Terjebak Pernikahan Pria Kejam

Terjebak Pernikahan Pria Kejam
kedatangan Maya,


__ADS_3

''


''


''


''Begitu sampai di rumah, Arumi bergegas menuju kamar nya, tanpa menoleh dan perduli orang yang sedang duduk di ruang tamu Diana sedang menerima tamu nya,


"Arumi tunggu, suara Diana menghentikan langkah kaki Arumi,


"Sini dulu kamu ini sama orang tua, tidak ada sopan sopan nya paling tidak kenalan dulu sama teman ibu,, seru Diana,


''Maaf bu Arumi, sedang buru buru mau bersih bersih, keburu suami Arumi pulang sebentar lagi, jelas Arumi seraya melihat jam bulat yang ada di dinding,


''sudah lah Diana rasanya aku tidak ingin mengenal nya karna sepertinya tidak selevel dengan kita, sela Maya memandang tak suka pada Arumi selain itu juga matanya memindai atas sampai bawah penampilan Arumi,


''Saya juga tidak ingin mengenal Tante, orang yang hanya memandang harkat martabat dan kedudukan, jawab Arumi datar,


''Kamu dengar ya sebentar lagi Jessika akan datang, kamu lihat sendiri nanti seperti apa selera Daniel, jika di banding kan dengan dirimu ini Jessika jauh lebih segalanya dari pada kamu, ucap Maya penuh penekanan,


''jessika siapa dia, apa Jessika kekasih tuan Daniel, tapi baguslah kalau dia datang, batin Arumi


''Maaf saya permisi dulu, pamit Arumi, cuek dengan ucapan sahabat ibu mertuanya itu, dengan cepat meninggal kan ibu mertua dan teman nya,


''Melihat nya aku yakin Daniel tidak akan pernah tertarik pada gadis kampung itu, seru Maya yakin, Daniel akan tetap bersama putri nya,


''Ya aku juga berfikir seperti itu, sela Diana menimpali,


''Karna hanya Jessika yang bisa mendekat kan ku sama Daniel, ucap Diana lagi,


''Arumi segera mandi membersih kan dirinya, setelah lelah beraktivitas di luar rumah, apa lagi kejadian siang tadi yang sangat menguras pikiran Arumi,


'''''''''

__ADS_1


''Di tempat lain Daniel dan Alan baru saja selesai meeting di hotel x, hari sudah sore, Alan melihat jam di pergelangan tangan nya,


''Tuan kita langsung pulang saja, berkas berkas tadi kita bisa memeriksanya nanti di rumah setelah makan malam, ucap Alan memberi usul,


''Terserah kamu saja, aku juga sudah lelah, seharian ini kita banyak beraktivitas di luar kantor, jelas Daniel,


''Satu lagi tuan pak bin melapor kan di rumah ada nyonya Maya, uacap Alan memberi tau,


''Untuk apa dia datang ke rumah, apa mau bilang putri nya akan segera kembali, sedang dulu pergi begitu saja tanpa pamit padaku, Daniel menghela nafas berat nya,


''Saya juga tidak tau tuan, tadi pak bin juga melapor kan nyonya Maya sempat bertemu dengan nona arumi, dan sepertinya mereka sedikit berdebat, jelas Alan lagi,


''Biarkan saja aku yakin gadis itu tidak akan pernah takut dengan siapa pun, dengan ku saja dia berani, Daniel mengingat bagai mana beraninya Arumi pada dirinya, jujur menyukai sifat gadis itu tangguh tidak mudah di tindas, oleh orang lain, Daniel menyadari hanya dirinya yang selalu menindas Arumi,


''Maaf, batin Daniel


''Bagai mana tuan apa kita lanjut pulang, tanya Alan,


''melihat mobil Daniel mendekat penjaga rumah Daniel segera membuka lebar pintu gerbang dengan menekan tombol otomatis dari ruang pos penjaga,


'''Benar saja masih ada mobil asing yang terparkir di halaman rumah Daniel,


''Pak bin segera membuka pintu untuk tuan muda nya,


''Terimakasih pak, pak bin terdiam sejenak,


''Apa aku tidak salah dengar, tuan muda mengucapkan kata terimakasih, batin pak bin,


