Terjerat Cinta Duda Playboy

Terjerat Cinta Duda Playboy
Terjerat Cinta Duda Playboy. 9


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Ayara telah bangun. Wanita dengan satu anak itu mengerjakan pekerjaan rumah mulai dari menyapu halaman depan, menyiram bunga, hingga ke masak. Setelah merasa semua beres, Ayara baru membangunkan putri kecilnya.


Hari ini merupakan hari pertama bagi keduanya untuk beraktivitas. Ayara pergi bekerja, dan Kayla yang akan pergi ke sekolah TK untuk pertama kalinya.


"Udah siap semua, sayang?" Kayla mengangguk, mulutnya yang masih berisi makanan penuh membuatnya tak bisa menjawab. "Jam pagi jangan lupa makan buahnya. Pas makan siang, baru bekal lunch, oke," imbuh Ayara.


"Oke, Mom."


Setelah sarapan bersama. Mereka meninggalkan rumah untuk pergi ke sekolahan Kayla terlebih dahulu.


__________


Semua urusan dengan pihak sekolah telah selesai. Di hari pertama ini, Ayara menemani Kayla untuk sedikit berbaur dengan teman-temannya. Ayara khawatir, jika putrinya sulit bergaul.


Ia tahu betul sifat Kayla yang tidak terlalu suka bermain bersama teman sebayanya, dan juga terkesan menghindar dengan alasan jika anak-anak seusianya tidak bisa diajak bicara dengan benar.


"Mommy, belum pergi bekerja?" tanya gadis kecil itu heran.


"Mommy, menunggumu mendapatkan teman terlebih dahulu. Ayo cari sana," pinta Ayara penuh binar.


"Mom, mereka tidak bisa diajak berbicara. Aku nanya apa, jawabnya apa."


"Tapi kan ini berbeda, siapa tahu ada yang cocok denganmu, sayang." Ayara masih berusaha membujuk putri kecilnya.


"Ihh... Mommy,"


"Baiklah anak-anak, waktunya masuk kelas!" teriak seorang guru wanita sembari membawa pentungan berkeliling sekolah. "Aku masuk, bye, Mom. Jangan lupa untuk menjemput ku pulang sekolah."


Ayara menghembuskan napas pasrah. Kenapa anaknya berbeda. Gadis kecil itu terlalu cepat berpikir dewasa. Melihatnya begini, Ayara menjadi sedih.


"Sayang..." Ayara memeluk tubuh putrinya dengan lembut. "Maafin, Mommy ya. Mommy belum bisa menjadi ibu yang baik buat kamu."


"Is't okay, Mom. Is't okay," gadis kecil itu membalas pelukan ibunya sembari menepuk-nepuk punggungnya pelan.


"Kayla, ayo masuk. Gak papa, teman-temannya baik-baik, kok." Ajak seorang guru yang bernama Miss Novia. Ayara segera melerai pelukan mereka, ia menatap bola mata Kayla dengan penuh sayang.

__ADS_1


"Nanti siang, bibi Elena yang akan menjemputmu."


"Baiklah, bye Mom."


"Bye, sayang."


_______________


Di kediaman besar Monata. Raden Ayu Waduri, istri dari pemilik dari AMC Grup, ibu dari Dion Ace Monata tengah menatap sinis seorang wanita yang tidak diundang ke meja makan mereka pagi ini.


Wanita itu adalah Joelyn, tidak hanya ditolak berulangkali untuk menikah oleh Ace. Tetapi wanita itu juga ditolak mentah-mentah kehadirannya di sekitar Ace oleh Waduri. Sedangkan ayahnya Ace, Alkenzo Rhys Monata hanya bersikap netral. Mengingat jika wanita itu merupakan ibu dari cucu satu-satunya keluarga Monata.


"Ace, jangan pulang terlambat untuk nanti malam, ya." tutur Widuri tanpa melihat ke arah putra sematawayangnya itu.


"Ada acara apa, Tan?" tanya Joelyn penasaran, "Apa aku boleh ikut?"


"Aku berbicara dengan putraku! Ini acara keluarga, hanya keluarga. Kamu siapa, berani-berani minta untuk ikut." Joelyn hanya bisa mengepalkan tangannya geram. Lagi dan lagi dirinya mendapatkan ucapan pedas dari Widuri.


Awas saja, jika aku berhasil menikah dengan Ace nanti. Aku akan buat, kamu tidak bisa melakukan apa-apa lagi selain berada di tempat tidur, nenek tua! batin Joelyn mendidih.


"Ace," Joelyn merengek, menatap pada Ace berharap untuk diizinkan ikut.


Alkenzo menatap lurus pada putranya. Hayakawa Grub adalah sebuah perusahaan asal Jepang yang memiliki banyak cabang di Indonesia. Cukup sulit untuk menjalin hubungan dengan anak perusahaan mereka yang ada di Indonesia. Tetapi putranya berhasil menggaet inti dari perusahaan itu.


