Terjerat Cinta Bodyguard Tampan

Terjerat Cinta Bodyguard Tampan
62. Beberapa hari berpisah


__ADS_3

"Kok mendadak banget sih Pa??" Raisa tampak memprotes Papanya yang tiba-tiba saja mengutus Adam untuk menggantikannya datang ke Semarang. Memeriksa pabrik di sana yang sedang terkendala sedikit masalah.


"Papa juga nggak tau kalau Papa juga ada acara di Medan dan nggak bisa di tinggal Sa. Sementara hanya Adam yang bisa membantu Papa menyelesaikannya"


Raisa terlihat kesal dengan Papanya kali ini. Rasanya berat sekali di tinggal oleh Adam meski hanya beberapa hari.


"Emangnya nggak ada lagi orang kepercayaan Papa selain Mas Adam??" Raisa masih mencoba membujuk Papanya agar membatalkan perintahnya pada Adam.


"Maaf sayang, kalau Papa ada orang lain mana mungkin Papa mengutus suami kamu itu. Lagipula cuma seminggu Sa, tahan dulu kangennya sama Adam" Raisa bertambah kesal karena Papanya justru menggoda Raisa.


"Tau ah, Raisa kesel sama Papa!!" Raisa memilih kembali ke kamarnya, menyusul Adam yang sepertinya saat ini sedang mengemas baju-bajunya.


Brak...


Raisa menutup pintu kamarnya dengan keras dan berhasil menarik perhatian Adam.


"Kamu kenapa Sa??" Adam melihat wajah Raisa yang di tekuk itu.


"Nggak papa!!" Ketusnya.


Adam hanya menggeleng melihat tingkah istrinya yang sering berubah-ubah. Dia langsung melanjutkan memasukkan bajunya ke dalam koper karena memang penerbangannya dua jam lagi. Dia harus cepat apalagi masih membutuhkan waktu untuk ke bandara.


"Emangnya Mas nggak bisa nolak perintah Papa??" Pertanyaan Raisa sukses mengehentikan Adam.


Pria itu memilih mendekati istrinya yang sejak tadi tampak sedang tidak baik-baik saja. Dia bersimpuh di depan Raisa yang duduk di sisi Ranjang.


"Sa, kalau nggak penting banget, Papa pasti nggak akan menunjuk Mas untuk menyelesaikan masalah di sana"


"Tapi kan Mas udah janji mau temenin aku periksa ke dokter" Adam memang sudah berjanji pada Raisa untuk menemaninya memeriksakan kandungannya. Bahkan Adam sangatlah antusias karena akan melihat anak mereka.


"Mas akan menyelesaikan masalah di sana secepat mungkin, Mas janji kalau Mas akan pulang sebelum jadwal periksa kamu, ya??" Adam menggenggam tangan Raisa.


Perlahan kepala Raisa mengangguk, meski hatinya sangatlah berat untuk berpisah dengan Adam meski hanya satu minggu.


"Ya udah, Mas beres-beres lagi. Sebentar lagi Mas berangkat"

__ADS_1


"Mas mandi aja, biar aku yang beresin baju Mas"


Tentu saja dengan senang hati Adam menuruti perintah Raisa itu.


"Makasih ya" Adam mengusap pipi menggemaskan milik Raisa sebelum pergi ke kamar mandi.


"Yaaahh, kita bakalan di tinggal Papa seminggu dek" Gumam Raisa sambil membelai perutnya.


Entah karena sudah terbiasa bersama dengan Adam, atau cintanya yang kembali membara. Raisa seakan tak mau jauh dari Adam.


Dia seperti ingin ikut saja dengan Adam ke Semarang. Namun dia memikirkan kandungannya yang masih tergolong rentan itu. Dia tidak mau kelelahan dan membahayakan bayinya. Di samping itu, dia juga tidak mau melihat Adam besar kepala karena terlihat tak bisa jauh dari Adam.


