
''Siang ini Jessica mendatangi gedung Athena group, niat nya ingin mengajak Daniel makan siang bersama, mengerat kan kembali hubungan nya yang sudah retak berkali kali Jessica menghubungi no Daniel, akan tetapi Daniel tidak mengangkat panggilan nya,
''Daniel nih, kenapa tidak di angkat sih, apa aku langsung naik saja ya ke atas, batin Jessica berkata,
''Menunggu cukup lama di lobi, Jessica memutuskan naik ke ruangan Daniel, dia sudah sangat hafal letak setiap ruangan kantor Daniel, dua tahun lalu ia di kenal sebagai kekasih Daniel,
''Selamat siang mbak, ucap Jessica ramah terlebih dulu mendatangi meja resepsionis memastikan apa Daniel ada di kantor,
''Iya, ada yang bisa di bantu tanya resepsionis ramah,
''Apa pak Daniel ada di kantor, tanya Jessica
''Sebelum nya sudah buat janji mbak, tanya resepsionis itu lagi,
''Sudah sih, tapi aku hubungi lagi tidak di angkat telpon nya, ucap Jessica,
''Bisa di tunggu sebentar ya mbak mungkin pak Daniel nya masih meeting, ucap resepsionis itu lagi,
''Mbak Jessica, panggil resepsionis satunya yang mengenali Jessica, sedari tadi ia menunduk menerima telfon, tidak begitu memperhatikan keadaan sekitar,
''Kamu mengenal ku, ucap Jessica,
''iya saya mengenal mbak Jessica, jawab nya lagi,
''Ada yang bisa saya bantu mbak, tanya lagi,
''Saya mau bertemu dengan Daniel, ucap Jessica,
''Kenapa tidak naik saja biasa nya juga langsung naik, ucap resepsionis itu,
''Iya, itu dulu saya baru datang dari luar negri, jika langsung naik takut nya Daniel sedang sibuk meeting atau menerima tamu, tutur Jessica,
''Di telfon dulu mbak,
''Sudah tapi tidak di angkat,
''Sebentar saya hubungi sekertaris nya, resepsionis itu mengangkat gagang telepon berniat untuk menghubungi salah satu sekertaris Daniel di kantor,
''Mbak tidak usah, cegah Jessica matanya melihat Daniel baru saja keluar dari pintu lif,
''Daniel, panggil Jessica berjalan menghampiri Daniel,
''Al kamu duluan, titah Daniel pada sekertaris nya,
__ADS_1
''Saya tunggu di mobil tuan,, Alan menurut melangkah kan kaki nya menjauh,
''ise, ada apa kamu datang kemari, tanya Daniel melihat jam di pergelangan tangan nya,
''Aku mau mengajak mu makan siang apa kamu sibuk, tanya Jessica menampil kan senyum termanis nya, senyum yang dulu Daniel sangat menyukai nya,
''Aku ada pertemuan dengan klien, sekarang juga, tolak Daniel memang begitu ada nya, raut wajah Jessica tampak berubah kecewa seketika,
''Oh ya sudah, aku datang di waktu tidak tepat, lirih nya,,
''Lain kali saja, ucap Daniel lagi,
''Benar kah, seketika raut wajah Jessica tampak senang, meski lain kali tapi Daniel masih mau pergi makan dengan nya,
''Daniel meninggal kan Jessica di lobi kantor nya berlalu begitu saja tanpa pamit setelah mengatakan lain kali pada Jessica,
''Tuan kenapa masih menanggapi nya sih, batin Alan menggerutu kesal,
''Al kita bisa pergi sekarang, tanpa di sadari Daniel sudah duduk di samping Alan,
''Alan melajukan mobil nya menuju restoran tempat Arumi bekerja, seperti nya restoran tempat Arumi bekerja sudah menjadi tempat favorit Daniel saat meeting, seperti hari ini meeting kembali di lakukan di restoran tersebut,
''Al kapan anak magang kuliah di mulai, tanya Daniel,
''Apa gadis itu magang di kantor kita, tanya Daniel lagi,
''Saya tidak tau tuan, pilihan kantor untuk magang bukan kantor Athena saja, ucap Alan seadanya,
