Terjerat Cinta Bodyguard Tampan

Terjerat Cinta Bodyguard Tampan
Sandal jepit


__ADS_3

Raisa yang kesal dengan Adam berjalan mendahului Adam. Dia bahkan tidak mau menunggu Adam yang kini tertinggal di belakangnya membawa makan siangnya tadi.


Raisa jadi semakin curiga dengan hubungan antara mereka berdua yang sebenarnya. Jelas sekali kalau Adam tidak suka jika Raisa terus bertanya tentang Ayu.


"Aww!!"


Sakit di kakinya akhirnya membuat Raisa berhenti. Tumitnya semakin lecet dah perih rasanya.


"Kamu kenapa Sa??" Adam berlari mendekati Raisa yang sudah melepas heelsnya.


"Maaf ya, kita jadi lupa beli sandal buat kamu" Pria itu pun langsung berjongkok melihat kaki Raisa.


Memang tadi kan Adam mengajak Raisa makan siang di luar sekalian untuk membeli sandal untuk Raisa.


"Makanya, nggak usah buru-buru pergi dari sana. Jadi lupa semuanya kan?? Lagian kok kaya nggak suka banget aku cari tau tentang kamu sama dia?? Takut hubungan kalian terbongkar ya??" Raisa menatap Adam dengan masam.


"Hubungan apa maksud kamu?? Aku nggak ada hubungan apa-apa sama dia"


"Ck, terserah deh. Dasar pembohong!!"


Raisa kembali meninggalkan Adam dengan meninggalkan sepatunya. Dia berjalan masuk ke dalam kantor tanpa menggunakan alas kaki sama sekali.


"Dia bahkan sama sekali nggak ngejar gue??" Raisa sempat beberapa kali melihat ke belakang namun sudah tidak melihat Adam lagi di belakangnya.


"Ngeselin banget jadi orang" Bibir Raisa masih terus menggerutu ketika sudah sampai di ruangannya.


"Loh kok Bu Raisa nyeker?? Dimana sepatunya Bu??" Gaby keheranan melihat istri atasannya masuk bertelanjang kaki seperti itu.


"Di makan buaya" Jawab Raisa asal.


"Memangnya Bu Raisa dari kebun binatang??" Pertanyaan Gaby justru membuat Raisa semakin kesal.


"Anggap saja kaya gitu"


"Terus Pak Adamnya di mana Bu?? Bukannya tadi pergi sama Bu Raisa, apa di makan buaya juga??"

__ADS_1


Raisa menatap Gaby dengan kesal. Amarahnya seakan ingin meledak mendengar pertanyaan Gaby di saat suasana hatinya sedang tidak baik.


"Bukan, tapi di makan sama ular betina!!" Raisa saja tidak tau dimana Adam saat ini. Pria itu juga belum terlihat naik sama sekali.


"Mau balik lagi ketemu sama pacarnya itu juga gue nggak peduli!!"


Gaby di baut melongo dengan jawaban Raisa, tapi melihat wajah Raisa yang masam akhirnya Gaby memilih diam.


Tapi tak lama setelah itu, Raisa mendengar ketukan sepatu mendekat ke arahnya. Pria yang entah dari mana itu akhirnya terlihat juga di hadapan Raisa.


"Maaf ya lama" Raisa justru terkejut dengan Adam yang tiba-tiba berjongkok di hadapannya. Mengeluarkan sepasang sandal jepit dari kantung plastik yang di bawanya.


"Harganya emang murah, tapi aku jamin ini lebih nayaman buat kaki kamu saat ini" Adam bahkan membatu Raisa untuk memakainya.


"Pas kan??" Raisa hanya mengangguk karena masih terkejut dengan perlakuan Adam.


"Apa-apaan ini?? Mata gue sakit di suguhi pemandangan kaya gini. Mesranya ngga tau tempat woy!!" Gaby jelas tak suka melihat kedekatan suami istri itu.


"Kamu ikut aku ke ruangan ku dulu ya?? Kamu tadi belum sempat makan kan?? Pasti lapar kan??" Lagi-lagi Raisa hanya mengangguk.


Raisa menatap punggung Adam yang berada di depannya. Meski pria itu masih menggenggam tangannya tapi Raisa berada pada satu langkah di belakang Adam.


Adam dengan telaten membuka bungkusan makanan yang cukup banyak itu karena tadi Raisa memang memesan beberapa porsi.


"Makanlah"


"Kamu nggak makan?? Tadi kan juga baru makan dikit" Raisa ingat jika Adam meninggalkan makan siangnya karena mengajaknya pulang.


"Kamu aja, nanti aku bisa beli kok"


"Tapi kan ini banyak banget, aku yakin kalau ini juga nggak akan habis. Tadi cuka kalap aja pesan banyak karena kayaknya enak"


"Ya udah" Akhirnya Adam mulai makan bersama Raisa. Jujur dia memang masih lapar saat ini.


Di tengah-tengah makannya, Raisa berkali-kali menatap Adam yang tampak lahap memakan ayam gorengnya.

__ADS_1


"Kenapa sama gue?? Gampang banget gue luluh sama dua hanya karena sandal jepit"


"Apa perasaan gue hanya sebatas sandal jepit doang??"


Raisa keluar dari ruangan Adam setah menghabis kan dia porsi makanannya. Mungkin karena kehamilannya itu, membuatnya menjadi mudah lapar dan sanggup menghabiskan makanan sebanyak itu.


Bibi Raisa yang memerah dan sedikit bengkak karena makan makanan pedas itu menjadi pusat perhatian Gaby.


"Jadi yang di maksud makan siang tu makan siang yang itu??" Gaby membayangkan adegan yang tidak-tidak antara Adam dan Raisa di dalam sana.


Tapi tatapan aneh Gaby itu sama sekali tidak di pedulikan oleh Raisa. Dia justru mengambil kotak make upnya dan berlalu ke kamar mandi.


Dalam kamar mandi yang sepi karena jam makan siang sudah lewat dari satu jam yang lalu. Raisa memperbaiki make up serta menggosok giginya sebelum mulai bekerja lagi.


Tapi ponselnya yang berbunyi menghentikan tangannya yang sedang mengoles lipstik pada bibirnya.


"Halo??"


"Halo Raisa" suara berat begitu rendah itu menyapa Raisa.


"Maaf dengan siapa??"


"Saya hanya mau mengatakan kalau apa kau lakukan saat ini sudah bagus. Terus berpura-puralah seperti itu dan buat dia semakin percaya kepadamu. Setelah itu akan ku tunjukkan betapa busuknya dia yang sebenarnya"


Mendengar hal itu, berarti ada seseorang yang terus mengawasi dirinya dan Adam.


"Siapa kau sebenarnya??" Raisa begitu penasaran dengan orang itu. Sebenarnya siapa orang yang terlihat sangat berambisi untuk menghancurkan Adam itu.


"Kau tidak perlu tau, turuti saja perintah ku!!"


Tut...


Raisa mencoba menghubungi nomor itu lagi setelah di putuskan sepihak sari seberang sana.


"Ah sial!!" Umpat Raisa karena nomor itu sudah tidak bisa di hubungi lagi.

__ADS_1


"Sebenarnya siapa dia??"


__ADS_2