
Mendengar pertanyaan Gabriel tentang hasil karya Mondy di leher Keyla, wanita itu menolak dengan tegas. Mondy yang menciptakan merah di leher Keyla juga tidak terima karena Gabriel mengatakan itu hasil gigitan daddynya.
"Biel tadi malam kan tidur sama Daddy, kamar ini juga Om Mondy yang kunci, mana bisa daddy buaya Biel masuk ke sini?" tanya Keyla. Dia merentangkan tangan dan meminta Gabriel untuk memeluknya.
"Belalti Om Mondy yang jadi buaya ya," jawab Gabriel lalu tertawa.
Keyla pun ikut tertawa karena suara lucu Gabriel saat tertawa membuatnya gemas. Wanita itu merebahkan Gabriel di sampingnya lalu menggelitiki Gabriel sampai tertawa terbahak-bahak. Mondy juga tak mau kalah, dia ikut menggelitiki Keyla sambil sesekali memijat benda kenyal di dada istrinya itu.
"Eh kamu curang, Yang," protes Keyla saat merasa Mondy tidak hanya menggelitiki tapi juga mencuri kesempatan.
"Curang apanya, aku nggak ngapa-ngapain, Sayang." Mondy memasang wajah tanpa dosa, jelas-jelas dia melakukannya.
"Om Mondy temen aku, ayo balas gelitikin Onty, Om." Gabriel berdiri di atas kasur dan mengambil posisi, bersiap untuk membalas Keyla, tetapi saat melihat noda merah yang mengenai sprei hotel itu, Gabriel mengurungkan niatnya. "Onty, ini apa?"
Gabriel hampir menyentuh noda itu, tetapi Mondy langsung berteriak.
"Jangan! Itu kemaren Om Mondy bawa sosis bakar terus saosnya tumpah, itu kotor," kata Mondy sambil menggendong Gabriel agar turun dari kasur.
__ADS_1
Saat Gabriel masih mencerna omongan Mondy, tiba-tiba pintu kamar mereka diketuk. Mondy mengajak Gabriel membuka pintu dan seketika bocah itu berteriak.
"Daddy, ayo beli sosis bakal," kata Gabriel setelah melihat sosok Bara yang mengetuk kamar Mondy.
"Sosis bakar?! Di mana?" tanya Bara bingung.
Mondy memberikan Gabriel pada gendongan ayahnya. Lalu, dia bersedekap dada dan memandang Bara dengan tampang tengilnya.
"Om Mondy habis makan sosis bakal tapi saosnya tumpah di kasul, kasihan 'kan yang belsih-belsih kamal, Dad." Gabriel bertanya dengan wajah polosnya.
"Itu punya Onty Key yang tumpah, saosnya Om Mondy pecahin jadi nodanya membekas di sprei," sahut Mondy setengah melotot untuk memberi kode pada Bara.
Bara yang akhirnya paham, menghela napas dengan kasar. Lalu, dia menatap putranya yang masih polos itu. "Kita pulang ya Kak, Adek nangis terus," kata Bara lalu melirik Mondy.
"Iya, Biel. Adiknya diajak pulang, ini hotel 'kan nggak cocok buat anak-anak. Kalau Mommy sama Daddy mau nginep, harusnya Biel sama Bia ke rumah Oma," sahut Mondy yang membuat kening Gabriel berkerut.
"Kenapa halus di lumah Oma, Dad?" tanya Gabriel bingung.
__ADS_1
"Jangan didengerin omongan Om Kukis, kita pulang aja yuk, kasihan Mommy sama Bia." Tanpa berpamitan dengan Mondy, Bara meninggalkan kamar Mondy sambil menggendong Gabriel. Bocah itu masih saja bertanya-tanya, sedangkan Mondy langsung menutup pintu dan menguncinya.
Laki-laki itu menghampiri istrinya yang sedang berjalan ke kamar mandi sambil meringis kesakitan.
"Sayang, kamu kenapa?" Mondy langsung berlari dan menyentuh wajah Keyla yang pucat menahan sakit.
"Perih banget buat jalan, sakit."
"Apanya yang sakit? Kita ke dokter ya," ucap Mondy khawatir. Baru sehari menikah istrinya sudah sakit. Mondy benar-benar cemas saat ini.
"Nggak perlu, kamu sih tadi malam mainnya nggak berhenti, sakit 'kan jadinya," balas Keyla yang kini berpegangan pada pundak suaminya.
"Kenapa jadi aku yang salah, Sayang?"
🥨🥨🥨Pak RETE, kamu nggak tau ya, kalau cowok selalu salah, dan cewek selalu benar🤣💐💐💐
Khusus readers yang mau masuk grup chat author, kalau masuk tanpa sebutin nama tokoh kesayangan, admin tidak akan acc ya..
__ADS_1