
Mondy meringis kesakitan saat kakinya menabrak tong sampah hingga sebagian isinya jatuh berserakan. Ia mengangkat kakinya sambil mengaduh kesakitan. Masalahnya, sekarang ia juga ketahuan menguping oleh Keyla. Memalukan sekali, kenapa kakinya tidak bisa diajak kompromi saat seperti ini?
Mondy merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa menguping dengan baik, sampai-sampai ia ketahuan oleh Keyla yang kini memicingkan mata dengan raut kesalnya. Bodoh! Siapa yang menaruh tong sampah di tempat ini?
“A-aku tadi mau buang sampah. Ya, mau buang sampah.” Mondy cengar-cengir sembari menggaruk kepalanya.
Keyla berjalan mendekati Mondy yang pura-pura membersihkan sampah. Ia jadi curiga bahwa Mondy sengaja menguping pembicaraannya yang sedang menelepon temannya.
“Kamu nguping ya?” tanya Keyla berkacak pinggang. Ia mendengus kesal, tapi malah tertawa. “Kenapa tertawa?” Keningnya berkerut menatap Mondy dari dekat.
Mondy berhenti tertawa. Ia lalu menatap wajah Keyla dari dekat dan tersenyum. “Kamu tetap cantik meskipun lagi marah. Cocok banget jadi Bu RT.” Mondy memiringkan kepalanya dan memajukan wajahnya semakin dekat dengan Keyla.
Keyla menjadi salah tingkah dan mundur beberapa langkah. “Jangan ngarep, aku udah mau balik.” Keyla berbalik badan dan berjalan kembali ke ruangan Sheina. Ada seutas senyum yang tersungging di bibirnya setelah memalingkan wajahnya dari Mondy. Gadis itu berjalan cepat meninggalkan Mondy yang masih mencerna omongannya barusan.
__ADS_1
Setelah tersadar bahwa ia akan ditinggal lagi, Mondy berlari mengejar Keyla yang masih berjalan menyusuri lorong sepi rumah sakit. “Key, kamu mau ke mana lagi?” Mondy berjalan mundur supaya bisa memandang wajah Keyla sambil berjalan.
“Ke kamar Sheina,” jawab Keyla singkat.
“Maksud aku, kamu bilang mau balik itu loh. Memang kamu mau ke mana lagi?” tanya Mondy yang tidak rela kehilangan Keyla untuk kedua kalinya. Ia sangat meyakini bahwa Keyla adalah jodoh yang dikirimkan Tuhan untuknya.
“Italia.”
Mondy menghentikan langkahnya, membuat Keyla ikut berhenti dan dalam hitungan detik mereka pun terjatuh di lantai. Beruntung, sebelum terjatuh Mondy sempat menangkap tubuh Keyla sehingga wanita itu terjatuh menimpa tubuhnya.
Keyla mengangkat wajahnya dan berkata, “Sory.” Ia lalu membenarkan posisi roknya dan berniat untuk bangun, tapi lagi-lagi Mondy menahannya.
“Jangan pergi! Di sini aja dan biarkan aku berjuang untuk mendapatkan hatimu,” ucap Mondy.
__ADS_1
Entah kenapa Keyla menarik kedua ujung bibirnya. Ia merasakan lagi debaran di jantungnya saat melihat tatapan mata Mondy. Senyuman itu seperti sihir yang mempermainkan perasaannya. Keyla masih belum menyadari perasaannya pada Mondy seperti apa.
Saat mereka masih saling beradu tatap, derap langkah terdengar semakin dekat mengisi kesunyian malam ini. Keyla menoleh ke belakang, ia melihat sosok pria berkemeja rapi mendekat ke arahnya.
“Gery,” sapa Keyla setelah sosok laki-laki itu semakin dekat dengannya.
Mendengar nama Gery disebut, Mondy langsung bangun dan mencebik. “Kenapa harus dia yang datang sih,” gumamnya yang bisa didengar jelas oleh Keyla dan Gery.
Gery berdehem lalu menatap Keyla. “Kamu kembali?” tanyanya.
Keyla mengangguk cepat lalu menundukkan kepala. “Bentar lagi juga balik,” jawabnya singkat.
“Jangan!” teriak Mondy dan Gery secara bersamaan.
__ADS_1
Keyla refleks tersenyum karena mendengar kekompakan Mondy dan Gery. “Aku tetap akan balik, walau aku suka lihat kalian kompak gini.”
🥨🥨🥨Sory updatenya dikit. Otak lagi capek mikir gaess, Doakan aku bisa up lagi ya😊💐💐💐