Terjerat Skandal

Terjerat Skandal
TS | Bab 51


__ADS_3

Mondy sebenarnya ingin tertawa saat Keyla menyebut miliknya seperti ikan lele dengan ukuran jumbo. Akan tetapi, dia sadar ini bukan waktunya bercanda. Mondy menuntun tangan Keyla untuk bergerak sambil menggenggam lel jumbonya itu.


"Kok makin keras sih Mon, udah deh. Nanti pasti sakit," ucal Keyla yang takut saat merasakan lele jumbo Mondy semakin tegang.


"Makin keras, pasti makin enak," balas Mondy. Dia mulai menarik turun celana Keyla, membuat wanita itu melepaskan lele jumbonya dan seketika menahan tangan Mondy. "Kenapa, Key. Aku suami kamu," ucap Mondy sambil mengusap kepala istrinya itu.


"Aku malu," jawab Keyla sambil menutup wajahnya.


Mondy mengerti, saat ini Keyla belum terbiasa. Akhirnya, dia menyuruh Keyla untuk menutup mata selagi dia menjalankan tugasnya. Ternyata, itu cukup berhasil. Kini mereka sama-sama tidak memakai apa pun.


Mondy menyentuh inti tubuh Keyla dengan jemarinya yang panjang. Dia bisa merasakan lubang kecil yang pasti tidak akan muat untuk dimasuki lele jumbonya. Namun, dia tidak peduli, semua wanita pasti akan mengalaminya, 'kan?


Mondy terus membuat bagian itu basah dengan wajah Keyla yang masih tertutup tangan. Wanita itu bisa merasakan jari-jari Mondy yang bergerak membuatnya merasakan nikmat yang aneh.

__ADS_1


"Sayang, sekarang ya," bisik Mondy yang sudah di posisi sempurna untuk penyatuan mereka.


"Pelan-pelan Yang, aku takut," jawab Keyla yang kini berpegangan pada lengan Mondy yang kokoh.


"Iya, Sayang. Rileks ya." Mondy mengecup kening Keyla cukup lama, sementara tangannya bergerak membuka kaki Keyla lebar-lebar.


Keyla yang dikecup mesra, perlahan merasakan lele jumbo Mondy yang mulai menyentuh inti tubuhnya. Suaminya itu kesulitan mendobrak pintu surganya.


Percobaan kedua nyatanya juga gagal. Keyla sudah putus asa dan meminta menundanya esok hari saja. Dia pikir saat ini mereka sedang lelah sehingga kesulitan, tetapi Mondy tidak mau. Dia merasa tertantang untuk menjebol gawang Keyla malam ini juga.


Mondy memposisikan lagi lele jumbonya tepat di depan pintu surga Keyla. Dia lalu mendorong pelan sambil menuntun lele jumbonya.


Keyla mulai merasakan perih. Dia berteriak kesakitan, tapi Mondy langsung membekapnya dengan bibir. Laki-laki itu tidak mau gagal untuk ketiga kalinya, karena kini lele jumbonya mulai menemukan jalan masuk.

__ADS_1


Keyla semakin kesakitan, rasa perih dan panas seakan membakar tubuhnya. Dia mencakar dan menggigit pundak Mondy saking sakitnya. Hal berbeda justru dirasakan Mondy. Meski dia juga merasakan sakit, tapi rasa nikmatnya jauh lebih besar. Dia merasakan kepala lele jumbonya dipijat oleh dinding ke.wanitaan Keyla.


Mondy terus mendorong sampai ia bertemu dengan selaput pembatas. Dengan napas tersengal, Mondy menatap wajah istrinya yang dipenuhi peluh dan sedikit air mata.


"Aku ambil ini darimu, karena aku mencintaimu. Terima kasih Sayang, sudah menjaganya untukku." Mondy kembali mendaratkan bibirnya di bibir Keyla sedangkan pinggulnya bergerak maju menembus selaput dara milik Keyla.


Keyla menangis bahagia, meski perih dan sakit, tetapi kini tugasnya mempertahankan kepe.rawanan telah usai. Dia sudah menyerahkannya pada suaminya.


Mondy mendiamkan lele jumbonya agar tubuh Keyla bisa beradaptasi. Dia menghapus keringat dan air mata di wajah cantik istrinya. Lalu, saat dia melihat Keyla tersenyum dan sudah tidak meringis kesakitan lagi, Mondy mulai bergerak.


Suami istri itu mulai merasakan penyatuan mereka saat Mondy bergerak pelan tapi semakin lama semakin cepat. Malam ini, mereka berdua akan terbang ke angkasa bersama-sama.


🥨🥨🥨Udah ye.. aku masih polos.. jan protes kurang hot, malem² ngetiknya sambil nahan ngantuk. kembang kopinya dong banyakin💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2