''Sama sama tuan, melihat senyum tipis menghiasi bibir Daniel, pak bin kembali terdiam berkata dalam hati,


''Ada apa ini, melihat sekertaris Al, wajah nya datar tidak bisa di tebak,


''Sedang Rumi, seperti biasa tersenyum manis mengulurkan tangan nya menyalami sang suami dengan hangat,

__ADS_1


''Niel kamu sudah pulang, suara teriakan Maya dari ruang tamu,


''Duduk lah Niel, Tante ingin bicara dengan mu, lanjut Maya lagi, namun perasaan Daniel tak sehangat dulu lagi, Maya sedikit menyadari itu dengan sikap Daniel yang tak lantas menjawab sapaan nya,


''Niel, Tante kesini ingin memberitahu mu secara langsung, rasanya tidak enak jika hanya bicara di telepon, Maya mencoba membuka obrolan dengan Daniel yang masih berdiri tak bergeming meski Maya menyuruh nya duduk,


''Minggu ini Ica akan segera kembali ke tanah air, seru Maya, wajah nya jelas tampak bahagia, membicarakan putri nya yang akan segera kembali,


''Anda kesini hanya ingin membicarakan kepulangan nya, apa anda dan putri anda pernah membicarakan saat dia pergi, aku bahkan tidak di beri tau, tidak ada raut senang di wajah Daniel, seperti biasa di gin dan datar,


''Tante minta maaf Niel, waktu itu Ica pergi karna mendadak, tidak sempat memberitahumu, jelas Maya lagi,


''Daniel diam tidak menjawab, menggenggam tangan Arumi melirik nya sekilas, lalu membawanya menaiki tangga menuju kamar nya,


''Niel, seru Maya namun Daniel tidak memperdulikan seruan Maya,


''Biarkan Daniel menata perasaan nya dulu may, wajar kalau Daniel kecewa, kita tunggu Jessica pulang dulu biarkan Jessica yang bicara dengan Daniel nanti, Diana mencoba menenangkan perasaan Maya atas sikap dingin Daniel,


''Ini pasti gara gara perempuan itu, beraninya gadis kampung itu menghasut Daniel, dan ingin merebut nya, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, ucap maya, seraya menahan air mata yang hendak menetes di pipinya, sedikit banyak Maya jelas merasa sedih dengan sikap Daniel lagi,


''Perasaan putriku sudah hancur saat mendengar Daniel menikah dua bulan yang lalu, Ica sangat menyayangkan, kenapa Daniel tidak mau menunggu nya pulang, terang Maya,


''Jika Jessica pulang biarkan mereka bicara berdua, aku yakin Daniel masih sangat mencintai putrimu, gadis itu hanya pilihan ayah mertuaku, Daniel tidak mungkin mencintai nya, secara dia gadis kampung penampilan nya saja jauh berbeda dengan Jessica, jelas Diana,


tidak sadar darimana dia dulu sebelum menikah dengan ayah nya Daniel, Delia yang mendengar sang ibu bicara semakin di buat benci, sedikit banyak Delia sudah mendengar kisah sang ibu, meski tidak semua, kakek hanya bilang bahwa ibunya dahulu pelayan yang merawat ibunya Daniel yang sedang sakit,


''Lebih parah nya dahulu ibu hanya seorang pelayan gumam Delia pelan,, sedang arumi masih lebih baik, bisa kuliah di kampus bergengsi, meski sambil bekerja di restoran, dia juga tak seperti memanfaat kan keadaan nya sekarang, menjadi seorang istri dari seorang Daniel Radcliffe Luis, Arumi masih menjalani kehidupan sederhana nya, masih mengenakan pakaian lamanya,


''Diana aku pulang dulu, nanti aku kesini lagi bersama Jessika, pamit Maya, Diana mengangguk mengerti,


''Terimakasih, sudah mengerti keadaan putriku, ucap Maya,


#bersambung,

__ADS_1


__ADS_2