Terjerat Skandal

Terjerat Skandal
TS | Bab 27


__ADS_3

Bara dan Gery baru pulang rapat dengan klien di luar kantor. Mereka sangat terkejut saat melihat Keyla yang baru saja melepaskan topinya. Bara berjalan mendekati adik ipar dan musuh bebuyutannya itu. Matanya memicing menatap dua orang yang memakai pakaian mencurigakan itu.


“Kalian mau mata-matain kita apa bagaimana?” tanya Bara saat jarak mereka sudah semakin dekat.


Mondy melepaskan penutup kepala dan juga maskernya.


“Sudah aku duga, meskipun pakai pakaian kayak gini aku pasti bisa mengenali kamu,” oceh Bara yang mulai sinis dengan rivalnya di segala urusan. Bisnis, cinta, dan kehidupan.


“Numpang sembunyi doang. Belum juga aku acak-acak kantor ini,” jawab Mondy tak kalah sinis.


Gery mengabaikan Mondy dan Bara yang tidak pernah akur, dia lebih tertarik dengan Keyla yang sedang mengatur napasnya yang tersengal-sengal. “Ada apa, Key?”


Bara dan Mondy sama-sama melirik Keyla. Gadis itu tersenyum sambil menggelengkan kepala.


“Ada sesuatulah, aku telfon kamu dari tadi kenapa nggak diangkat?” Keyla menatap Gery sambil memperlihatkan layar ponselnya yang sedari tadi menghubungi Gery. “Bar, punya minum nggak?”


***


Mereka berempat kini berada di ruangan Bara. Mondy sebenarnya ingin pergi, tetapi Keyla menahannya supaya mampir sebentar di kantor Bara.

__ADS_1


“Jadi, kalian ke sini itu mau main petak umpet?” tanya Bara setelah Mondy dan Keyla menenggak minuman yang ia berikan pada mereka.


“Ya, begitulah,” jawab Mondy. Dia masih ragu apakah harus menceritakan pada Bara atau tidak tentang masalahnya dan Keyla ini.


“Apa kalian berpacaran?” tanya Gery sembari memicingkan mata.


Gery adalah teman SMA Keyla. Dari dulu mereka bersahabat dan sangat dekat, berkali-kali dia ditolak oleh Keyla karena Keyla tidak mau merusak persahabatan mereka. Sering kali, Gery harus menahan perasaannya karena dia tahu Keyla wanita keras kepala yang sangat susah didapatkan.


Semenjak Keyla ke Milan, dia sudah memutuskan untuk mengikis perasaannya perlahan-lahan. Bagi Gery, jika mereka tidak bisa bersama sebagai pasangan, setidaknya mereka tetap bisa bersama karena persahabatan mereka.


“Aku butuh bantuan kamu, Ger,” ucap Keyla.


Seketika itu Mondy menggenggam tangannya, dia menggelengkan kepala, tidak setuju dengan ide Keyla kali ini.


Keyla mengangguk dan meyakinkan Mondy bahwa semua akan baik-baik saja. Dia menghela napas berat dan mulai berbicara. “Aku sama Mondy sudah pacaran.”


Tidak hanya Gery yang terkejut, Bara pun tidak kalah terkejutnya. Mereka berdua sama-sama tercengang dengan penuturan Keyla. Rasanya, tubuh Bara saat ini seperti tidak memiliki tulang. Dia tidak siap jika Mondy menjadi bagian dari keluarganya.


“Se-selamat kalau begitu!” Gery mencoba tersenyum untuk Keyla. Akhirnya hari ini tiba juga, Keyla benar-benar menolak perasaannya dan memilih persahabatan mereka. “Apa yang bisa aku bantu?”

__ADS_1


“Orang pacaran masih bisa putus kalau nggak jodoh,” gumam Bara sembari merebahkan punggungnya di sandaran sofa.


“Key, kita cari cara yang lain,” sahut Mondy.


“Katakan saja, Keyla. Aku pasti membantumu.” Gery memasang ekspresi serius untuk meyakinkan Keyla.


Keyla mengambil napas dalam dan mengeluarkannya lewat mulut. Gadis itu sadar, apa yang akan ia katakan ini pasti menyinggung perasaan Gery, tetapi, saat ini hanya itu yang terlintas di otaknya. “Aku ingin ajak kamu jalan, supaya orang mengira kita berkencan.”


“Kamu diteror sama KL Grup?” sahut Bara yang kini menegakkan posisi duduknya.


“Aku nggak tahu itu KL Grup atau bukan. Yang jelas, sekarang ada yang diem-diem ngikutin aku.” Keyla menundukkan kepala, berharap mereka bisa membantunya keluar dari masalah yang sedang menimpanya itu.


“Jadi, rencananya kamu akan mengumumkan ke wartawan kalau kita pacaran!? Ini cuma setingan!?” tanya Gery.


“Nggak perlu klarifikasi, biar mereka berspekulasi saja, yang jelas kita harus sering jalan bareng,” jawab Keyla.


“Kenapa kamu nggak balik ke Milan saja, Key? Masalah sama KL Grup itu berat, mereka itu terlalu kuat.” Bara memberi pendapat dengan mata yang melirik sebal ke arah Mondy. Dua manusia itu memang tidak pernah akur sejak dulu.


“Jangan!” teriak Mondy dan Gery bersamaan.

__ADS_1


“Jangan pergi, Key!” ucap Mondy sembari menggenggam tangan Keyla. “Mending kita ka.win lari daripada kamu pergi.”


🥨🥨🥨Konfliknya sesuai judul ya gaess. Nggak berat kok, cuma emang pas lagi tegang aja sekarang wkkkk💐💐💐


__ADS_2