Terjerat Skandal

Terjerat Skandal
TS | Bab 43


__ADS_3

Mondy sangat bahagia karena pernikahannya dan Keyla sudah di depan mata. Namun, waktu satu minggu baginya masih terlalu lama karena yang dia inginkan adalah menikah secepatnya kalau bisa besok pagi.


Sementara itu, Keyla menganggap waktu satu minggu terlalu cepat untuknya. Menurutnya, waktu satu minggu tidak akan cukup untuk menyiapkan sebuah pernikahan yang dia ingin sekali seumur hidupnya.


“Pa, kenapa nggak besok saja? Semua ‘kan sudah setuju, mau tunggu apa lagi?” tanya Mondy tidak sabar.


Keyla melotot mendengar usulan Mondy yang justru ingin pernikahan lebih cepat. “Ih apa sih, Mon? Kamu pikir ini main-main apa? Mana bisa nikah dadakan. Dikiranya nanti aku hamil duluan,” balas Keyla sewot.


“Ya yang penting ‘kan kamu nggak hamil duluan, Key. Lagian bagus juga kalau setelah nikah kamu hamil,” gumam Mondy.


Papa Mondy memicingkan mata karena kelakuan putranya itu. Dengan tidak tahu malunya, Mondy memang terlihat sudah kebelet ingin cepat menikah.


“Kalau satu minggu lagi kamu setuju, Key?” tanya Papa Faris pada putrinya. “Papa dan Mama tidak bisa berlama-lama di sini karena kami masih banyak pekerjaan Sayang.”


Keyla memikirkan perkataan ayah kandungnya itu. Sepertinya keadaan memang sangat mendukungnya untuk menikah dengan Mondy dalam satu minggu itu, meski kariernya pasti akan terpengaruh karena pernikahan dadakan itu.

__ADS_1


“Keyla, apa kamu masih ragu-ragu dengan perasaan kamu?” tanya mama Keyla.


“Nggak sih Ma, cuma satu minggu buat menikah, apa persiapannya nggak akan berantakan. Pasti kita butuh gedung, gaun pengantin, undangan, semuanya nggak mungkin bisa disiapin dalam satu minggu ‘kan?”


“Bisa kok, urusan gedung dan lain-lainnya biar kami yang urus,” sahut mama Meysa, ibu tiri Keyla.


Keyla menghela napas berat. Mungkin ini memang sudah takdirnya cepat-cepat menjadi Bu RT. “Oke, minggu depan aku siap,” jawab Keyla pada akhirnya.


Mondy tersenyum bahagia mendengarnya. Walaupun tidak bisa esok harri, tapi setidaknya dia dan Keyla akan menikah dalam waktu dekat. Satu minggu juga tidak terlalu lama.


Setelah penentuan tanggal dan tempat pernikahan yang mendadak itu, Mondy mengajak Keyla untuk ngobrol berdua supaya tidak terganggu dengan para orang tua yang masih saja membahas bisnis di saat seperti ini. Dua insan yang sebentar lagi akan menjadi suami istri itu tengah jalan-jalan di sekitar rumah.


“Ya, minggu depan kita sudah mulai hidup yang baru, kira-kira kita bakalan canggung nggak ya,” balas Mondy yang pandangannya tidak bisa lepas dari Keyla.


Angin malam berembus pelan membelai rambut Keyla yang tidak diikat. Udara malam yang terasa dingin itu membuat gadis itu memeluk tubuhnya sendiri yang membutuhkan rasa hangat.

__ADS_1


“Mungkin akan canggung. Sekarang saja kita jadi canggung gini, ‘kan?” jawab Keyla yang kedua tangannya masih saling memeluk.


“Iya juga sih. Kamu kedinginan?” tanya Mondy lagi.


Keyla menghentikan langkahnya, lalu dia diam menatap Mondy yang juga ikut berhenti. “Kamu nggak peka apa memang sengaja sih?”


“Itu ‘kan salah kamu sendiri. Kenapa nggak pakai jaket? Sudah tahu ‘kan kalau udara malam itu pasti dingin.”


“Kamu nggak romantis, Mon. Harusnya kamu lepas jaket dong biar aku nggak kedinginan.”


“Kalau aku lepas jaket, terus aku sakit, pernikahan kita tertunda dong.”


“Sama saja, kalau aku yang sakit pernikahan kita juga tertunda.”


Keyla cemberut. Dia berbalik badan dan berjalan menuju rumahnya. Dalam hati dia menggerutu atas sikap Mondy yang tidak ada manis-manisnya sama sekali.

__ADS_1


Namun, tanpa Keyla sangka sebelumnya. Mondy tiba-tiba memakaikan jaketnya di tubuh Keyla. “Aku memang nggak romantis, tapi aku pasti ngangenin.”


🥨🥨🥨Selamat Hari raya Idul Fitri gaess, Minal Aidzin Wal Faidzin ya. Maaf lahir batin ❤️❤️❤️💐💐💐


__ADS_2