Terjerat Cinta Bodyguard Tampan

Terjerat Cinta Bodyguard Tampan
Orang misterius


__ADS_3

Ketika Adam menyusul Raisa ke kamar, Raisa sudah duduk di depan meja riasnya. Mengoles kulit wajahnya yang sebening ubin masjid itu dengan rangkaian skincare mahal.


Dia berpura-pura menghiraukan kedatangan Adam walau sebenarnya jantungnya berdetak tak tenang. Meski bukan untuk pertama kalinya mereka hanya berdua di kamar itu, namun menurut Raisa, rasanya tetap mendebarkan. Apalagi malam ini mereka akan tidur satu ranjang.


Apa yang Raisa lalukan, juga sama seperti yang di lalukan oleh Adam. Dia tak menegur Raisa sama sekali, dia justru langsung menuju kamar mandi untuk menggosok giginya kemudian langsung berbaring di ranjang. Mengambil posisi di ranjang kosong yang tidak ditempati Raisa biasanya.


Tak seperti Raisa yang terus gugup, Adam justru terlihat biasa saja tanpa malu sedikitpun.


"Memang dasarnya dia kulkas, mana punya malu"


Raisa berjalan ke ranjang dengan menghentak-hentakkan kakinya dengan lucu sebagai bentuk kekesalannya.


"Jangan sampai melewati batas ini!!" Ucap Raisa sambil memasang bantal guling di antara dirinya dengan Adam.


"Memangnya kenapa??" Adam yang berbaring tengkurap langsung memalingkan wajahnya ke arah Raisa.


"Nggak usah pura-pura nggak tau. Aku mau melanjutkan pernikahan ini hanya demi Papa. Jadi jangan macam-macam!!" Ancam Raisa mendelik pada Adam


"Apapun itu tapi pernikahan ini sah secara hukum dan agama. Jadi kamu tidak bisa menolak apapun yang akan aku lakukan" Adam menunjukkan senyum liciknya.


"Nggak usah ngadi-ngadi deh!!" Raisa ikut berbaring namun dengan posisi membelakangi suami.


"Selamat malam Raisa"


Raisa langsung berbalik menatap Adam. Melihat wajah suaminya itu dengan seksama.


"Mas Adam sakit??"


"Enggak, emangnya kenapa??" Adam memegang keningnya sendiri.


"Aneh aja. Biasanya juga kaya kulkas. Mending Mas Adam kaya biasa aja deh. Kaya gini malah jadi aneh" Cibir Raisa.


"Dingin dong kalau kulkas" Adam malah tertawa dengan renyah sampai membuat Raisa menganga. Dia tak paham apa yang membuat Adam berubah seperti itu.


"Tutup mulut mu itu Sa. Air liurnya udah mau netes" Lagi-lagi Raisa harus di buat melongo oleh Adam.


"Sa??"

__ADS_1


"Auk ah, nyebelin banget jadi orang" Raisa kembali membelakangi Adam dengan selimut membungkus seluruh tubuhnya.


Dia juga terus berdoa supaya terlindungi dari Adam yang bisa saja menyerangnya tiba-tiba. Raisa bahkan berpikir harusnya tadi dia memberikan Adam obat tidur dulu supaya pria itu cepat terlelap dan dia bisa secepatnya memejamkan mata.


Keresahannya itu ternyata tak kunjung hilang meski Raisa sudah melewati dua jam dengan posisi yang sama. Pinggangnya sudah kebas ingin segera berbalik tapi dia takut jika Adam juga belum tertidur.


Namun Raisa baru menyadari jika dia mendengar dengkuran halus dari belakangnya.


"Apa dia udah tidur??" Perlahan Raisa berbalik, sepelan mungkin agar tidak mengusik Adam.


Wajah yang tenang itu kembali menyambut Raisa. Wajah yang sama tampannya saat pemiliknya membuka mata.


Melihat pria yang begitu ia benci kini ada di depannya, dan kini telah menjadi pria pertama yang ia lihat ketika bangun tidur membuat Raisa masih merasa seperti mimpi.