''Pastikan gadis itu magang di kantor Athena, aku sudah tidak tahan melihat nya bekerja di restoran, Daniel membayangkan Arumi berlari sana sini, melayani pelanggan sampai peluh di dahi dan pipi nya bercucuran, karna itu Daniel sering membawa Arumi pulang ke rumah setelah makan siang, tanpa sepengetahuan Arumi Daniel sudah meminta Rissa untuk tidak memperkerjakan nya, namu Arumi selalu datang bekerja setelah jam kuliah nya karna Arumi menganggap masih bekerja,
''Daniel tersenyum bila mengingat Arumi datang bekerja, itu hanya modus Daniel untuk menunggu dirinya,
''di restoran,,
''Mbak sini biar aku saja yang bawa, Arumi meminta nampan dari salah satu teman nya,
''Tidak usah Rumi, biar aku saja, kamu kerjakan yang lain, tolak nya,
''Semua kenapa sih, pada gak mau ngasi aku kerjaan, kan aku jadi tidak enak, seperti makan gaji buta, kesal Arumi,
''Rumi lihat tu suami mu sudah datang, buruan ganti baju, ucap Mega, sudah bisa memastikan Arumi akan pulang setelah suaminya datang, Arumi terdiam mencerna ucapan Mega,
''Setiap dia datang aku pasti langsung pulang tidak bekerja lagi, padahal aku baru datang, ini pasti juga karna dia, pria gila itu, gumam Arumi, menatap tajam Daniel yang berjalan ke arah nya,
__ADS_1
''Aku mau meeting dulu dengan klien, siap kan dirimu, kita pulang bersama, bisik Daniel sebelum masuk ruang VIP,
''Benar kan, pasti dia mengancam mbak Rissa, gumam Arumi lagi, apa sih mau nya, menyebal kan sekali, Arumi bergegas menemui Rissa, menanyakan jelas nya, beberapa hari ini Arumi seperti tidak di beri kesempatan untuk melakukan pekerjaan,
''Mbak Rissa Rumi bisa bicara, Arumi melangkah memasuki ruang kerja Rissa sebelum nya hanya mengintip dari balik pintu,
"Mau bicara apa, tanya Rissa tersenyum ramah,
"Mbak Rissa tidak merasa aneh, semenjak tuan Daniel datang kemari dia selalu memaksa ku pulang bersama nya padahal aku baru juga datang, bahkan belum sempat mengerjakan pekerjaan, apa mbak Rissa tidak merasa marah pada ku, apa mbak Rissa di ancam lagi, tanya Arumi penasaran,
"Suami mu tidak mengancam ku Rumi, mendengar kata suami mu Arumi memalingkan muka nya,
''Lalu,,
''Hanya saja tuan Daniel memintaku untuk tidak lagi memperkerjakan mu,
''Jadi aku di pecat, Arumi yang kaget nada bicaranya sedikit meninggi,
''Bukan di pecat aku bahkan tidak bilang pada mu iya kan, ralat Rissa,
''Sama saja mbak, kesal Arumi,
''Jadi untuk apa tiap hari aku kesini, nunggu pria kejam itu berbuat semena mena, Arumi semakin kesal,
''Itu tandanya suami mu sayang pada mu Rumi, ucap Risa lagi,,
''Sayang apa nya, mbak Rissa belum tau siapa dia, ucap Arumi,
''kamu tampak kesal sekali Rumi,
''Ya jelas, pria gila itu mana tau perjuangan ku dari dulu, aku datang kesini di terima kerja bawa adik ku makan dan minum di sini, Arumi mengingat masa masa sulit nya, tampak mata nya berkaca kaca,
''Karna itu suami mu tidak ingin kamu bekerja sudah cukup penderitaan mu, tutur Rissa mencoba memberi pengertian,
''Aku sangat berterima kasih jika dulu tidak ada mbak Rissa yang mau menerimaku bekerja di sini, entah lah apa jadi nya aku tidak tau, ucap Rumi lagi, Rissa hanya tersenyum menanggapi ucapan Arumi,
''Jika seperti itu terimakasih mbak, aku masih boleh kan main kesini jika sudah tidak bekerja lagi, lirih Rumi berat sekali jika harus meninggal kan restoran itu,
''Kamu masih boleh kesini, kapan pun, tutur Rissa,
''Terimakasih mbak ucap Arumi,
'''apa pun itu selamat tahun baru, buat kalian semua di mana pun berada,
__ADS_1
''Bersambung,,