Terjebak Pernikahan Pria Kejam

Terjebak Pernikahan Pria Kejam
Teman


__ADS_3

"


"


"


"


"Rumi memasuki mansion tuan suaminya, ia memilih pulang sebelum Daniel pulang, menyiapkan mental dan kesabaran nya dalam menjalan kan peran, berakting dalam serial drama rumah tangga entah apa judul nya, nikah paksa mungkin,


"Pak bin menyambut kedatangan Rumi dengan ramah, kakek sudah berpesan jangan terlalu dingin terhadap cucu menantunya, bersikaplah hangat dan ramah, karena kakek tau semenjak kematian kedua orang tuanya Rumi dan sang adik tidak pernah lagi merasakan kehangatan keluarga,


''Nona sudah pulang, pak bin menyambut Rumi dengan hangat, Dira di belakang pak bin bersiap membantu nona mudanya untuk bersih bersih sebelum tuan mudanya datang,


''Pak bin biasanya jam berapa tuan muda pulang dari kantor, mulai besok tolong beri tau saya, Rumi berkata sembari tersenyum,


''Nona tidak usah kuatir, pulanglah tepat waktu, sebelum tuan muda pulang, biasanya jika tidak ada pekerjaan lagi tuan muda selalu tepat waktu, di jam enam sore, jawab pak bin,,


''Melewati jam kantor yang seharusnya,


''Itu artinya aku bekerja sampai jam lima sore, batin Rumi,


''Terimakasih pak, saya naik dulu,


''Silahkan nona, pak bin memberi kode pada Dira untuk segera mengikuti nona mudanya membantunya bersih bersih,,


''Mari nona, Dira mempersilahkan Rumi menaiki tangga, sedang ia mengekor di belakang nya,,


''Aku bisa sendiri tolong jangan perlakukan aku seperti ini, tolak Rumi ketika Dira ikut masuk serta ke dalam kamar mandi dan berniat membantunya,,

__ADS_1


''Tapi nona, ucapan Dira terpotong kala Rumi menyelanya,


''Aku sangat tidak nyaman bertelanjang di depan orang lain meski kamu seorang wanita, Rumi berkata cepat, Dira mengerti lalu melakukan pekerjaan yang lain seraya menunggu nona mudanya selesai mandi,,


''Arumi keluar dari kamar mandi dengan mengenakan jubah mandi, berjalan menuju ruang ganti baju, Dira sudah menyiap kan semuanya, setelah selesai Rumi keluar dari ruang ganti baju rupanya dira masih di sana, berdiri di samping meja rias menunggu nona mudanya,


''Dira kamu masih disini, aku pikir sudah pergi, Dira tersenyum ramah,


''Anda belum selesai nona, mana mungkin saya meninggal kan pekerjaan saya, bisa bisa pak bin memenggal kepala saya, jawab Dira seraya bercanda,


''Dira kamu kan sudah lama bekerja di rumah ini, kamu tau hubungan tuan muda dan ibu nya, tanya Arumi penasaran,,


''Saya tidak tau nona, seperti yang Anda lihat tadi pagi, ya seperti itu lah tuan muda dan nyonya Diana, jelas Dira,


''Aku tak berfikir tuan muda dan ibunya punya hubungan yang hangat, seperti ada jarak di antara mereka, Rumi berkata pelan,


''Yang saya dengar nyonya Diana bukan ibu kandung tuan muda, lanjut Dira,


''Jangan tanyakan ini pada siapa siapa nona, dan jangan bilang saya mengatakan nya, saya memang tidak tau jelas nya yang pasti tuan muda tidak suka dengan nyonya Diana, tuan muda juga melarang, pada seluruh penghuni rumah ini, pelayan penjaga semuanya, di larang membicarakan hal ini, tentang diri tuan muda dan nyonya Diana, saya mengatakan nya, supaya nona tau apa yang tuan muda tidak sukai, mengingat hukuman tuan muda tidak main main jika sudah marah, tidak perduli itu siapa, bahkan nona Delia sekalipun, terang Dira,


