
''
''Mana kelinci nya.'' Arumi mempertanyakan kelinci manis yang ia sebut di wasup pak bin
''Kamu benar ingin tau kelinci manis ku itu.'' Arumi mengangguk cepat,
''Maka bersikap lah yang manis padaku kalau perlu Manja juga tidak apa apa.'' ucap Daniel gamang.
''Aku harus bersikap manis dan manja.'' Arumi menunjuk dirinya Daniel mengangguk pelan dan tersenyum tipis sayup mata nya memandang Arumi penuh cinta sayang Arumi tidak peka.
''Demi seekor binatang pemakan wortel itu tidak akan. di pasar juga banyak aku akan beli sendiri besok.'' sinis Arumi.
''Al.''
Panggil Daniel pada Alan. mendengar nama nya di panggil Alan bergegas pergi menemui pak bin untuk membeli kelinci sekarang juga hanya dengan memanggil nama Alan sudah tau apa perintah Daniel
''Besok aku tidak mau ada bodyguard itu. mereka menyusah kan saja.'' seru Arumi
''Memang nya apa yang mereka perbuat.'' tanya Daniel seraya melepas jas nya
''Kamu kan yang memerintah kan nya kenapa masih tanya.'' ketus Arumi lagi.
''Apa yang membuat mu tidak suka aku kan tidak tau aku bukan cenayang. bagai mana aku menegur mereka jika kamu tidak bilang.'' ucap Daniel lagi.
''Mereka melarang ku bicara dengan teman priaku mereka.'' adu Arumi
''Wajar lah mereka melarang kamu sudah menikah. apa kamu lupa itu.'' Daniel mendorong pelan kening Arumi dengan jari telunjuk nya.
''Aku mau mandi apa kamu mau ikut.'' bisik Daniel di telinga Arumi.
''Tidak.'' Arumi melenggang pergi duduk di sofa tempat ternyaman di kamar Daniel
''Kamu belum menyiap kan air mandi ku. kenapa malah duduk.'' seru Daniel berbalik batan menatap Arumi
''Ya segera ku siap kan.'' dengan malas arumi memasuki kamar mandi dan menyiap kan air mandi Daniel.
''Kenapa ikut tunggu saja di luar aku belum selesai.'' tanpa memperdulikan ocehan Arumi Daniel melepas satu persatu pakaian nya. menyadari Daniel membuka pakaian nya Arumi membelakangi Daniel mulut nya komat kamit mengumpati nya
''tidak usah mengumpat ku aku tau kamu sedang mengumpati ku.'' selesai melepaskan pakaian nya Daniel langsung masuk kedalam bak mandi tampak Arumi sudah memejamkan matanya.
__ADS_1
''Pijat punggung ku aku capek.'' seru Daniel melihat Arumi yang enggan dan wajah nya yang masam
''Dengar kan aku kita suami istri apapun yang ku lakukan pada mu itu hak ku. kenapa kita tidak berlaku layak nya suami istri yang sebenar nya toh kamu sudah merobek surat itu.'' Arumi memutar bola mata nya
''Maksud nya kita suami istri yang sesungguhnya tidak akting lagi seperti itu.''
''Ya benar apa ada yang salah.''
''terus kamu menikah lagi dengan kekasih mu itu dan aku menjadi istri tua yang tersakiti. kami ingin merealisasikan kamu itu suami kejam apa seperti itu.'' tanya Arumi tanpa sadar mendorong kepala Daniel dengan jari telunjuk nya.
''Kamu sudah berani pada ku ya.'' Daniel menangkap tangan Arumi dan menarik nya jatuh kedalam bak mandi bersama nya
''Ma maaf aku tidak sengaja.'' ucap Arumi terbata Daniel langsung mendarat kan bibir nya ke bibir mungil Arumi. menyesap nya lembut
''Apa kamu tidak ingin aku menjadi suami yang mencintai istrinya. kenapa kamu selalu berpikir aku suami kejam.'' bisik Daniel suara nya terdengar parau.