"Benarkah?" Ace hanya mengangguk menanggapi pertanyaan dari sang ayah.


"Itu berarti kita lebih satu tingkat dari F'A Copration. Bagus, bagus, Papa bangga padamu, Nak." puji Alkenzo diiringi tawa keras.


Setelah selesai menghabiskan makanannya. Ace berdiri dan pergi dari sana tanpa mempedulikan keberadaan Joelyn sama sekali. Meninggalkan wanita itu bersama tekanan dari sang ibu, yang sama sekali tidak ramah.


Setibanya di kantor, semua orang telah bersiap untuk menyambut kedatangannya. Barisan panjang dari karyawan Cleaning Servis dan juga resepsionis terlihat begitu rapi dan sejajar.


Ace melewati mereka tanpa banyak bicara. Ia hanya fokus berjalan dengan tatapan mata tajamnya yang menusuk.


"Tuan, GM baru utusan dari Hayakawa telah menunggu di ruang tamu. Anda pasti akan terkejut melihatnya," ujar Brian penuh semangat.

__ADS_1


"Terkejut?"


"Itu Nona Basagita, Tuan. Utusan Hayakawa itu---" Brian mematung melihat Ace yang tiba-tiba berlari cepat menuju lift. Ucapannya terpotong begitu saja. Apa sebegitu berpengaruhnya nama itu.


Setelah pintu lift terbuka, Ace segera menuju ke ruang tunggu. Pria itu ingin membuka pintu ruang tunggu dan memastikan kebenaran dari ucapan Brian.


Jantungnya berdetak lebih kencang, napasnya memburu naik turun, tubuhnya menegang dan terasa dingin membayangkan gadis itu ada dihadapannya. Setelah pencarian sekian lama, penantian yang panjang. Akhirnya!


"Tuan CEO?" Tegur seorang pria mengagetkan Ace yang masih mematung di depan pintu ruang tunggu. "And ingin masuk?" tanya karyawan itu lagi memastikan.


Ace menghembuskan napas secara perlahan. Berusaha mengontrol dirinya sendiri yang hampir kehilangan kendali. Ia mengintip melalui sela-sela kaca, dan benar itu gadisnya.


Ini nyata!


Akhirnya, setelah aku mencari mu seperti orang gila di seluruh pelosok Indonesia. Kamu malah datang sendiri tanpa aba-aba padaku, gadis nakal.


"Minta seseorang mengantarkan GM baru utusan dari Hayakawa masuk keruangan ku!" titah Ace dengan suara datar pada karyawan itu.


"Baik, Tuan."


Ace kembali menyentuh dadanya yang terus berdetak tak beraturan. Sebahagia itu hatinya ketika bisa melihat gadisnya lagi.


Kali ini aku pastikan kamu tidak akan bisa kabur dari pandanganku, Sayang. Tidak akan!


Tok... Tok... suara ketukan pintu terdengar. Ace mempersilahkan masuk. Ketika pintu itu terbuka, sosok gadis cantiknya yang terlihat kanak-kanak lima tahun yang lalu telah menjelma menjadi wanita dewasa penuh dengan pesona. Elegan, berwibawa, dan lekuk tubuhnya terlihat semakin menggoda.


****!


Semakin dekat wanita itu melangkah, semakin besar hantaman di jantungnya.


"Selamat pagi, Tuan. Salam kenal, nama saya Ayara Basagita, utusan dari Hayakawa. Tuan bisa memanggil saya Ibu Aya, Ibu Ara, atau Tuan memiliki panggilan lain juga boleh. Selama itu masih batas wajar dan profesional pekerjaan saya tidak masalah,"


"Jabatan saya di Hayakawa sebagai sekretaris Presdir. Namun Anda tidak perlu khawatir, karena sebelumnya saya mendapatkan pelatihan untuk menjadi Direktur utama di kantor pusat. Sehingga saya sangat yakin bisa melakukan tugas yang dipercayakan dengan baik,"


"Ini surat tugas saya dari Hayakawa untuk dua tahun ke depan sebagai GM divisi pelaksanaan. Setelah dua tahun, akan ada pergantian utusan dari Hayakawa dan juga disetujui oleh pihak AMC seperti kesepakatan awal. Ada pertanyaan, Tuan?" jelas Ayara dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


Ace lagi-lagi terpukau. Tidak ada keraguan sama sekali di nada bicaranya. benar-benar membius, dan mempesona.


Hanya saja ada satu poin yang membuat Ace tidak senang. Dua tahun ke depan! Itu artinya dia hanya memiliki dua tahun untuk memastikan jika wanita itu tidak bisa lagi kabur dari genggamannya.


__ADS_2