Namun siapa sangka, ternyata Tuhan telah menuliskan takdirnya. Walaupun Raisa belum tau, sampai kapan takdirnya itu akan mengikatnya dengan Adam, namun untuk saat ini Raisa cukup terkejut dengan permainan takdirnya sendiri.


Entah pernikahannya akan di bawa kemana saat ini. Setelah ia bertekad untuk menerima Adam dan pernikahannya. Justru datang sebuah pesan misterius dari orang yang misterius pula.


FLASHBACK ON


Raisa membawa amplop misterius itu ke kamarnya. Karena rasa penasarannya, dia langsung membukanya dengan tergesa-gesa.


Didalamnya terdapat beberapa lembar mutasi rekening, juga secarik kertas dengan tinta merah di dalamnya. Dimana isi dari surat itulah yang menjelaskan semuanya.


"Semua itu adalah bukti transaksi gelap yang di lakukan suamimu dari perusahaan Papamu"


"Masih ada bukti yang lain lagi untuk menunjukkan kebusukan seorang Adam Lesmana. Aku akan membantu mu untuk menyingkirkannya dari sisi Papamu. Asalkan kau tetap diam dan menuruti perintah ku"


Kini Raisa meraih kembali salinan mutasi rekening yang sempat ia lempar ke ranjang. Dari jumlah pemasukan dan juga pengeluaran, bisa di pastikan jika ada hal mencurigakan di sana. Beberapa rekening itu juga hanya di miliki oleh satu nama, yaitu Adam Lesmana. Hal itu membuat jantung Raisa semakin berdetak dengan keras.


"Bolehkan aku berharap kalau yang aku lihat ini tidak benar??" Hatinya ingin menolak namun semua bukti itu ada di depan matanya.


Mata yang baru saja mengering, kini merembes kembali.


"Kenapa?? Hiks..hiks.."


"Kenapa semua ini harus terjadi di saat aku mulai berdamai dengan masa lalu?? Kenapa kenyataan-kenyataan ini terus berdatangan di saat aku mencoba menerima semua ini??"

__ADS_1


Raisa meremas kertas-kertas itu, menggenggamnya dengan begitu kuat.


"Aku membencimu, aku benci!!"


"Tapi aku lebih benci pada diriku yang lemah ini" Tubuh Raisa merosot ke lantai, rasanya sudah tak ada tenaga lagi. Bahkan tubuhnya sudah berbaring di lantai di temani dengan hatinya yang kembali hancur berkeping-keping.


"Hiks..hiks...aku membencimu Mas!!"


"Aku ikuti permainan ini, asalkan kebusukannya benar-benar terbongkar"


FLASHBACK OFF


"Kenapa saat aku mau percaya sama kamu, justru muncul lagi penyebab dimana aku mulai menjauhi mu?? Jangan cuma singgah kalau hanya ingin menghancurkan ku"


Wanita yang tengah hamil muda itu hanya bisa mengungkapkan perasaannya di dalam hati. Riasan tak malu lagi menangis di hadapan Adam, lagi pula pria itu tidak akan melihatnya karena terlihat nyenyak sekali dalam tidurnya.


Grepp...


Raisa terkesiap dan badannya ikut menegang saat Adam justru menarik Raisa ke dalam pelukannya setelah membuang guling pembatas itu dengan asal.


"M-Mas, apa yang kamu lalukan??" Raisa ingin mendorong Adam namun pria itu justru mengeratkan pinggangnya pada Raisa. Seakan tak ingin melepaskannya sedikitpun.


Sementara Adam tetap terlihat asik dalam tidurnya, tak terlihat bangun atau membuka matanya sedikitpun.


"Ngelindur nih orang"


Raisa yang tak bisa menghindar lagi, akhirnya hanya pasrah. Dan anehnya, matanya justru semakin lama semakin berat kemudian terpejam.


Cup...


"Selamat tidur istriku"


*


*


*

__ADS_1


HAYOOO, kemarin siapa yang nebak kalau yang dikirim orang misterius itu aadalah foto-foto adam dengan wanita lain???


Mohon maaf tapi kali ini kalian salah wkwkwkwk......


__ADS_2