
Mondy memposisikan dirinya supaya Keyla tidak bisa bergerak bebas. Dia sengaja menahan istrinya supaya tidak beralasan lagi untuk kabur.
Keyla yang ditindih Mondy akhirnya hanya bisa pasrah saat laki-laki itu mellu.mat bibirnya dengan lembut. Ini bukanlah ciuman pertama mereka, tapi Keyla tahu, ini tidak akan berakhir dengan ciuman saja.
Mondy menyesap rasa manis bibir Keyla yang juga membalas ciumannya. Bibir bawah yang kenyal itu membuat Mondy gemas dan menggigitnya pelan. Setelah itu, giliran lidahnya yang bermain di rongga mulut istrinya. Mereka berciuman cukup lama sampai kehabisan napas dan tersengal-sengal.
Mondy menatap Keyla dengan tatapan mesra. Dia sangat bahagia karena akhirnya bisa memiliki Keyla seutuhnya.
"I love you," ucap Mondy tanpa melepas pandangannya.
Keyla tersenyum malu-malu dan membalas, "Love you too, my husband."
Mondy berseri-seri mendengarnya. Dia lalu mencium leher Keyla hingga wanita itu menjerit bahagia.
"Izinkan aku menyentuh semua yang ada padamu," ucap Mondy dengan berbisik lembut.
__ADS_1
Keyla mengangguk, dia memasrahkan segalanya pada Mondy. Dia percaya suaminya itu pasti bisa membuatnya nyaman karena tubuhnua kini memang menjadi hak Mondy.
Tangan Mondy bergerak pelan menyusuri piyama satin yang menyimpan seluruh keindahan tubuh istrinya. Tangan besar itu berhenti di gundukan padat yang masih terbalit pakaian rapi. Mondy mere.mas pelan dan merasakan kenyalnya sesuatu yang baru kali ini dia pegang. Dia tidak peduli lagi dengan debaran keras di jantungnya yang memompa adrenalinnya untuk bergerak lebih cepat.
"Empuk," ucapnya dengan jujur.
Keyla membalik tubuhnya karena malu melihat ekspresi Mondy yang seperti anak kecil.
"Hei, aku masih mau pegang, Sayang." Mondy jelas tidak terima dengan apa yang Keyla lakukan. Dia kini memposisikan dirinya di belakang Keyla dan kembali merasakan empuknya benda kenyal itu.
Mondy yang tidak paham cara membukanya, justru menurunkan talinya dari pundak Keyla.
"Ih, nggak gitu caranya. Di belakang sini ada kancingnya," ucap Keyla antara malu-malu dan kasihan.
"Ya udah, kamu buka semua deh, aku juga buka semua ini," ucap Mondy sambil garuk-garuk kepala.
__ADS_1
"Nggaklah. Malu tau." Keyla kembali memiringkan tubuh menutupinya dengan bantal.
Mondy langsung mencari pengait di punggung Keyla dan melepaskan benda sial itu dari tubuh istrinya, lalu membalik tubuh Keyla supaya menghadapnya "Ya Tuhan, sumber makanan." Mondy langsung melahap kenyalnya tubuh Keyla dengan tangan yang tidak bisa diam.
Mondy merasakan sesuatu yang mendesak di balik jubah mandinya. Tanpa ba-bi-bu lagi, dia segera membuang jubah mandi itu hingga Keyla menjerit kaget saat pertama kali melihat milik Mondy.
"Panjangnya. Mirip ikan lele," ucap Keyla yang kini menutup mulutnya, tetapi pandangannya tidak lepas dari benda berurat yang mengacung tegak di hadapannya.
"Ya masa' disamaain sama lele sih, Sayang. Coba kamu sentuh deh, sama nggak sama lele?" tanya Mondy sembari menuntun tangan Keyla untuk menyentuh aset berharganya.
Tangan Keyla bergetar, ini juga pertama kalinya dia menyentuh langsung milik laki-laki, sama seperti Mondy yang baru kali ini menunjukkannya kepada orang lain.
"Ya ampun, ini lelenya jumbo Mon. Aku takut dia akan melukai aku dengan patilnya."
🥨🥨🥨Bu RETE jangan ngadi² dong.. emangnya Lele Jumbonya pak rete punya patil??💐💐💐
__ADS_1