Terjebak Pernikahan Pria Kejam

Terjebak Pernikahan Pria Kejam
melepas rindu


__ADS_3

''


''


Kenapa Arumi tidak percaya dengan ucapan Daniel yang ingin memulai kehidupan rumah tangga nya dengan arumi layak pasangan suami istri tanpa berakting. meski Daniel tampak baik sekarang tidak menyiksa fisik Arumi.


Hari ini Arumi di temani Daniel memberikan keterangan terakhir di kepolisian sebelum persidangan Minggu depan.


''Tuan Daniel boleh kah saya bicara dengan nona Arumi sebentar.'' tanga Darius selama hampir sepuluh tahun lebih Darius belum pernah bicara lagi dengan nona muda nya setelah kejadian itu. mengangguk tanpa menjawab.


''Nona Arumi apa kabar.'' sapa Darius


''Apa nona masih mengenali saya.'' tanya Darius lagi.


''Benar kah ini paman Darius dulu wajah nya muda dan tampan sekarang jauh lebih matang.'' batin Arumi tak lantas menjawab Darius.


''Nona apa anda mendengar kan saya.'' tanya Darius lagi


''Paman Darius.''


Senyum tampak mengembang di bibir Darius kala Arumi menggumam kan nama nya


''Nona anda masih mengingat ku.'' ucap Darius


''Jadi benar anda paman Darius.''


Darius mengangguk cepat.


''Paman apa kabar.'' tanya Arumi.


''asaya baik nona.'' jawab Darius seraya mengambil ponsel di saku jas nya


''Nona apa anda sudah tau nona Ros dan ibu lai ada bersama saya.'' ucap Darius lagi


''Sudah Pama.'' jawab Arumi


''Maaf nona belum bisa mempertemukan nona dengan adik nona. untuk saat ini ke adaan masih sangat genting.'' sesal Darius


''Tidak apa apa paman ini untuk ke baikan kita semua biarkan seperti ini dulu yang terpenting sekarang aku sudah mengetahui rose dalam ke adaan baik baik saja.'' ucap Arumi.


''Paman.'' terdengar suara cempreng dari ponsel Darius


''Paman.'' rose memanggil Darius lagi tapi Darius tidak menjawab mengarah kan Camera ponsel nya ke arah Arumi


''Kakak.'' teriak rose kaget bercampur senang


''Rose.'' Arumi tak kuasa menahan air matanya saat menggumam kan nama sang adik. kerinduan jelas tersirat di sorot mata adik Kaka itu


''Kak Rumi baik baik saja kan, suami kak Rumi tidak jahat kan. bibi Paula bilang suami kak Rumi sangat jahat.''

__ADS_1


Daniel tersentil dengan ucapan adik Arumi.


''Kak Rumi baik baik saja Rose. kamu sendiri bagai mana tanya Arumi


''Rose sangat baik. Rose tinggal di Surabaya dengan paman Darius dan juga ibu Lasmi.'' jelas Rose


''Maaf kita belum bisa bertemu. nanti kalau ada waktu kakak akan segera menemui mu.'' ucap Arumi.


''Non Rumi.'' tampak bik Lasmi di belakang rose sama hal nya bik Lasmi juga memendam kerinduan


''ibu Lasmi.''


''Nom Rumi apa kabar.'' tanya bik Lasmi


''Rumi baik baik saja Bu.''


''Syukurlah kami disini juga baik.''


Pertemuan lewat panggilan video col sedikit banyak mengobati rasa rindu Arumi. terhadap adik nya dan juga bil lasmi. sudah mengetahui kabar masing masing. Arumi merasa lega.


Hari semakin siang Daniel membawa Arumi pergi makan siang terlebih dulu sebelum mengantar nya pulang ke rumah Daniel mematikan mesin mobil nya lalu memutari mobil membukakan pintu mobil untuk Arumi.


''Kita sudah sampai turun lah.'' Daniel berkata lembut seraya mengulurkan tangan nya.


''Aku bisa sendiri.'' tolak Arumi Daniel menghela nafas nya pelan


''Mau makan apa.'' tanya Daniel ketika sudah berada di dalam restoran.


Danial memanggil pelayan dan membuat pesanan nya. sambil menunggu pesanan datang Arumi pamit ke toilet


''Niel kamu di sini.'' Daniel menoleh ke sumber suara rupanya ise yang memanggil nama nya


''Ise apa yang kamu lakukan disini.'' Daniel tampak kaget dan melihat kearah toilet.


''Aku kesini untuk makan apa lagi.'' jawab Jessica senang bertemu dengan Daniel.


