Terjebak Pernikahan Pria Kejam

Terjebak Pernikahan Pria Kejam
kelinci kecil,,


__ADS_3

''


''


''Setelah meeting selesai Daniel segera melajukan mobil nya menuju kediaman sang kakek, untuk menyusul Arumi Daniel tidak ingin gadis bodoh itu, pulang sendirian dari rumah kakek nya,


''Niel kamu kemari juga bagus lah seru kakek melihat kedatangan Daniel,


''Aku lapar dari tadi aku belum makan, seru Daniel tanpa menghiraukan seruan kakek nya,


''Rumi layani suami mu, kelihatan nya dia sangat lapar, sebenar nya Arumi malas untuk mendatangi Daniel di meja makan, namun karna perintah kakek, Arumi berdiri dan bergegas menyusul Daniel di meja makan,


''Biar aku saja bik, ucap Arumi menolak pelayan yang ingin melayani Daniel makan, kedatangan Arumi membuat Daniel senang,


''Kamu sudah makan,, tanya Daniel pelan


''Sudah tadi bersama kakek,


''Suapi aku, pinta Daniel ketika Arumi menyodorkan piring berisi nasi dan yang lain nya,


''Jangan bercanda tuan, saya lagi tidak ingin ber akting lebih dari ini, berpura pura rumah tangga kita naik baik saja, ucap Arumi dengan nada ketus nya,


''Tapi aku tidak sedang ber akting, aku serius ingin di suapi oleh mu, ucap Daniel dengan lembut,


''Berhenti mengintimidasi ku tuan, aku selalu menuruti ucapan mu, tidak pernah membantah mu, menerima segala bentuk hukuman dan ancaman mu, jangan hanya karna anda membantu mencari keadilan untuk almarhum ayak ku anda bisa seenak nya pada ku, terang Arumi dengan nada dingin nya,


''daniel terdiam mendengar ocehan arumi, selera makan nya menghilang begitu saja, Dani meletak kan sendok dan garpu nya kemudian mendorong piring nasi sedikit menjauh dari nya,


''Kenapa tidak di makan, tanya Arumi heran,


''Sudah tidak berselera, jawab Daniel lalu mengambil gelas berisi air putih meminum nya seteguk sekedar untuk membasahi tenggorokan nya, Danil berdiri dari duduk nya meninggal kan meja makan lalu duduk bergabung dengan kakek nya, armi melihat itu mendengus kesal,


''Cepat sekali makan mu Niel, tanya kakek heran, Daniel diam tidak menjawab entah apa yang sedang di pikir kan nya,


''Arumi datang membawa nasi Daniel tadi dengan air putih di tangan nya,


''Cucu kakek manja, maunya di suapi seru Arumi ikut duduk di samping Daniel,


''Buka mulut, seru Arumi dengan sendok di depan mulut Daniel,


''Aku tidak menyuruh mu tidak juga memaksa mu, kamu tidak terpaksa melakukan nya kan, ucap Daniel dengan nada datar nya, yang sebenar nya dalam hati merasa senang,


''Sebenar nya Daniel kesal dengan foto yang di kirim anak buah Alan, melihat Arumi duduk begitu dekat dengan seorang pria di kampus nya, karna mulai sekarang Daniel meminta anak buah Alan melaporkan nya langsung pada Daniel apa yang istrinya itu lakukan,

__ADS_1


''Dasar kelinci nakal, tapi kamu manis juga, batin Daniel berkata,


''Sesuap demi sesuap Arumi menyuapi Daniel pelan, jika kakek tidak sedang melihat keduanya, Arumi menatap tajam Daniel bahkan melototi nya,


''Beraninya kamu melotot pada ku awas nanti kalau di rumah, ucap Daniel nyaris tak terdengar hanya gerak bibir saja yang tampak komat Kamit,


''Apa aku tidak takut, ucap Arumi sama, hanya gerak bibirnya saja yang tampak komat Kamit,


''tiba tiba Daniel tersenyum tipis tapi senyuman nya mengandung makna yang menakut kan,


''Terus saja kamu seperti ini, lagi mulut Daniel komat kamit


''Apa,, Arumi menajam kan tatapan nya,


''Cup,,


''Di depan kakek Daniel mencium bibir kecil Arumi,


''Emh,,,!


