Terjerat Skandal

Terjerat Skandal
TS | Bab 42


__ADS_3

Keyla merasa terharu saat Mondy berlutut di sampingnya dengan sebuah cincin yang diarahkan padanya. Sebagai wanita, tentu saja Keyla sangat bahagia. Dengan mata berkaca-kaca, wanita itu mengangguk untuk lamaran Mondy.


“Yes, i will.” Keyla mengusap air mata yang tidak dapat ditahannya.


“Aku diterima, Pa. Boleh nggak kalau nikahnya besok saja,” ucap Mondy yang sudah tidak sabar menanti keputusan keluarga soal tanggal pernikahannya.


“MOndy, jangan bikin malu!” jawab Papa Mandala yang menahan malu dengan sikap putranya.


Mondy sangat terlihat tidak sabar ingin menikah dengan Keyla. Laki-laki itu seolah lupa jika di hadapannya ada keluarga Keyla yang juga rekan bisnis mereka.


“Kamu sudah tidak sabar ingin menjadi menantu saya?” tanya papa Keyla.


Mondy nyengir sambil garuk-garuk kepala. Sepertinya dia sudah sadar bahwa saat ini mama papa Keyla dan papa Freya. “Iya, Om. Saya pikir kalau sudah sama-sama cocok kenapa harus berlama-lama,” jawab Mondy malu. Dia bangkit dari berlutut dan berdiri di belakang Keyla.


“Om setuju. Tapi, om rasa kita harus bicarakan juga dengan mamanya Keyla,” kata papa Keyla yang membuat Mondy semakin menunduk malu.

__ADS_1


“Simpan dulu cincinnya buat nanti,” sahut Keyla sembari menyenggol pinggang Keyla. “Cie blushing. Pak RT malu-malu,” goda Keyla yang semakin membuat Mondy salah tingkah.


Mereka semua akhirnya memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu. Saat makan, Mondy tidak henti-hentinya melirik Keyla yang sebentar lagi akan menjadi istrinya. Laki-laki itu tidak bisa menahan senyumnya sedari tadi. Salah satu impian terbesarnya akan segera terwujud, yaitu menikah. Usai makan malam itu, orang tua Mondy dan ayah kandung Keyla sepakat untuk mengadakan pertemuan lagi bersama mama Keyla untuk membahas pernikahan Keyla dan Mondy.


***


***


***


Beberapa hari berlalu, Keyla dan papanya sudah bertemu mama Keyla dan memberitahu bahwa Keyla akan dijodohkan dengan Mondy yang merupakan CEO Garuda Grup. Karena sudah sama-sama merestui, keluarga Mondy akhirnya melamar Keyla secara resmi.


“Pilihan kamu memang tidak salah, Mon,” bisik Papa Mandala saat Keyla berjalan pelan menghampiri mereka.


“Iya dong, Pa. Mata Mondy itu setajam elang,” balas Mondy.

__ADS_1


Keyla menyalami kedua calon mertuanya. Wajah cantik dan kesopanannya saat bersalaman dengan keluarga Mondy nyatanya bisa meluluhkan hati kakek Mondy. Kakek tua itu tersenyum bangga dengan pilihan cucunya yang tidak salah.


Namun, hal aneh justru terjadi saat Keyla juga menyalami Mondy. Laki-laki itu malah mendekatkan wajahnya pada Keyla. Lalu, dia pun berkata, “Kalau saja nggak ada papa, sudah aku cium itu bibir kamu yang gemesin banget.”


Sontak saja Papa Mandala yang ada di sebelahnya langsung memukul lengan Mondy. Kakeknya juga tidak mau kalah. Jadilah Mondy menjadi bulan-bulanan papa dan kakeknya di depan Keyla dan keluarganya.


“Awas saja ya berani bikin dosa! Papa sunatin lagi kamu!” ancam Papa Mandala.


“Ya ampun, Pa. Belum juga dipakai sudah mau disunat lagi,” balas Mondy tidak terima.


Keyla yang merasa malu dengan Mondy dan calon mertuanya itu akhirnya memilih untuk duduk bersama orang tuanya.


“Jadi, bagaimana baiknya. Kapan pernikahan mereka? Kalau menurut saya, lebih cepat lebih baik,” ucap Papa Faris—papa kandung Keyla.


“Kalau saya juga setuju lebih cepat. Bagaimana kalau minggu depan,” balas papa Mondy.

__ADS_1


“Apa!?” Mondy dan Keyla kompak berteriak. Mereka sama-sama terkejut karena usulan papa Mondy yang meminta mereka menikah dalam waktu satu minggu.


🥨🥨🥨Mau cepet apa mau lama? Pengen cepet-cepet kasih part mereka bahagia biar nggak ditimpuk readers terus wkkkk. Timpuk pakai kopi yang aku suka💐💐💐


__ADS_2