iya maaf aku hanya bercanda, abis sedari tadi muka di tekuk saja, kita berangkat sekarang, tanya Aldi
"Berangkat kemana, tanya Morin tidak mengerti
"Mengantar sang ratu bekerja, memang nya kemana lagi, apa dia punya waktu hanya sekedar jalan jalan, tidak kan, Aldi melenggang pergi menuju parkiran,
__ADS_1
"Yang di ucap kan Aldi benar Rumi, kamu bah kan tidak punya waktu hanya untuk sekedar nongkrong di cafe bersama kita,
"Bukan nya aku tidak punya waktu atau tidak mau, kamu tau sendiri kan keadaan ku, jawab Arumi jujur,
"Iya aku tau tapi berjanjilah lain kali kamu luang kan waktu untuk kita, Morin tampak memohon, Arumi mengangguk pelan,
"Ya sudah yuk, Aldi sudah menunggu kita, Morin dan Arumi berjalan beriringan menunggu gerbang kampus, di mana Aldi sudah menunggu dengan mobil nya,
"ketiganya sudah berada di dalam mobil Aldi melajukan mobil nya keluar dari gerbang kampus, seperti biasa menuju restoran kakak Morin, tempat kerja Arumi selama lima tahun ini,
"Tidak ada percakapan di dalam mobil, hanya suara Morin yang bernyanyi mengikuti lantunan lagu dari BTS life goes on, group band yang berasal dari Korea selatan, Morin sangat mengidolakan nya,
"Tak berapa lama mobil Aldi sudah sampai di depan restoran milik kakak Morin,
"begitu melihat Arumi turun dari mobil Tia langsung menghampiri Arumi,
"Rumi kebetulan kamu sudah datang segera tolong aku menyiap kan ruang VIP sudah di reserve untuk meeting siang ini, jelas Tia Arumi segera membantu teman nya, sampai lupa berpamitan dan mengucap kan terimakasih pada Aldi, yang sudah mengantar nya,
"Di aku masuk dulu, aku bantu mereka seperti nya mereka sibuk, btw terimakasih sudah mengantar kita Ke sini, Aldi tersenyum
"Santai saja rin, kamu kayak sama siapa, Aldi melakukan mobil nya meninggal kan restoran kakak nya Morin,
Benar saja restoran sedang ramai dengan pelanggan, karna ini memang jam makan siang,
"Arumi juga tampak sibuk menyiap kan VIP room di tata sedemikian rupa agar tampak bersih dan rapi yang terpenting membuat pelanggan nyaman,
"Sudah selesai, gumam Arumi melangkah keluar dari ruangan itu,
"Mbak Tia sudah selesai, mereka memesan apa aja, tanya Rumi melihat secarik kertas yang di tempel di papan,
"Kamu lihat sendiri Rumi, semua sudah tertulis, jawab Tia cepat karna dia juga sibuk mengantar pesanan pelanggan,
"lima belas menit lagi gumam Arumi seraya melihat menu apa saja yang mereka pesan,
Ruang VIP pesanan atas nama tuan Malik sudah siap, seru Morin yang berada di barista, Arumi datang mengambil pesanan,
"Rin mereka belum datang, apa tidak kelamaan, minuman nya sudah di buat sekarang, ucap Arumi
"Itu seperti nya mereka, Arumi dan Morin melihat di pria berjas rapi memasuki restoran
"Iya sudah, ada empat yang Dateng baru dua orang, jelas arumi,
__ADS_1
"Iya paling juga bentar lagi, kamu antar ini dulu, Arumi membawa nampan berisi copi dan jus ke ruang VIP,
"Minum nya tuan silahkan dengan ramah, Arumi meletak kan pesanan pelanggan,
"Mbak sebentar lagi rekan saya datang, tolong bawakan juga air mineral dingin, titah salah satu pria itu,
"Baik tuan, Arumi melangkahkan kaki meninggal kan ruang VIP itu,
''Tak berapa lama Daniel dan sang asisten memasuki restoran itu, namu Arumi tidak melihat nya,
''Rin tambah kan air mineral dingin empat, seru Arumi,
''Asiap, jawab Morin,
''Sudah siap, lanjut Morin, Arumi kembali ke ruang vip mengantar pesanan, perlahan membuka pintu ruang VIP lalu meletak kan minuman di hadapan Daniel dan Alan tanpa melihat siapa yang memesan, begitu juga Daniel,
''Akan tetapi Allan menyadari pelayan yang membawa minuman adalah nona muda nya, Allan mencoba memanggil Daniel lewat sentuhan ujung lengan nya, Daniel melihat ke arah Allan lalu mengikuti kode mata Allan yang melihat Arumi di samping nya, sedikit kaget namun ekspresi nya tetap dingin dan datar,
''Silahkan tuan, setelah selesai dengan pekerjaan nya Arumi segera keluar dari ruangan itu, tanpa menyadari keberadaan Danil dan Allan,
''Sedang Daniel sesekali mencuri pandang pergerakan Arumi melalui jendela kaca transparan, sampai meeting selesai fokus Daniel terpecah,
''Tuan Daniel jika berkenan kita lanjut makan siang saya sudah memesan nya, ucap Malik hati hati,
''hem terserah anda, Malik mengembangkan senyum nya segera memberi kode untuk menyajikan menu makan siang yang sudah ia pesan sebelum nya, tak berapa dua pelayan datang membawa pesanan termasuk Arumi, masih sama Arumi sama sekali tak menyadari kehadiran Daniel dan Allan, Arumi yang sopan pandangan nya selalu menunduk, menyajikan hidangan di meja, bahkan sampai selesai, sampai Daniel meninggal kan restoran itu, Arumi masih tidak menyadari nya,
''Siang itu restoran lumayan ramai, semua staf sibuk dengan tugas Mading masing,
''itu tadi yang di ruang VIP bukan nya CEO Athena group, desas desus ketika restoran sudah mulai sepi,
''Masak sih, Morin yang penasaran dengan dua barista yang sedang mengobrol menajamkan pendengaran nya,
''Tuan Daniel, itu artinya suami Arumi, batin Morin, juga penasaran, Morin segera menghampiri sahabat nya itu,
''Rumi, tadi di ruang VIP kamu tau siapa mereka, Rumi menggeleng pelan,
''Bukan nya nama pemesan tuan Malik, jawab Rumi seraya menunjuk kertas yang tertempel di sebuah papan,
''Iya aku tau tapi rekan tuan malik, apa kamu tidak melihat nya saat mengantar pesanan, seru Morin lagi,
''Tidak, Arumi menggeleng, Morin menghela nafas nya pelan, rupanya Arumi tidak menyadari kedatangan suami nya, atau Arumi memang tidak ingin bercerita entah lah
__ADS_1
''Bersambung,