''Arumi memukul lengan kokoh Daniel, agar melepaskan ciuman nya,


''berteriak lah aku akan menerkam mu di sini juga, ancam Daniel sukses membuat Arumi diam,


''Manis,, bisik Daniel seraya mengusap bibir Arumi dengan ibu jari nya,


''Aku belum selesai makan nya, mau di bawa kemana piring nya, kesal Daniel melihat Arumi berdiri hendak membawa piring nya,


''Maka nya kalau makan jangan main main cepat ngunyah nya, seru Arumi menyuarakan kekesalan nya,


''Iya iya aku akan cepat ngunyah nya, ucap Daniel cepat,, kakek tersenyum geli melihat tingkah Daniel dan istrinya,


''Kakek tau Arumi terpaksa melakukan nya, sedang Daniel memang sudah mulai ada rasa tapi tidak menyadarinya, semenjak Daniel tau Arumi putri dari paman Gerald entah kenapa hati Daniel merasa senang,


''Sudah,,,! ini minum nya ucap Arumi ketus'' seraya memberikan gelas berisi air putih pada Daniel,


''Sudah besar juga makan di suapin, gerutu Arumi kesal,


''Bagaimana perkembangan kasus itu Niel, tanya kakek ketika Arumi pergi ke dapur,


''masih di tangani penyidik kek, memeriksa beberapa saksi, sebelum menetapkan siapa yang akan jadi tersangka, jelas Daniel,


''Perketat penjagaan untuk istrimu, paman dan bibik nya selalu mencari kesempatan untuk menculik istrimu, ucap kakek memperingatkan Daniel,

__ADS_1


''Hem Daniel tau Daniel sudah menyuruh bodyguard untuk menjaga nya, Daniel juga tau beberapa kali mereka hampir mencelakai nya, terang Daniel lagi,


''Jangan kasi celah untuk mereka menyakiti istrimu, utamakan keselamatan nya sekarang, karna perang sudah di mulai, jelas kakek lagi,


''iya,,


''setelah dari dapur Arumi mengurungkan niat nya kembali ke ruang tamu, setelah mendengar pembicaraan kakek dan pria kejam itu,


''jadi dia juga menyuruh beberapa orang untuk menjaga ku, kenapa pria kejam itu terkadang baik terkadang hampir membunuh ku, gumam Arumi tidak mengerti, sebenar nya apa mau nya, batin Arumi berkata lagi,,


''Nona kenapa masih disini, pelayan datang mengaget kan Arumi,


''Tidak apa apa, sini biar aku saja yang bawa, Arumi mengambil alih piring berisi buah yang sudah di Potong dari tangan pelayan,


''Baik lah nona, pelayan itu memberikan piring yang di bawa nya, Arumi berjalan menuju ruang tengah di mana Daniel dan kakek sedang berbincang,


''Kek,, panggil Arumi


''Apa ini, tanya kakek,


''Buah,,


''Ini ke sukaan suami mu, berikan pada nya, titah kakek Arumi melihat Daniel yang sedang tersenyum miring sambil memicingkan sebelah matanya membuat Arumi bergidik ngeri,


''Sini, Daniel menepuk sofa di sebelah nya, Arumi diam tak bergeming, tetap berdiri di tempat nya,


''Aku ingin makan buah, kenapa takut seolah aku ingin memakan mu saja, ucap Daniel, kali ini dia tidak sedang ber akting di depan kakek,


''Dasar, ini makan sendiri, Arumi menyodorkan piring buah itu ke hadapan Daniel,


''Buka mulut aaa Daniel memaksa menyuapi Arumi,


''Buka mulut mu aku cium lagi mau bisik Daniel pelan, seketika Arumi melotot kan matanya,


''Dasar kamu tau itu ciuman pertamaku, ucap Arumi dengan nada berbisik,


''Bagus lah kalau itu yang pertama, Daniel mengingat lagi foto itu,


''Ciumsn saja yang pertama lalu kapan kalian akan melakukan malam pertama, seru kakek sedari tadi ia mendengar ucapan Daniel dan Arumi meski sedang berbisik,


''Nanti malam juga bisa kek, Hoda Daniel pada Arumi seraya menaik turunkan alias nya,


''Buk, Arumi memukul lengan Daniel dengan kesal,

__ADS_1


''Daniel diam tidak menanggapi pukulan Arumi karna baginya tak berasa apa apa, Daniel hanya menjahili Arumi, senang melihat Arumi tampak kesal baginya terlihat imut dan menggemas seperti kelinci kecil


bersambung


__ADS_2