Terjerat Cinta Duda Playboy

Terjerat Cinta Duda Playboy
Terjerat Cinta Duda Playboy.11


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, tidak terasa sudah hampir satu minggu Ace dan Ayara tidak pernah bertemu. Hal itu disebabkan karena Ace ada pekerjaan di luar kota. Dan hari ini, Ace kembali datang ke kantor.


Hal pertama yang Ace lakukan adalah memperhatikan Ayara yang tengah sibuk dengan berkas-berkas dari balik tirai ruangannya.


"Tuan, nyonya besar berpesan agar Anda pulang ke rumah utama." Tutur Brian memberitahu keinginan ibu dari majikannya itu.


"Ada acara apa lagi?" jawab Ace terdengar tidak tertarik.


"Ulang tahun Tuan kecil yang ke-3 tahun. Apa Anda tidak ingat?"


"Tidak!"


Brian hanya bisa pasrah mendengar jawaban Ace. Semenjak Tuan kecil mereka itu lahir, Ace nampak enggan untuk memberikan perhatian secara langsung. Meskipun sejatinya, ia tetap peduli dan memperhatikan dari kejauhan.


Alasannya sederhana, Ace tidak ingin jika kasih sayangnya terlihat jelas. Joelyn semakin menjadi-jadi, dan memanfaatkan situasi itu untuk menekannya.


Entah kemurahan hati yang bagaimana lagi harus Ace maklumi. Padahal sebelumnya membunuh seorang wanita dan janin Ace sudah terbiasa. Tetapi untuk kali ini, Ace tidak bisa berbuat banyak karena ibunya sangat menyukai anak itu.


Untuk Joelyn, Ace masih memperhatikan mental dari putranya. Anak sekecil itu akan sangat sedih jika hidup tanpa melihat sosok seorang ibu.


"Setidaknya Anda hadir meskipun sebentar, Tuan." bujuk Brian masih berusaha meyakinkan Ace.


"Keluarlah, Brian! masih banyak pekerjaan yang bisa kau lakukan."


Ace kembali memperhatikan Ayara yang tampak sibuk. Mengabaikan Brian yang berpamitan untuk pergi.


Wajah yang tetap cantik, namun memiliki aura yang lebih elegan. Lekuk tubuh profesional yang diidamkan oleh setiap wanita. Bahkan bentuk tubuh Joelyn saja tidak sesempurna itu.


Terlalu lama memperhatikan Ayara. Ace teringat dengan ucapan Batara satu minggu yang lalu. Apa benar Ayara juga melahirkan anak tanpa menikah? Lalu sudah sebesar apa anaknya?


Apa ada kemungkinan jika--


Tidak, tidak mungkin! Ace harus mengenyahkan pikiran itu. Mana mungkin Ayara melahirkan anak untuknya. Jika saat itu Ayara hamil, pasti dia akan mencarinya bukan. Toh, wanita itu tahu jika dia merupakan teman dekatnya Batara.


Untuk menghilangkan rasa penasarannya. Ace segera menghubungi seseorang dan memintanya untuk mencari tahu informasi Ayara selama berada di London. Siapa tahu dia bisa mendapatkan bukti pria mana yang dekat dengannya sebelum kembali. Atau mungkin memang wanita itu telah berstatus sebagai seorang istri.


________

__ADS_1


Ayara masih sibuk dengan berkas-berkasnya. Sebentar lagi opening peresmian proyek pembangunan hotel. Ia harus benar-benar teliti dan mengerjakan semuanya dengan sempurna agar tidak ada kendala.


Fokusnya teralih ketika dering ponselnya berbunyi.


Uncle Lucas Calling


"Hai, Luc. Kenapa?" sapa Ayara langsung to the poin.


"Tidak ada, aku hanya merindukanmu."


"Berhentilah bercanda, katakan padaku ada apa? Kamu memerlukan bantuan ku?"


"Hahaha..." Tawa keras terdengar dari speker ponsel Ayara. Suara Lucas yang nyaring, membuat Ayara spontan menjauhkan ponsel dari telinganya. "Kamu tahu saja keinginanku. Besok malam aku tiba di Indonesia. Bisakah kamu menjemput ku di bandara bersama putriku?"


"Indonesia? Apa kamu ada pekerjaan di sini?" tanya Ayara sedikit heran.


"Menurutmu?" Tetapi bukannya memberikan jawaban, Lucas malah balik bertanya membuat Ayara kesal.


"Ckk... aku bertanya padamu. Bagaimana aku bisa tahu kalo tidak diberitahu. Ngomong-ngomong, kami akan menjemputmu besok. Tenang--"


Tok... tok... tok... suara ketukan di pintu mengagetkan Ayara. Ucapannya terpotong karena spontan menoleh.


