
''
''
Waktu bergulir sangat cepat beberapa kali Arumi menghadiri persidangan di sela magang nya di perusahaan suami kejam nya.
Sang bibi meraung meminta maaf pada Arumi meminta Arumi mencabut semua laporan nya dan berjanji akan memperlakukan Arumi dengan baik dan mengembalikan perusahaan ayah nya. Namun Arumi tak bergeming masih dengan keputusan nya.
''Aku tau kedua orang tua ku salah. Apa kamu tidak punya hati untuk me maaf kan nya.'' ucap paulina menghampiri Arumi.
''Aku tidak punya hati, bukan nya kedua orang tuamu yang tidak punya hati. Bah kan ayah mu membantu ibu mu merencanakan pembunuhan untuk membunuh saudara kandung nya. Ayah ku Gerald Orlando.'' ucap Arumi telak.
''Aku tau Rumi. karena itu aku minta maaf. Atas nama kedua orang tua ku.'' lirih Lina
''Kenapa baru sekarang minta maaf. Dulu di mana kalian sekarang menyesal selama ini kalian hidup dengan baik dengan menindas ku dan adik ku.'' ucap Arumi lagi.
Paulina tertunduk menyadari kesalahan nya dan keluarga nya sekarang sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi untuk menyelamat kan kedua orang tua nya sang ayah juga sudah mengakui kesalahan nya di depan hakim di setiap persidangan. Dan meminta pengacara nya untuk tidak mencari bukti yang bisa membebaskan nya karena menurut Gery sudah percuma.
''Kak Rumi benar kak Lina.''
''Olin kamu di sini.''
''Kak Rumi aku minta maaf selama ini kami sangat jahat pada mu dan juga Rose. Menyesal pun memang sudah terlambat. Setidak nya aku masih bisa minta maaf padamu atas semua kesalahan keluarga ku.'' air mata Lina luruh mendengar ucapan sang adik meminta maaf untuk kedua orang tua nya.
''Sudah kalian berdua tidak usah ber akting atau ber pura pura untuk mendapat simpati istri ku.'' sela Daniel
''Aku tidak sedang ber pura pura akting kak Daniel. Aku sungguh menyesal karena selama ini yang ku tau rumah dan perusahaan itu adalah milik ayah ku. Tanpa tau yang sebenar nya terjadi. Dan ku akui ibu ku juga sudah menanam kan kebencian pada ku.''
__ADS_1
''Olin.''
paulina menghentikan ucapan adik nya meski ibunya bersalah Lina tidak ingin adik nya membicarakan keburukan sang ibu.
''Olin aku tau ibu dan ayah kita memang bersalah meski begitu mereka tetap orang tua kita jangan membicarakan keburukan nya.'' lirih Lina
''Aku tau kak setidak nya kak Rumi masih bisa me maaf kan kita.'' ucap Olin
''Olin jangan takut aku sudah me maaf kan mu dan juga kedua orang tua kalian akan tetapi proses hukum tetap berjalan aku tidak bisa mencabut nya. Mereka yang menjadi korban bukan hanya ayah dan ibu ku dalam mobil yang di kendarai ayah dan ibu ku ada sekertaris ibu ku dan juga asisten nya. Keluarga mereka juga menuntut ke Adilan atas kematian nya. Jadi tolong mengerti lah aku tidak akan mencabut laporan.'' tegas Arumi.
''Kami sangat mengerti Rumi. Aku hanya minta keringanan hukuman untuk ayah dan ibuku.'' lirih Lina
''Kak Lina apa yang di ucap kan kak Rumi benar kita serah kan saja pada proses hukum biar hakim yang menentukan.''
''Olin kakak tau apa kamu tidak ingin ayah dan ibu mendapat kan keringanan hukuman. Aku yakin ayah dan ibu sudah menyesali perbuatan nya.'' ucap Lina tegas pada adik nya.
''Olin tau kak kita tidak bisa berbuat apa apa lagi.'' jawab Olin
''Itu tidak mungkin aku tidak setuju laporan itu aku yang buat bukan atas nama istri ku, dan istri ku ini hanya sebagai saksi.'' jawab Daniel yang sedari tadi hanya diam
''Tolong lah Rumi bujuk suami mu. kami tidak ingin apa apa setelah ini.'' ucap Lina tampak memohon.
''Apa jika aku mem bebas kan kedua orang tuamu atau meringan kan hukuman nya ke dua mertuaku bisa hidup kembali.'' tanya Daniel ucapan nya penuh tekanan.
Arumi menatap Daniel tatapan nya lembut hatinya menghangat dari awal memang Daniel lah yang ingin membuka kasus kecelakaan kedua orang tua nya. Apa pria kejam di samping nya ini benar benar ingin menerima pernikahan nya mencintai Arumi dan menyayangi nya. Lalu bagai mana dengan kekasih Daniel wanita itu masih sering menghubungi Daniel.
''Kenapa melihat ku seperti itu.'' ucap Daniel lembut. Arumi mengalih kan pandangan nya beralih menatap Lina yang masih memohon.
__ADS_1
''Lina bawalah adik mu pulang dan tunggu persidangan selanjut nya aku tidak bisa berbuat apa apa.'' Arumi melangkah kan kakinya pergi meninggal kan Lina dan adik nya.
''Rumi ku mohon. Teriak Lina berusaha menahan langkah kaki Arumi. Tuan Daniel tolong lah.'' ucap Lina beralih memohon pada Daniel
''keputusan ada pada istri ku. Aku tidak bisa memutuskan nya begitu saja jika istri ku tidak mau jangan memaksa nya. Kalian mengerti.'' tegas Daniel menyusul langkah kaki Arumi menuju parkiran.
''seandai nya ibu bisa bersyukur tidak punya hati iri dan dengki ini semua tidak akan pernah terjadi.'' lirih Olin air matanya pun luruh
''diam lah Olin mereka seperti itu juga karena ingin membahagiakan kita ingin kehidupan yang terbaik untuk kita.'' ucap Lina
''Dengan merebut dan membunuh saudara nya. Jika sudah seperti ini bagai mana kalau bisa mencegah saat itu Olin pasti akan mencegah nya tapi sayang Olin tidak bisa aku hanya anak kecil saat itu.'' jawab Olin masih dengan derai air mata nya.
Lina membawa sang adik meninggal kan pengadilan Lina harus menjaga sang adik saat ini menjadi tulang punggung untuk adik nya rasa menyesal juga menyelimuti hati paulina kenapa tidak menghentikan perbuatan kedua orang tua nya saat itu. Jelas paulina mengetahui rencana sang ibu
''Kita langsung pulang saja.'' Daniel membawa Arumi pulang menuju mansion
Di kantor pekerjaan ku masih banyak.'' lirih Arumi melihat jam di pergelangan tangan nya masih jam kantor.
''Aku bos nya. Dan kamu istri ku.'' jawab Daniel tetap melajukan. Mobil nya menuju mansion
'' Aku hanya tidak ingin karyawan mu merasa aku di istimewakan.'' jawab Arumi
''Kamu memang Istimewa apa aku perlu mempublish pernikahan kita biar mereka semua tau kami istri ku.'' ucap Daniel
''Tidak perlu.'' jawab Arumi
biar kan semua masih menjadi rahasia seandai nya Daniel menikah lagi dan Arumi menggugat cerai setidak nya tidak ada orang yang tau status nya sudah menjadi janda orang orang pasti akan mengira Arumi hanya sampah yang di buang Daniel
__ADS_1
Gengss lama tidak update maaf di rumah sangat sibuk sekali semoga mulai hari ini bisa update lagi
Bersambung