
''
''
Masih di fila kakek. Semua menikmati sore yang indah di halaman belakang dengan pemandangan danau buatan yang cukup luas.
Dari arah dalam rumah tampak Alan berjalan dengan gagah menghampiri mereka.
''Alan kamu datang juga.'' semua orang menoleh ke arah nya
''Saya datang menyerah kan beberapa berkas yang perlu tandatangan tuan muda kakek.'' jawab Alan dengan lembut
''Kamu sudah makan.'' tanya kakek lagi.
''Sudah kakek kebetulan makan dengan klien tadi saay meeting.'' jawab Alan
''Duduk lah sebentar dan minum teh bersama.''
''Terimakasih tapi saya buru buru. karena sebentar lagi ada meeting.'' tolak Alan
''Ya susah pergilah.''
Daniel susah selesai menandatangani semua berkas yang Alan bawa. dan menyerah kan nya kembali
''Rumi kenapa kamu tidak pergi sendiri ke rutan. Daniel pasti banyak pekerjaan nya di kantor.'' ucap Diana
''Tidak apa apa aku sendiri yang ingin menemani istri ku.'' Daniel tau siang tadi Jessica pergi bersama ibu tiri nya sebelum ikut duduk di meja Daniel untuk makan siang saat di parkiran mobil Daniel sempat melihat ibu tiri nya itu.
''Pekerjaan mu banyak di kantor Niel.''
''Ada Alan yang bisa ku andal kan.'' jawab Daniel datar.
''Kalian tidak mau menginap di sini besok hari Minggu.'' ucap kakek berharap cucu nya mau menginap di rumah nya. menemani nya jika biasanya kakek sendiri hanya dengan om Johan yang setia menemani kakek.
''Apa boleh.'' tanya Arumi tersenyum manis ke arah Daniel.
''Apa pun untuk mu.'' jawab Daniel lembut senyum nya tak kalah manis dari sang istri Arumi sampai lupa ia seakan tersihir dengan senyum Daniel yang begitu manis di lihat dari jarak yang sangat dekat.
''Anda sangat tampan jika seperti ini tuan.'' batin Arumi masih melihat wajah Daniel dengan senyum nya
''Apa aku tau suami ku ini tampan.'' ucap Daniel mengagetkan arumi Daniel seakan tau isi pikiran istrinya yang mengagumi ketampanan nya
''Apa dia cenayang ya.'' Arumi memalingkan wajah nya dari wajah Daniel. menatap ibu mertuanya dengan tatapan nya yang tidak suka.
''Kenapa aku seperti terjebak di antara madu dan racun. wajah ibu seperti tidak suka pada ku sedang wajah suami ku yang kejam itu tiba tiba berubah sangat manis.'' batin Arumi kembali melihat Daniel masih dengan senyum nya.
''Kak Rumi menginap.' tanya Delia armi tersenyum dan mengangguk kan kepalanya
Sedang Diana akan pulang ia tidak pernah mau menginap di Fila kakek meski hari sudah malam sekali pun Diana akan memilih pulang. menikmati mansion mewah sendiri ketikan Daniel tidak ada karena jika Daniel ada semua pelayan mengganggap Daniel lah pemilik nya sedang Diana hanya menumpang karena dia sekedar ibu dari Delia di tambah lagi Daniel tidak begitu menghiraukan keberadaan Diana.
''Kak Rumi aku ada home work dari sekolah. nanti ajarin ya.'' Delia tersenyum dengan manis berharap Arumi mau mengajari nya.
'' iya nanti aku ajarin.'' senang nya Delia mendengar ucapan Arumi.
__ADS_1
''Belajar lah dengan kakak ipar mu Delia Arumi bisa mendapat kan biaya siswa di universitas nya sekarang karena kecerdasan nya kamu tau sendiri tidak mudah masuk ke universitas itu sekalipun anak orang kaya.'' jelas kakek
''Semoga Delia bisa kuliah di sana nanti kek.'' ucap Delia
''Belajarlah dengan giat dari sekarang. jangan bermalas-malasan jangan menginginkan sesuatu dengan cara instan dapatkan apa yang menjadi ke inginan mu dengan usaha mu sendiri.'' lanjut Daniel ikut menimpali.
''Iya kak Lia akan giat dan tekun belajar Lia akan seperti kakak ipar.'' Delia tersenyum melihat Arumi.
Hari semakin sore Daniel mengajak Arumi naik ke kamar untuk bersih bersih.
''Apa ada baju ku di sini.'' tanya Arumi
''Semua sudah tersedia kamu
mau baju model apa.'' Daniel membuka lemari pakaian
''Aku mau mandi dulu siap kan saja bajuku.'' Daniel bergegas masuk kedalam kamar mandi terdengar ponsel Daniel meraung Raung seseorang di dalam sambungan
''Tolong angkatin ponsel ku bilang aku sedang mandi.'' teriak Daniel sebelum masuk ke kamar mandi.
