Terjerat Skandal

Terjerat Skandal
TS | Bab 39


__ADS_3

Usai berkeliling kompleks, Mondy kembali pulang dengan membawa sayur belanjaannya. Saat hampir sampai, dia melihat Bara sedang mengajari Gabriel bermain sepeda. Di belakangnya ada Sheina yang sedang mendorong bayinya dalam kereta dorong khusus bayi. Betapa menggemaskannya keluarga bahagia itu. Kenapa jalan Bara mendapatkan Sheina bisa semudah itu? Sedangkan dia sendiri harus mengalami berbagai rintangan untuk mencapai titik bahagia menciptakan keluarga kecil impian yang masih dia usahakan sampai detik ini.


Mondy kembali mengayuh sepedanya. Sambil menahan perasaannya, dia menghampiri Bara dan anak istrinya.


“Ayo Biel, balapan sama Om Mondy.” Mondy berhenti di depan Bara dan Gabriel.


Bara melirik barang belanjaan Mondy yang terbungkus kantong plastik bening berisi ayam potong, cabai, bayam dan juga beberapa bumbu dapur.


“Ngajak balapan itu lawannya yang sepadan. Ngajak balapan sama anak kecil,” ejek Bara.


Dua orang yang sudah sama-sama dewasa itu memang tidak pernah bisa akur sehari saja. Selalu ada bahan yang membuat mereka berdebat tidak penting.


“Boleh. Kapan mau balapan?” tantang Mondy yang tidak pernah mau mengalah dan dikalahkan.

__ADS_1


Bukan karena Sheina. Mondy dan Bara sejak SMP memang sudah bermusuhan. Tidak ada kata akur untuk mereka berdua. Entah apa yang mendasari permusuhan mereka karena mereka sendiri pun sudah tidak ingat alasannya.


“Sekarang bagaimana?” balas Bara yang tidak takut dengan tantangan Mondy.


“Kalau sekarang aku mau masak, Bara kokok. Nggak bisa. Aku itu terlalu sibuk dengan kehidupanku. Nggak kayak kamu, bangun tidur sudah ada yang buatin kopi, makan tinggal makan. Bersih-bersih rumah sudah ada Bi Surti. Malem-malem ada yang dipeluk, ah skip bagian itu. Intinya jadi kamu itu enak, nggak perlu repot,” kata Mondy.


“Kenapa bawa-bawa urusan rumah?” tanya Bara dengan wajah mengernyit heran.


“Lagian kamu nggak sewa pembantu saja sih, Mon?” sahut Sheina yang datang bergabung dengan suami dan mantannya itu.


“Fitnah itu apa, Om?” tanya Gabriel yang sedari tadi mendengar percakapan orang dewasa itu.


“Fitnah itu, kayak daddynya Gabriel yang suka ngatain Om Mondy,” jawab Mondy.

__ADS_1


Tampang tengil yang ditunjukkan Mondy membuat Bara ingin sekali mengunyahnya sekarang juga. “Kalau saja wujud kamu itu benaran legit kayak kukis lebaran, pasti sudah aku makan sekarang juga,” kata Bara.


“Makanya cepat nikah, Mon.” Sheina menyenggol suaminya yang susah mengontrol emosi saat bertemu Mondy.


Karena pertanyaan Sheina itu, Mondy jadi punya bahan untuk semakin menyombongkan diri di depan Bara. “Nantilah Shein. Suami kamu aja kayaknya belum ikhlas aku jadi iparnya,” balas Mondy sembari tersenyum mengejek. “Tapi, papa Keyla sudah kasih restu sih, bentar lagi mantan kamu yang paling ganteng ini pasti jadi adik ipar kamu.”


“Biel pusing dengelin Om Mondy ngomong.” Gabriel si bocah paling waras di antara dua lelaki itu, memilih untuk menggoda adik bayinya yang berada di kereta dorongnya.


“Papa Keyla!? Papa kandung maksud kamu?” tanya Sheina antusias.


“Iya, jelas dong. Tadi malam aku sama Keyla nggak sengaja ketemu sama papanya Keyla. Ternyata, beliau sudah nikah lagi sama tantenya Freya. Jalan aku buat jadi iparnya Bara Kokok semakin lancarlah pokoknya,” jawab Mondy dengan sombongnya.


“Nggak usah sombong dulu, kakek kamu belum tentu nerima mantu seorang artis,” balas Bara yang membuat ekspresi bahagia Mondy berubah menjadi datar.

__ADS_1


🥨🥨🥨Sabar Mon, baik-baikin aku saja, nanti bisa diatur. Kalau othor sih tergantung doa readers. Sudah aku siapin undangannya, tinggal ganti tanggal saja wkkkk💐💐💐



__ADS_2