"Apa kamu tidak membaca tata tertib karyawan, Nona Aya? Dilarang mengangkat panggilan ketika jam kerja!" Tegur Ace masih dengan suaranya yang rendah dan datar.


"Maaf, pak. Saya tidak akan mengulanginya lagi."


Tanpa berkata apapun lagi. Ace pergi meninggalkan ruangan Ayara.


Ayara menghembuskan napas lega. Karena tidak kena omel lebih lama dari atasannya itu. Padahal ia sering mendengar jika sifat atasannya itu sangat buruk dan pemarah. Hampir tidak ada karyawan yang selamat setelah ketahuan berbuat salah oleh Ace.


"Fyuh..." Kembali memperhatikan ponselnya. Ayara mematikan panggilan yang masih tersambung. Tak lupa ia meninggalkan pesan singkat pada Lucas bahwa dia harus kembali bekerja, dan besok mereka akan bertemu di bandara.


________


Taman kanak-kanak Pelita Jaya, termasuk TK yang elit di kota Jakarta. Biaya perbulannya juga lumayan tinggi sekitar 5 sampai 6 jutaan. Dan ya, disinilah tempat Kayla berada sekarang.


Disaat semua anak dijemput oleh ayah atau ibunya. Kayla masih berdiam diri menunggu pengasuh abal-abal nya datang. Siapa lagi jika bukan Elena.

__ADS_1


Entah siapa yang mengasuh dan di asuh diantara mereka. Karena sering kali, malah Kayla yang mengingatkan ini dan itu pada Elena. Bahkan untuk memasak sesuatu yang ringan seperti telur dadar dan roti panggang, Kayla lebih percaya diri bahwa dia lebih pandai ketimbang Elena yang tidak pernah menyentuh dapur.


Tin... Tin... Suar klakson mobil Elena terdengar nyaring. Membuat Kayla memutar bola matanya jengah, kemudian berpamitan kepada guru yang menjaga sebelumnya untuk segera pulang.


"Apa bibi terlambat, Baby girl?" tanya Elena selalu antusias seperti biasanya.


"Hanya dua menit lebih cepat dari biasanya," jawab Kayla.


"Benarkah, wah... ini sebuah kemajuan."


Kayla tidak menanggapi ucapan Elena. Gadis kecil itu hanya sibuk memperhatikan buku bahasa Inggris seperti biasanya.


"Apa kamu mengerti itu, Kay?" tanya Elena sekedar basa-basi.


"Apa?"


"Buku yang kamu baca. Apa kamu mengerti artinya?" Kayla mengangguk.


"Kamu hebat sekali, Baby girl. Bibi bangga sama kamu, Kayla. Kamu benar-benar hebat!"


"Aku lahir di London, dan tinggal selama 4 tahun di sana, Bi. Seharusnya bibi bangga karena bahasa Indonesiaku sangat bagus padahal aku baru pertama kali datang," ucap Kayla telak. Memprotes sekaligus mengejek Elena yang mengatakan dia pintar berbahasa inggris.


"Mulutmu pedas sekali. Dikasih makan apasih sama ibumu. Lihat saja bibi akan protes ke ibumu! Dia membuat keponakan kecilku menjadi gadis berbisa seperti ini." Kayla lagi-lagi tidak menanggapi ocehan Elena. Membuat wanita itu mendengus karena kesal diabaikan.


Perjalanan mereka telah tiba di sebuah butik ternama. Kayla nampak bingung, kenapa mereka malah berakhir di sini, dan bukannya pulang ke rumah.


Seakan bertanya, 'kenapa kita berakhir di sini' Kayla menatap Elena dengan kening mengernyit.


"Keponakan bibi ada yang berulangtahun. Jadi, kamu temenin bibi, ya, sayang. Hanya sebentar, kok."


Kayla hanya pasrah mengikuti Elena. Gadis kecil itu dijadikan boneka percobaan oleh Elena. Dia harus bergonta-ganti pakaian, dari mulai baju bulu berbentuk harimau hingga ke gaun princess Disneyland ia kenakan.


Dan akhirnya, setelah beberapa jam mereka mencari gaun. Kayla dan Elena memutuskan untuk menggunakan pakaian kembar ala princess Disneyland. Kayla menggunakan kostum princess Rapunzel, sedangkan Elena princess Belle.


"Aku pikir bibi akan cantik jika menggunakan dress biasa," usul Kayla berusaha menyadarkan pengasuh abal-abal sekaligus sahabat ibunya itu, jika kostum princess tidak cocok lagi untuk seusianya.


"Tidak! kita akan menjadi cantik bersama. Lihat, ini masih cantik sayang."

__ADS_1


"Terserah bibi saja,"


__ADS_2