''kenapa tidak di angkat dulu siapa tau penting.'' dengan malas Arumi mengambil benda pipih yang tergeletak di atas meja nakas
''niel apa kamu sibuk malam ini tolong jemput aku di rumah aku mau ada acara di cafe x sekalian temani aku ya.'' suara seorang gadis di sebrang sana Arumi mendengarkan dalam diam tanpa bersuara
''Niel kamu mendengar ku kan.'' suara lembut itu kembali terdengar di telinga Arumi tanpa bicara Arumi menutup panggilan itu dan melempar ponsel itu ke atas ranjang.
''Dasar dia sengaja ingin aku yang mengangkat telepon dari kekasih nya sengaja ingin membuat ku cemburu.'' kesal Arumi
''Siapa yang telepon.'' tanya Daniel sesaat keluar dari kamar mandi
''Selingkuhan mu.'' jawab Arumi ketua
''Maksud mu Jessica.'' tanya Daniel memastikan
''Aku tidak tau dan tidak mau tau namanya.'' ucap Arumi lagi.
''Apa dia bilang.'' tanya Daniel penasaran lebih ke jawaban Arumi ketimbang apa yang di bicarakan Jessica
''Dia bilang kamu suruh jemput dia di rumah nya terus menemaninya di cafe x ada acara.'' jelas Arumi dengan nada ketus
''Kalian tidak bertengkar kan.'' ucap daniel dengan santai nya.
''Huh ngapain aku harus bertengkar dengan pelakor tidak penting.''
''Kalau tidak penting kenapa suara mu terdengar cemburu.'' ucap Daniel lagi
''Aku cemburu kamu bilang tidak akan.''
''Jadi apa aku boleh pergi.'' tanya Daniel dengan santai nya
''Silahkan kalau berani akan aku adukan dengan kakek suami ku ini punya selingkuhan dan ingin bertemu dengan nya.'' ucap Arumi
''Sebenar nya kamu itu cemburu tapi tidak mau mengakui nya.'' ucap Daniel lagi
__ADS_1
''Aku tidak cemburu.'' jawab Arumi cepat
''Kalau tidak cemburu kamu tidak akan mengadukan ku dengan kakek. dan membiarkan ku pergi.'' Daniel mendekati Arumi yang duduk di tepi ranjang
''Katakan sekali dari hatimu kalau kamu tidak ingin aku pergi.'' Daniel duduk di samping Arumi dengan jarak yang cukup dekat,
''Kamu mau apa.'' Arumi mundur dari duduk nya namun sudah mentok di sisi ranjang.
''aku suami mu terserah aku mau apa.'' nafas Daniel yang beraroma mins hangat menyapu wajah Arumi.
''Katakan kamu tidak cemburu.'' Daniel mendekat kan wajah nya ke wajah Arumi.
''Aku tidak cemburu.'' jawab Arumi
Dengan lembut Daniel menempel kan bibir nya ke bibir Arumi dan menahan tengkuk nya.
''Sekali lagi katakan kamu tidak cemburu.'' ucap Daniel tanpa menunggu jawaban Arumi Daniel menyesap bibi Arumi dengan lembut. dan dalam
''Buka bibir mu balas ciuman ku jika kamu tidak cemburu.'' ucap Daniel masih bisa berkata modus di saat Arumi mulai terbuai.
Perlahan arumi membuka bibirnya dan mengikuti gerakan bibir Daniel ikut menyesap bibir tebal Daniel.
''Lebih dalam lagi.'' suara Daniel terdengar parau menahan hasrat nya yang mulai menjalar
Satu ******* Arumi lolos saat Daniel mulai menyusuri tulang rahangnya hingga ke leher. seutas senyum Daniel sungging kan
''Rupanya gadis ini juga menikmati. dimana Suara ketus mu tadi.'' Daniel semakin menggila menyusuri kulit leher Arumi tanpa ia sadari sudah meninggal kan beberapa jejak merah ke unguan di sana tangan nya sudah meremas dengan lembut dada Arumi.
Saat Daniel hendak membuka relisting gaun Arumi. ia tersadar dan menahan tangan Daniel
''Jangan.'' suara Arumi mengagetkan daniel
''Kenapa.'' tanya Daniel
''A aku.'' Arumi mendorong pelan dada bidang Daniel dan mencoba berdiri. Arumi teringat kekasih Daniel dia tidak ingin menjadi istri pertama yang tersakiti
''Jangan menolak ku aku ingin hak ku.'' lirih Daniel menarik tangan Arumi membuat Arumi jatuh di pangkuan nya.
''A aku belum siap maaf.'' Daniel memeluk Arumi erat menenggelam kan kepalanya di antara dada arumi
''Jika tidak siap biarkan seperti ini sebentar saja.''
Jujur setelah sadar dari pemainan Daniel Arumi sangat takut.
''Jika kita saling mencintai tuan dengan senang hati aku akan memberikan seluruh hak mu.'' batin Arumi
''Aku mau mandi.'' lirih Arumi.
''Pergilah.''
Daniel melepas Arumi dan membiarkan gadis itu pergi ke kamar mandi Daniel akan berusaha membuat Arumi menerima pernikahan mereka
''Bersambung
__ADS_1