''Niel boleh kan aku duduk disini. aku sudah lama ingin keluar makan siang dengan mu tapi kamu banyak sibuk nya.'' saat Daniel ingin bicara pelayan datang membawa pesanan Daniel


''Dua porsi kamu datang dengan siapa aku bahkan belum pesan kamu masih suka dengan makanan ini Niel.''


terocos Jessica tidak memberikan kesempatan Daniel bicara Daniel kembali melihat ke arah Arumi pergi tadi, tapi Arumi belum juga tampak. sedang Jessica sudah mulai memakan makanan yang Daniel pesan untuk Arumi.


Arumi memperhatikan kursi nya sudah terisi dengan seseorang. wanita cantik nan anggun dandanan nya juga tampak lebih dewasa dari nya.


''Siapa dia apa itu kekasih nya. kenapa mengajak ku kalau sudah janji dengan kekasih nya.'' batin Arumi berkata tidak bergeming dari tempat nya berdiri.


''Apa dia ingin membicarakan pernikahan nya dengan kekasih nya memperkenal kan nya pada ku lalu menjadi maduku. dan aku istri tua yang tersakiti.'' Arumi bermonolog dengan pikiran nya sendiri.


''Niel tidak kah kamu memberiku kesempatan sekali lagi.'' ucap Jessica penuh harap

__ADS_1


''Ise habiskan makanan mu dan segeralah pergi.'' Daniel kembali melihat ke arah toilet. Arumi dengan cepat menyembunyikan diri nya


''Nial kita masih bisa berteman kan.'' Jessica memegang tangan Daniel


''Ise habiskan cepat makanan mu jangan banyak bicara.'' Daniel tidak menanggapi ucapan Jessica


''Ku mohon Niel. berikan aku satu kesempatan lagi. aku sangat menyesal dengan apa yang aku lakukan selama ini.''


''Ise dengarkan aku kita hanya bisa berteman. tapi tidak untuk menjalin kasih kembali.'' jawab Daniel


''Kenapa Niel kamu tau perasaan ku sama sekali belum berubah.'' Jessica semakin erat menggenggam tangan Daniel


Arumi yang melihat itu dari kejauhan sudah tidak tahan kesal dengan Daniel


''pria kejam itu mengajak ku kemari hanya untuk melihat nya bermesraan dengan kekasih nya benar benar kejam sekali.'' Arumi menghampiri meja Danil tanpa kata mengambil tas nya yang tergeletak di atas meja, tadi Arumi meninggal kan tas nya. kemudian berlalu pergi tanpa menghiraukan Daniel dan Jessica


''Hie tunggu mau kemana.'' teriak Daniel kaget melihat Arumi tiba tiba datang hanya mengambil tas nya dan pergi.


''Niel siapa dia.'' tanya Jessica


Daniel mengajar Arumi tapi teringat belum membayar makanan nya. Danial kembali kedalam dan membayar makan nya berharap Arumi menunggu nya di di parkiran mobil


''Kemana gadis itu. kenapa tidak menungguku main pergi aja.'' Daniel menoleh ke sekeliling tapi tidak menemukan Arumi.


''Niel kamu mau kemana.'' tanya Jessica


''Ise maaf aku harus pergi.''


''Niel boleh aku menumpang sampai depan.'' ucap Jessica tampak memohon dengan ragu Daniel mengangguk


Rupanya Arumi belum pergi dia bersembunyi di antara mobil yang terparkir dengan sangat jelas melihat Jessica masuk ke mobil Daniel.


''Ise keluarlah kamu bilang hanya sampai depan sini.'' Daniel menghentikan mobil nya


''Tidak kah kamu bisa mengantar ku sampai rumah ku Niel.''


''Tidak aku sangat sibuk sekali.'' tolak Daniel ucapan nya terdengar datar.


Dengan berat hati Jessica turun dari mobil Daniel. dan kembali ke restoran mengambil mobil nya. menumpang hanya modus Jessica agar lebih lama berdekatan dengan Daniel.


''Temukan nona muda dengan segera.'' titah Daniel dalam sambungan telpon nya. Arumi dalam bahaya sekarang pergi tanpa pengawasan


''Ceroboh sekali gadis itu. berapa kali aku harus bilang bahaya berkeliaran tanpa pengawal.'' Daniel tampak kesal dan kuatir.


Sedang Arumi masih berada di kawasan restoran berjalan dengan gontai menyusuri trotoar. kemudian menyetop taksi perut nya terasa sangat lapar Arumi melihat gerobak mee ayam


''Pak tolong berhenti di depan.'' supir taksi itu mengikuti arahan Arumi menepikan mobil taksi nya.


''Ini pak kembali nya ambil saja.'' Arumi menyerahkan uang untuk membayar ongkos taksi

__ADS_1


''Terimakasih neng.'' ucap supir taksi itu


''Bersambung


__ADS_2