Raisa mengantar Adam sampai ke depan Rumah. Membawakan jaket Adam yang saat ini tengah menyeret kopernya.


"Mas berangkat dulu ya, nanti kalau sudah sampai, Mas langsung hubungi kamu" Raisa hanya mengangguk.


"Papa pergi dulu ya sayang. Kamu baik-baik di dalam perut Mama" Raisa ingin menangis saat ini, di tambah lagi usapan lembut pada perutnya yang di lakukan oleh Adam.


"Ini jaketnya" Raisa mengulurkan jaket milik Adam yang sejak tadi di bawanya itu.


"Makasih ya, pasti Mas makan. Kamu baik-baik di rumah ya?? Jaga anak kita, jangan telat makan, Vitamin dan susunya jangan lupa di minum" Tak hanya Raisa, Adam pun terlihat berat meninggalkan Raisa.


"Iya Mas" Raisa suka perhatian Adam yang kadang berlebihan itu.


"Mas pergi dulu" Adam mengulurkan tangannya pada Raisa, yang langsung di kecup dengan lembut oleh Raisa.


Cup...


Adam mengecup kening Raisa dengan sangat dalam.


Melihat wajah sendu istrinya sebenarnya sangat memberatkan langkah Adam. Namun dia berjanji akan kembali secepat mungkin.


Raisa masih berdiri di tempat yang sama walaupun mobil yang di kendarai Jefri untuk mengantar Adam sudah tak terlihat lagi.


"Mau ngapain ya?? Sepi banget" Ujar Raisa sambil berjalan masuk ke dalam lagi.

__ADS_1


Yang di maksud sepi oleh Raisa adalah hatinya yang di tinggal oleh Adam, bukan rumahnya. Karena nyatanya rumahnya banyak penjaga dan sistem rumah tangga.


Raisa menghabiskan waktu seharian hanya di dalam kamar. Berguling ke kiri dan ke kanan karena terlalu bosan.


Dia juga tidak datang ke kantor karena menurutnya akan percuma saja. Dia di sana bekerja sebagai PA, sedangkan yang dia layani saja tidak ada di sana.


Ting..


📥 "Mas udah sampai dari tadi, maaf baru bisa kasih kabar karena tadi hpnya lowbat. Sekarang sudah di hotel sama Pak Beryl" Beryl adalah orang yang di tugaskan Satya untuk menemani Adam.


Tanpa sadar bibir Raisa melengkung membentuk senyuman.


📤 "Iya nggak papa"


📥 "Kamu udah makan belum?? Vitaminnya nggak lupa kan??"


📤 "Sudah, kamu juga jangan sampai telat makan"


📥 "Iya, setelah ini Mas langsung datang ke pabrik. Nanti kalau sudah pulang Mas kabari lagi"


📤 "Iya hati-hati"


Pesan terakhir dari Raisa sudah tidak mendapat balasan lagi. Tapi sekarang Raisa sudah lebih tenang setelah mendapat pesan dari suaminya itu.


Hari berganti malam, malam pun menjadi pagi. Raisa buru-buru mencari ponselnya karena semalam ketiduran saat menunggu Adam sampai jam delapan namun belum memberi kabar.


Raisa langsung tersenyum melihat pesan Adam yang dikirim sekitar pukul 10 malam. Pria tampan itu sengaja mengirimkan fotonya yang sudah berbaring di ranjang hotelnya.


Ucapan selamat tidur juga Raisa dapatkan dari Adam karena mungkin suaminya itu tau kalau Raisa tak membalas pesannya karena ketiduran.


Namun setelah menscroll lagi pesannya ke bawah, Raisa menemukan satu pesan dari nomor yang berbeda lagi dari sebelumnya.


"Cih.." Raisa hanya berdecih, lalu terbit senyum miris dari bibirnya.


"Bodohnya gue yang kegirangan dengan sikapnya yang manis dan pesan-pesannya yang mesra. Tapi dia aja malah ketemu wanita lain"

__ADS_1


__ADS_2