Terjerat Skandal

Terjerat Skandal
TS | Bab 52


__ADS_3

Mondy merasakan nikmat luar biasa, karena itulah dia enggan mengakhiri ronde ketiga yang sudah setengah jam dimulainya. Namun, melihat ekspresi lelah wanita di bawahnya, Mondy jadi tidak tega.


"Kamu udah ngantuk, Sayang?" tanya Mondy yang kini bergerak pelan.


"Iya, aku capek, Yang. Kamu nggak capek emangnya?" Keyla mengusap wajah Mondy yang sama sekali tidak menunjukkan tanda kelelahan.


"Bentar lagi ya, tanggung enak banget," ucap Mondy sembari mencium telinga dan leher Keyla bertubi-tubi.


Keyla hanya bisa pasrah mengimbangi tenaga suaminya yang di luar prediksi. Ia menikmati gerakan di bawah sana yang memenuhi celah sempitnya itu. Lele jumbo suaminya terus berpacu mengejar rasa nikmat yang kini mulai menjalar di ujung lele jumbonya.


"Aku udah nggak tahan, Yang. Mau keluar lagi," ucap Keyla yang merasa sebentar lagi akan meledak.


"Iya, Sayang. Bentar lagi ya, tahan." Mondy semakin mempercepat gerakannya. Sampai dia merasa lele jumbonya semakin membesar dan bersiap memuntahkan lahar panas.


"Aku nggak tahan lagi." Keyla mencengkeram erat pundak Mondy, ia mengeluarkan apa yang seharusnya dikeluarkan untuk ke sekian kalinya.

__ADS_1


Mondy merasakan lele jumbonya tersiram sesuatu yang basah, membuat laki-laki itu bergerak semakin cepat dan menusuk lebih dalam. Detik berikutnya Mondy menyemburkan larva panas yang menyirami rahim Keyla untuk ketiga kalinya.


Napas keduanya masih memburu, keringat bercucuran membasahi tubuh mereka. Seakan tidak peduli, Mondy menempelkan keningnya dengan kening Keyla dan memejamkan mata. Tubuh mereka masih menyatu dengan napas yang tersengal-sengal.


"Makasih Sayang. I love you," ucap Mondy ysng kemudian mendaratkan kecupan mesra di bibir Keyla.


Mondy menarik tubuhnya dengan santai, sementara Keyla yang merasa malu memilih untuk bersembunyi di balik selimut.


Keduanya akhirnya tidur setelah bergantian membersihkan diri. Mondy kini bisa tidur sambil memeluk Keyla, dan Keyla bisa tidur nyenyak dalam hangatnya dekapan Mondy.


***


***


Mata Mondy membelalak sempurna saat melihat sosok pria kecil yang berdiri di balik pintu kamarnya.

__ADS_1


"Hai Om Mondy. Biel boleh masuk?" tanya Gabriel tanpa rasa bersalah.


Mondy menghela napas berat, lalu memaksa bibirnya untuk menyunggingkan senyuman. "Ya, boleh. Onty masih tidur, jadi Biel jangan berisik," jawab Mondy.


Bocah itu melompat girang, lalu mereka sama-sama memasuki kamar termewah di hotel itu. Mondy menyalakan televisi dan menyuruh Gabriel untuk duduk, sementara dirinya mengambil handuk dan memutuskan untuk mandi dan akan bertanya-tanya pada Gabriel nanti setelah mandi.


Beberapa menit berlalu, Mondy selesai mandi. Dengan rambut basah dan handuk mandinya, Mondy keluar dari kamar mandi dan mendapati istrinya telah bangun dan bermalas-malasan di kasur. Sementara Gabriel sibuk memijat kaki tantenya itu.


"Kamu kecapean?" tanya Mondy yang kini duduk di sebelah istrinya.


"Iya, ini mumpung ada tukang pijat kecil sekalian minta pijit," jawab Keyla sambil memperhatikan Gabriel yang menirukan gerakan memijat.


"Biel tahu, Onty lagi capek makanya Biel pijitin Onty."


"Emang siapa yang bilang onty capek?"

__ADS_1


"Mommy sama Daddy. Tapi Onty, kenapa lehelnya Onty melah-melah kayak Mommy, apa Daddy buaya gigit Onty juga?"


🥨🥨🥨Bukan daddy Biel, tapi Om Mondy. Si lele jumbo💐💐💐


__ADS_2