
Dua minggu setelah pernikahan, kehidupan rumah tangga Keyla dan Mondy masih adem ayem saja tanpa ada masalah yang berarti. Siang ini, Keyla mendapat telepon dari manajernya bahwa dia terpilih untuk menjadi pemeran utama di sebuah film. Tanpa berpikir panjang, wanita cantik itu langsung membuat janji untuk segera tanda tangan kontrak karena dia pikir kesempatan emas seperti ini tidak akan datang dua kali.
Keyla bergegas untuk ke kantor manajemennya untuk membahas detail dan menandatangani kontrak. Dia sangat bahagia karena sebentar lagi salah satu impiannya akan terwujud. Keyla yakin jika Mondy suaminya pasti akan ikut bahagia dan memberikan izin.
Beberapa jam berlalu, dia akhirnya berhasil mendapatkan kontrak setelah rapat yang cukup lama. Dengan perasaan berbunga-bunga, Keyla berencana untuk memberi kejutan pada suaminya bahwa dia berhasil mendapatkan kontrak untuk peran utama di film itu.
Dengan langkah anggun, Keyla memasuki gedung kantor milik Mondy yang kebetulan hanya menempuh waktu sepuluh menit dari tempatnya rapat tadi. Dia disambut oleh suaminya yang ternyata sedang di ruang kerjanya sambil mengamati layar komputernya.
“Sayang, aku nggak ganggu, ‘kan?” tanya Keyla sembari menarik kursi di depan suaminya.
__ADS_1
“Enggaklah, Sayang. Kedatangan kamu malah bikin aku semangat,” jawab Mondy. Dia berdiri lalu menghampiri istrinya yang hampir menghempaskan tubuhnya di kursi. “Ngobrol di sofa saja yuk, kebetulan aku lagi nggak sibuk sekarang!” ajak Mondy.
Dengan senang hati Keyla menuruti suaminya dan mereka akhirnya duduk di sofa dengan Mondy yang bergelayut manja di lengan Keyla.
“Aku ada berita bagus,” kata Keyla sambil senyum-senyum.
Mondy yang melihat aura bahagia terpancar di wajah istrinya lalu menebak apa yang mungkin membuat istrinya itu bahagia. “Kabar bahagia? Apa kamu hamil, Sayang?” tanya Mondy sambil melirik perut istrinya yang rata.
“Ih, kok hamil sih. Nggaklah Sayang. Aku itu senang banget karena sudah tanda tangan kontrak buat film kedua aku ini dan aku jadi pemeran utamanya,” kata Keyla bersemangat.
__ADS_1
“Peran utama, wah keren banget Sayang! Ya ampun aku sampai lupa, istriku artis. Memangnya kamu dapat peran jadi apa Sayang? Jadi wanita cantik dan kaya, atau wanita tertindas, atau malah dapat peran jadi Bu RT?” Mondy mencerocos tanpa henti. Memang sudah bawaan lahir jika laki-laki itu sangat cerewet, jauh dari kesan pria maskulin yang dingin dan irit bicara.
“Aku jadi kuntilanak,” jawab Keyla dengan bangga.
Mendengar kata kuntilanak yang terkesan seram, Mondy jadi bergidik ngeri membayangkan istrinya jadi hantu yang suka nangkring di dahan pohon itu.
“Kok kuntilanak sih, serem banget Sayang.” Mondy seperti tidak rela jika istrinya yang sangat cantik itu harus berperan sebagai hantu yang pasti wajahnya akan jauh dari kesan cantik.
“Iya, ini kan filmnya horor komedi gitu, Sayang. Jadi, aku itu perannya jadi arwah penasaran, tapi nanti di alam baka itu aku jadi primadona yang dikejar-kejar sama hantu cowok,” jelas Keyla. Dia sangat bersemangat untuk proyek film itu.
__ADS_1
“Tetep saja, kuntilanak itu serem. Jangan sampai kamu pulang syuting malam-malam masih pakai kostum kuntilanak. Bisa jantungan aku,” kata Mondy.
“Kamu takut hantu ya?”