''Kenyataan nya anda sangat kejam pada ku wajar aku berpikir Anda suami kejam.'' jawab Arumi berusaha keluar dari bak mandi namun Daniel menahan nya.
''Jadilah kelinciku yang manis aku tidak akan kejam padamu.'' bisik Daniel
''keluar lah siap kan baju ku, ganti juga baju mu.'' Arumi masih mencerna ucapan Daniel tentang kelinci manis
''Disini dingin angin nya cukup kencang kamu membuka pintu nya cukup lebar.'' Daniel duduk di belakang Arumi dan mendekap nya.
''Tidak apa apa aku suka angin.'' Arumi mencoba melepas kan diri dari dekapan daniel yang sebenar nya sangat nyaman.
''Diam lah biarkan seperti ini sebentar.'' Daniel semakin mengerat kan dekapan nya.
''Jika seperti ini terus aku takut jatuh cinta tuan.'' batin Arumi berkata belakangan ini Daniel bersikap baik Arumi takut sikap Daniel ini membuat nya jatuh kedalam cinta Daniel.
''Bagai mana kalau kita memulai nya dari awal pernikahan kita ini.'' lirih Daniel tepat di samping telinga Arumi
''Aku tidak tau tuan. anda yang tadi nya kejam tiba tiba berubah baik ini sangat menakut kan.'' jawab Arumi terdengar helaan nafas berat Daniel hangat menyapu kulit telinga nya,
''Maka nya kita coba mulai dari awal. anggap saja kita baru menikah hari ini.'' ucap Daniel lagi
''Hah tidak semudah itu fergoso bagai mana dengan kekasih mu dan kamu akan menikahinya tetap aku yang tersakiti.'' batin Arumi berkata sinis.
''bagaimana..''
__ADS_1
Tok.. tok..
Suara ketukan pintu menghalang arumi menjawab ucapan Daniel
''Ada apa pak.'' tanya Daniel setelah membuka pintu kamar nya.
''Tuan kelincinya sudah di bawah ada sepasang.'' pak bin datang memberi tau kelinci yang di pesan Daniel sudah siap di bawah.
''Iya kami turun sekarang pak.'' Daniel menutup pintu
''Kita turun sekarang ada yang mau aku tunjuk kan pada mu.''
''Apa.''
''turun saja dulu.'' Daniel mengulurkan tangan nya meraih tangan Arumi untuk pertama kali nya mereka keluar dari kamar nya dan menuruni tangga dengan bergandengan tangan.
Diana melihat kemesraan Daniel dan Arumi layak nya pasangan suami istri yang saling mencintai.
''Jadi Daniel benar benar menerima pernikahan ini. apa yang gadis itu mau Daniel langsung mengabulkan nya. dari ikan sekarang kelinci besok apa lagi.'' Diana melihat tidak suka
''Kamu menyukai nya.'' ucap Daniel begitu sampai di bawah
'' perasaan aku sudah mencari nya dari tadi tapi tidak ada kenapa sekarang ada.'' heran Arumi melihat ada kandang kelinci di belakang ruma.
''Memang baru beli.'' ucap Daniel lagi
''Baru beli. tapi kamu tanya pak bin kelinci manis mu sebelum ini di beli.'' ucap Arumi lagi
''Ini kelinci mu. kelinciku yang manis ini.'' Daniel menatap lekat manik mata Arumi
''Aku.'' Arumi menunjuk dirinya sendiri
''Hem kelinci manis itu kamu. mari kita jalani rumah tangga ini dengan benar dan tidak berakting lagi.'' lirih Daniel
''Akan aku pikir kan.'' Arumi masih ragu dan sangat ragu mengingat Daniel masih berhubungan dengan kekasih nya.
''Aku tidak akan menjadi istri tua yang tersakiti. aku akan mencari bukti untuk ku menggugat cerai.'' batin Arumi
Tidak semudah itu Arumi jatuh cinta dengan Daniel mengingat Daniel sangat kejam tiba tiba baik dan sangat baik Arumi takut ada udang di balik batu
__ADS_1
''Bersambung