
''
''
''
''Seperti yang sudah di rencanakan,
Darius datang ke kota Jakarta, untuk menemui Alan, Darius sudah membuat janji sebelumnya, bertemu secara diam diam di ruang VIP hotel, mengingat musuh sudah tersebar luas mengintai pergerakan keduanya, sengaja Darius mengatas namakan bisnis ketika membuat janji temu bersama Alan,
''Tak berapa lama Alan mulai memasuki lobi hotel, berjalan menuju lif untuk menuju ruang VIP yang sudah di pesan klien nya,
''Silahkan masuk tuan, penjaga hotel mengantar Alan sampai ke depan pintu ruang VIP,
''Selamat malam tuan maaf saya terlambat, Alan mengulurkan tangan nya seraya minta maaf karna terlambat datang,
''Tidak apa apa tuan, saya mengerti anda orang yang sangat sibuk, Darius berkata apa ada nya, diam diam pria matang itu sangat mengagumi sosok Alan, dahulu dirinya seperti Alan, berada di samping tuan Gerald menjadi tangan kanan nya, meski usia Darius masih sangat muda kala itu,
''Bisa kita mulai sekarang meeting nya tuan, anda sudah menyiap kan proposal nya, tanya Alan langsung pada intinya,
''Maaf tuan, boleh saya bicara sebentar, dan tolong dengarkan saya dulu, Darius berkata pelan,
''Silahkan tuan, Alan memberi waktu untuk Darius bicara,
''Begini tuan, yang pertama saya mengajak anda untuk bertemu jujur bukan karna bisnis, ada hal lain yang ingin saya bicarakan dengan anda, jelas Darius,
''Tentang apa tuan, tanya Alan,
''Apakah benar yang saya dengar, bahwa anda ingin membuka kembali kasus kecelakaan yang menimpa mendiang tuan Gerald Orlando, sepuluh tahun lalu, tanya Darius
''Anda siapa, apa hubungan nya dengan ini, tanya Alan penasaran dengan orang yang duduk di hadapan nya,
''Perkenalkan nama saya Darius merhandoko dahulu saya sekertaris mendiang tuan Gerald Orlando, terang Darius,
__ADS_1
''Lalu apa yang anda ingin kan, tanya Alan,
''Kalau boleh ijinkan saya membantu anda, mohon Darius,
''Dengan cara apa anda ingin membantu saya, tanya Alan lagi mulai tertarik dengan pembicaraan ini,
''Saya punya beberapa bukti dan saksi, mengenai kasus itu,
''Kenapa anda tidak memberikan nya pada polisi, tanya Alan penuh selidik,
''Saya tidak punya kekuatan dan keberanian pada waktu itu, nona Arumi dan adik nya nona Rose, yang kala itu masih bayi, keduanya berada di tangan tuan Geri dan istrinya, atas dasar itu mereka mengancam pengacara yang saya sewa, demi keselamatan nona Arumi dan adik nya, saya menutup kasus itu sebagai murni kecelakaan, sesua yang tuan Geri dan istrinya minta, terang Darius lagi,
''Lalu sekarang kenapa anda berani, tanya Alan ingin tau apa lasan Darius membantunya,
''Karna saya yakin, nona Arumi dan sang adik sudah berada di tempat yang aman sekarang, lanjut Darius lagi,
''Dari mana anda tau kalau nona Arumi dan adik nya berada di tempat yang aman, tanya Alan lagi, semakin penasaran dengan keberadaan adik nona mudanya,
''Jadi adik nona Arumi ada bersama anda, tanya Alan penasaran,
''Iya nona rose berada di Surabaya sekarang, malam itu anak buah saya mengikutinya saat kabur dari rumah tuan Geri bersama bik Lasmi dan seorang penjaga bernama Doni, jelas Darius lagi,
''Apakah semua ucapan anda bisa di percaya, berikan saya bukti jika adik nona Arumi berada di tempat yang aman, mendengar ucapan Alan Darius mengeluarkan ponsel nya membuat panggilan video col bersama bik Lasmi,
''Tak berapa lama kemudian sambungan terangkat dari sebrang,
''Nak rius, Suara bik Lasmi memanggil Darius,
''Bu, ibu apa kabar, tanya Darius memastikan,
''Ibu baik, jawab bik Lasmi dari sebrang,
''Bagaimana keadaan rose Bu, tanya Darius lagi,
__ADS_1
''paman, terdengar teriakan rose dari sebrang,
''Paman jangan lupa kalau pulang bawakan rose oleh oleh, ucap nya senang,
''Tentu saja, apa yang tidak paman berikan untuk keponakan paman yang cantik ini,
''benar ya paman, terdengar suara Ros lagi, panggilan pun berakhir, sudah cukup bagi Alan untuk mempercayai orang yang bernama Darius itu,
''Baik lah tuan Darius, anda bisa membantu saya memenangkan kasus itu, mari kita cari keadilan untuk orang baik seperti mendiang tuan geral dan istrinya, ucap Alan seraya menyesap kopi di hadapan nya,
''Satu lagi tuan, saya minta rahasiakan pertemuan kita ini, saya yakin ada banyak mata jahat sedang mengintai kita, ucap Darius memberi tau Alan,
''Saya tau tuan, anda jangan kuatir soal itu, yang terpenting sekarang keselamatan nona rose ada di tangan anda, berhati hatilah karna belum saat nya anda menampak kan diri di depan musuh, ucap Alan
''Setelah pertemuan kedua nya benar saja, anak buah Paula yang sedang mengintai pergerakan Alan lang sung melapor pada atasan nya, sejauh ini tidak ada yang mencurigakan Alan hanya bertemu dengan rekan bisnis nya, lapor anak buah Paula,
''Sedang Alan sedikit bisa bernafas dengan lega, mengetahui adik sang nona muda baik baik saja,
''Pantas saja susah di jangkau, ternyata ada orang yang melindunginya, batin Alan,
''Sedang Darius usai bertemu dengan Alan segera naik keatas menuju kamar nya, karna Darius menginap di hotel yang dia pakai untuk bertemu dengan Alan,
''Sepanjang perjalanan menuju kamar nya, Darius tak hentinya tersenyum meski tipis,
''Kali ini tamat lah riwayat mu, Paula'' tuan Geri yang bodoh, batin pria matang itu tersenyum senang,
''Tidak ada alasan bagi Darius untuk takut lagi, penyebab ketakutan nya sudah aman untuk sementara ini, tinggal bagai mana cara merebut kembali perusahaan yang menjadi hak Arumi dan adik nya,
''Tuan aku akan kerahkan semua tenagaku untuk merebut semua kembali, apa yang menjadi hak anda untuk kedua putri anda, batin Darius
''Kembali mengingat masa dulu, ketika darius pontang panting hidup di jalanan kesana kemari mencari pekerjaan mengandalkan ijasah yang hanya tamatan SMA, berkat Gerald mendidik nya dengan baik di tambah lagi Darius yang memang anak cerdas dan pandai, membuatnya bisa mendampingi Geri menjadi tangan kanan nya, meski tak pernah mengenyam bangku kuliah,,
Bersambung
__ADS_1