
Deru napas Keyla kian memburu saat Mondy memiringkan kepalanya hingga jarak di antara mereka semakin terkikis. Debar jantung Keyla semakin tidak karuan, karena kakinya tidak bisa digerakkan, ia pun memejamkan mata. Dapat Keyla rasakan embusan napas Mondy yang menerpa wajahnya. Napas yang terasa panas itu membuat Keyla mencengkeram tangan Mondy yang dipegangnya.
Mondy menahan sakit saat kuku Keyla menancap di tangannya. Namun, rasa penasarannya telah mengalahkan rasa sakitnya itu. Mondy semakin bergerak maju. Kini, bibir itu sudah menyentuh bibir Keyla. Lalu, Mondy pun memejamkan mata. Ia mencoba merasakan bagaimana rasanya berciuman. Perlahan ia membuka mulutnya dan merasakan bibir bawah Keyla. Manis, seperti vanila dan ceri yang beradu.
Saat ingin menikmati semakin dalam, tiba-tiba, suara teriakan mengejutkan mereka. “Om Mondy, Onty Key.”
Mendengar teriakan itu, ciuman Mondy dan Keyla pun terlepas. Keduanya tampak malu-malu karena ciuman singkat itu adalah ciuman pertama untuk mereka berdua. Mondy menggigit bibir bawahnya sendiri, lalu ia memberanikan diri untuk memeluk Keyla.
“Itu ciuman pertamaku,” bisik Mondy yang membuat Keyla merona. Ada yang menghangat dalam dirinya saat Mondy mengatakan itu.
Keyla pun membalas pelukan Mondy, karena kini dia meyakini hatinya bahwa dia telah menyukai Mondy sepenuhnya. Dengan malu-malu Keyla pun menjawab, “Itu juga ciuman pertamaku.”
Setelah mengatakan itu, Keyla merasakan pelukan Mondy di tubuhnya terasa semakin erat. Namun, lagi-lagi momen bahagia itu tidak bisa dinikmati terlalu lama karena bocah kecil bernama Gabriel itu sudah berdiri di hadapan mereka.
“Onty Key sama Om Mondy kenapa peluk-peluk? Biel juga mau dong dipeluk,” ucap bocah itu sembari merentangkan tangan.
Mondy meraih tubuh teman kecilnya itu dan menggendongnya layaknya seorang ayah yang sedang menggendong putranya. Keyla mengusap lembut rambut keponakannya yang suka mengganggu itu dan bocah itu malah tertawa.
__ADS_1
“Biel ke sini sama siapa?” tanya Keyla.
“Sendili dong, Biel udah besal, Onty,” jawab bocah itu dengan bangga.
“Kalau udah besar itu ngomongnya nggak cadel, harusnya udah bisa ngomong ‘R’ dong,” ledek Mondy.
“Biel memang sudah besal, tapi lidahnya Biel nggak tambah besal, Om. Jadi, Biel belum bisa ngomong ‘L’. Nanti kalau sudah umul lima pasti Biel sudah bisa.” Gabriel pintar mencari alasan. Dia selalu menganggap dirinya sudah besar karena dia sudah menjadi kakak sekarang.
“Itu namanya kamu masih kecil, Sayang. Sini sama onty, biar Om Mondy yang masak,” kata Keyla. Dia mengambil alih Gabriel dari gendongan Mondy yang malah mengacak rambutnya pelan.
Pipi Keyla terasa hangat mendengar penuturan Mondy itu. Dia jadi membayangkan jika dia menikah dengan Mondy dan memiliki anak, apa akan seperti ini rasanya?
**
**
Masakan Mondy sudah tersaji di meja makan. Gabriel yang juga masih di sana ikut menantikan masakan dari Om Mondy teman baiknya itu.
__ADS_1
“Hari ini spesial udang saus tiram. Om Mondy yakin, daddy Biel pasti nggak bisa masak kayak gini,” ucap Mondy sembari menarik kursi untuk duduk.
“Emangnya cowok boleh masak, Om? Daddynya Biel kan cowok kayak Biel.”
“Ya nggak apa-apa dong, Biel. Di restoran-restoran mewah begitu banyak kok koki yang cowok. Bilang sama Daddy diajak lomba masak sama Om Mondy.”
“Mon, jangan mulai deh. Kamu nggak bosen apa ribut terus sama Bara? Kalau kalian jadi keluarga, apa iya mau berantem terus?” tanya Keyla sembari membulatkan matanya.
Mendengar pertanyaan Keyla itu, Mondy jadi menyimpulkan satu hal. “Jadi, kamu sudah bersedia menjadikan aku dan Bara Kokok sebagai saudara?” tanya Mondy terus terang.
Keyla yang ditanya demikian tentu saja jadi salah tingkah. Wanita itu menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
“Kalau Om Mondy sama Daddy jadi saudala, Om Mondy nggak akan belantem lagi ‘kan sama Daddy?” tanya Gabriel dengan polosnya.
Mondy melirik Keyla, dia masih menantikan jawaban dari wanita itu sebenarnya, tapi pertanyaan Gabriel juga bisa menjadikan pancingan untuk Keyla menjawab pertanyaannya itu. “Om nggak tahu, Biel. Tunggu Onty Key mau nikah sama Om Mondy dulu, baru Om Mondy bisa tahu jawabannya.”
🥨🥨🥨Bisa bisa Om, bisa diatur. Xavier saja sudah menuju halal. Jangan nikah berbarengan ya, biar aku nggak pusing sewa gedungnya wkkkkk💐💐💐
__ADS_1