''Mendengar cerita Dira Arumi percaya tentang hukuman tuan Daniel, dia yang baru semalam sudah merasakan kejamnya hukuman tuan Daniel,, suaminya itu menyuruh nya tidur di kamar mandi di malam pertama pernikahan nya, kejam di pagi hari masih mendapat siraman air dingin,


''Aku tau, gumam Dira pelan,


''Lalu apa lagi yang tidak di sukai tuan Daniel, tanya Rumi lagi,


''Saat di meja makan tidak suka mendengar orang bicara, dan yang paling penting jangan melanggar perintah dan larangan nya,, jelas Dira lagi,,


''Hem,,! terimakasih Dira, kamu bisa percaya padaku, aku juga berharap kamu bisa aku percaya, kita teman mohon kerja sama nya, Rumi mengulurkan tangan nya,,

__ADS_1


''Dira tampak ragu menerima jabatan tangan nona mudanya,


''Nona maaf saya hanya pelayan, rasanya sangat tidak pantas jika saya menerima jabatan tangan nona untuk menjadi teman, tolak Dira hati hati takut nona mudanya tersinggung,


''Hanya di kamar ini Dira, jika di luar kamar bersikaplah seperti biasa, di kamar ini kita bebas bercerita, hanya ada kamu dan aku, Rumi tampak memohon, Dira tersenyum dan mengangguk,


''Terimakasih dira, kamu tau kan aku dan tuan menikah karna di jodoh kan, mungkin saat ini kamu tidak ada perasaan apa apa, selain hanya status suami istri saja, Rumi tak segan bercerita pada Dira berharap Dira menjadi teman nya yang tulus, tidak mungkin Rumi bercerita dengan Aldi dan Morin dua sahabat nya itu, meski hampir tidak ada rahasia di antara ketiganya, tapi untuk satu ini Rumi tidak akan bercerita,


''Tidak apa apa nona, berdoa saja jika Allah berkehendak semua pasti bisa kita jalan kan dengan mudah tanpa ada kesulitan, Allah juga maha pemilik hati yang mampu membolak balik kan hati kita, sekarang tidak ada perasaan siapa tau dengan berjalan nya waktu rasa itu akan sama sama tumbuh, Dira berkata pelan dan yakin, sedang Rumi sudah sangat yakin bahwa dia dan tuan muda tidak akan pernah saling punya rasa,


''Sudah selesai nona, Dira meletak kan pengering rambut di laci meja rias,


''pengering rambut ini pasti mahal, tanya Rumi pelan melihat Dira memasuk kan nya kedalam laci,,


''Memang nya kenapa nona, tanya Dira balik,


''Suaranya sangat halus tidak seperti punyaku di rumah suaranya nyaring bikin sakit telinga, Rumi tertawa kecil,


''Mungkin nona saya juga kurang tau, berapa mahal harganya yang pasti tuan muda tidak akan pernah memakai barang murah, jawab Dira jujur apa ada nya,


''Nona saya sudah sangat lama disini, sebaik nya saya keluar sekarang persiapkan diri nona tiga puluh menit lagi tuan muda datang segera lah turun menyambut nya, Rumi melihat jam yang tergantung cantik di dinding, dan tersenyum lalu mengangguk,


''Saya permisi nona, Dira membuka pintu dan melangkah keluar,


''Cih semua orang sudah tau sifat kejam nya, menghukum seenak jidat nya, Rumi mengumpat kesal tuan suaminya, belum ada dua hari sudah merasa sangat membenci dan kesal, bagaimana Rumi bisa melewati satu tahun ke depan,


''Rumi tidak perduli dengan pernikahan nya, tujuan Rumi secepat nya ingin selesai kuliah dan mempelajari, seluk beluk dunia bisnis, tekat nya ingin merebut perusahaan ayah nya, Rumi sudah ada calon yang ingin ia mintai bantuan ya itu kakek Alex,


''*Geng semoga suka, dengan cerita receh author

__ADS_1


''Bersambung*


__ADS_2