
''
''
''
''Setelah makan malam selesai Arumi masih di bawah melihat ikan nya yang berenang bebas, Delia tersenyum menghampiri Kakak ipar nya
''Ini punya kakak ipar, tanya Delia juga ikut melihat ikan itu,
''Kak Rumi jangan panggil aku kakak ipar, seru Arumi, melarang Delia memanggil nya kakak ipar,
''Kenapa memang nya,, tanya Delia penasaran,
''Tidak apa apa, rasanya tidak enak saja di dengar, jawab Arumi seadanya,,
''Ikan nya bagus kak, ini punya kak Rumi, tanya Delia lagi, mengulang pertanyaan nya,,
''Iya,,? dahulu ketika ayah ku masih ada, hampir setiap Minggu kita berburu ikan hias di pasar ikan, setelah nya tidak pernah lagi sampai sekarang,, terang Arumi,
"Kalau begitu kita hampir sama, dahulu setiap hari minggu ayah selalu membawa ku ke taman bermain, menaiki biang Lala, mencoba setiap permainan, hingga aku merasa lelah, ayah yang selalu ada ketika aku kesulitan membuat PR, terang Delia sama hal nya Arumi yang menerawang jauh ke masa lalu, sebelum kecelakaan itu terjadi,
"Daniel sedari tadi berdiri di tengah tangga bersembunyi di balik dinding, mendengar kan pembicaraan adik dan istrinya,
"Kamu masih beruntung ada kakak dan ibu mu yang juga menyayangi mu, sedang aku semenjak kepergian ayah dan ibu, aku di usiaku yang masih sepuluh tahun harus merawat adik ku di bantu Bu Lasmi, terang Arumi lagi,
"Memang nya ibu kak Rumi juga meninggal, tanya Delia memastikan
"Hem, ayah dan ibuku mengalami kecelakaan dalam perjalanan bisnis ke luar kota, keadaan ibuku sedang hamil besar, dokter hanya bisa menyelamat kan adik ku, Delia terenyuh, mendengar cerita Arumi,
"Maaf, cicit Delia,
"Tidak apa apa,
__ADS_1
"Delia diam tidak ingin bertanya lagi, di mana adik kakak ipar nya, yang pastinya sulit untuk di ceritakan dan akan menambah lagi ke kesedihannya,
"Sedang Daniel juga sama, merasakan sedih yang luar biasa, ketika kecelakaan itu menimpa paman Gerald nya,, Daniel masih berada di Jerman menempuh pendidikan nya, hanya mendengar kabar itu dari sang ayah,
"Maaf kemarin aku selalu berlaku kasar padamu, gumam Daniel dalam hati,,
"aku naik dulu ya mau ngerjain tugas kuliah semua harus selesai, sebelum magang di mulai, jelas Arumi pamit pada sang adik ipar,
"Silahkan kak, aku juga mau ke kamar, jawab Delia tersenyum ramah, Diana menatap tak suka putrinya Delia akrap dengan Arumi,
"Arumi segera menaiki tangga menuju kamar nya, sesampai nya di dalam kamar tampak Daniel duduk di sofa tempat biasanya Arumi gunakan untuk tidur,
"Sesenang itu kah kamu dengan ikan, sampai lupa waktu untuk naik ke atas, suara berat Daniel menegur Arumi,
"Maaf tuan aku hanya merawat dan memberinya makan, jelas Arumi membela diri,
"Duduk lah aku ingin bicara, ucapan Daniel terdengar lembut meski nadanya masih datar dan dingin
"Perlahan Arumi duduk di sebrang Daniel, keduanya saling berhadapan,
"Kamu mengenal paman Darius, tanya Daniel,
"Iya aku mengenal nya, paman Darius sekertaris ayah dulu, jawab Arumi cepat, seraya mengangguk kan kepalanya,
"Adik mu ada di sana, dia aman sekarang, Arumi luruh ke lantai air matanya jatuh tanpa diminta menangis sesenggukan seraya mengucap sukur, adik nya baik baik saja,
" hentikan tangisan mu, masih ada lagi yang ingin aku bicarakan dengan mu, bagai mana aku bisa bicara jika kamu menangis, melihat Arumi menangis Daniel tidak tau harus berbuat apa,
"Hei kamu dengar aku tidak, teriak Daniel sedikit membentak,
"Maaf tuan aku terlalu bahagia, mendengar adik ku baik baik saja, dan berada di tangan orang baik, lirih Arumi di sela tangisan nya,
"Bagai mana kamu tau paman Darius orang baik, tanya Daniel penuh selidik,
__ADS_1
"Meski masih kecil saya bisa merasakan nya, jelas Arumi,
"Tadi tuan mau bicara apa lagi, lirih Arumi menghentikan tangisan nya, mengusap sisa sisa air mata
"Dengarkan aku sampai selesai dan jangan menangis lagi, wajah mu jelek sekali kalau menangis bikin sakit mataku saja, ucap Daniel ketus, Arumi mengangguk pelan diam bersiap mendengarkan Daniel bicara selanjut nya,,
"Kamu tau yang sebenar nya terjadi atas kecelakaan yang menimpa ayah mu, mendengar ucapan Daniel Arumi diam tidak tau harus menjawab apa, kala itu Arumi masih kecil,
"Saya tidak tau tuan, yang saya dengar dari paman Geri dan bibi Paula ayah saya mengalami kecelakaan, dan sebagai adik dari ayah saya paman Geri mengambil alih perusahaan, dan akan menyerah kan nya pada saya jika saya sudah besar, jawab Arumi seadanya,
"Bukan seperti itu, yang terjadi kecelakaan ayah mu memang di sengaja, oleh paman dan bibi mu karna mereka ingin menguasai perusahaan ayah mu, terang Daniel menunggu reaksi Arumi, gadis di depan nya ini benar benar tidak tau apa apa atau menyembunyikan sesuatu,
"oh ya, pantas saja selama ini paman dan bibi tidak pernah memberi ku hidup yang layak aku dan adik ku di anggap menumpang di rumah ku sendiri, ucap Arumi,
"Apa kamu tidak sakit hati dan ingin merebut perusahaan ayah mu kembali, tanya Daniel ekor matanya memicing,
"Ada karna itu saya mati matian belajar, biar saya tau mengenai seluk beluk berbisnis, ayah ku bilang belajarlah yang rajin supaya kelak menjadi orang yang sukses, jawab Arumi jujur, Daniel sedikit tergelak dalam hati,
"Yakin kamu tidak mengetahui sesuatu tentang kecelakaan itu, jika tau tolong kerjasama nya, karna Minggu ini pengacaraku akan membuka kembali kasus kecelakaan ayah mu, dan memenjarakan dalang di balik semua nya, jelas Daniel, Arumi menatap lekat manik mata coklat di depan nya,
"Benarkah tuan,
"Kenapa apa kamu tidak suka, tanya Daniel membuang muka,
"Untuk apa anda melakukan semuanya, saya bukan siapa siapa anda, pernikahan kita hanya sandiwara, tuan,,! sembilan bulan lagi kita akan bercerai, jadi jangan buat saja berhutang Budi pada anda, saya tidak akan pernah setuju, tolak Arumi, Arumi takut semakin dalam terjebak pernikahan dengan pria kejam di depan nya ini,
"Dahulu aku mengenal ayah mu dengan baik, karna ayah mu sahabat ayah ku, sebelum ayah ku meninggal beliau pernah berpesan pada ku,, untuk membantu merebut kembali perusahaan ayah mu dan melindungi kedua putrinya, Arumi membuang muka wajah nya kembali jutek,
"cih melindungi yang ada dia kejam sekali, gumam Arumi dalam hati,
"Yakin anda tidak meminta balasan dari saya,,? saya takut anda anggap ini hutang Budi saya, terhadap anda, ucap Arumi memastikan,
"Gadis bodoh, bisa bisa nya di beranggapan seperti itu, kesal Daniel dalam hati, niat nya tulus ingin membantu, jika bukan sebagai suami atau menantu, paling tidak membalas kasih sayang Gerald terhadap Daniel dulu,
__ADS_1
"Bersambung