Terjerat Skandal

Terjerat Skandal
TS | Bab 30


__ADS_3

Semakin hari Mondy semakin berani bertingkah. Setelah berhasil merasakan nikmatnya bibir Keyla, laki-laki itu mulai berani meminta lagi dan lagi. Lihatlah matanya yang berkedip-kedip dengan bibir yang maju mundur tertutup jari telunjuk.


Melihat hal itu, Keyla menempelkan kelima jarinya di wajah Mondy. Dia mendorongnya dengan keras, sampai akhirnya Mondy jatuh terjengkang di sofa.


“Rasakan itu! Sekali dua kali sih nggak apa-apa. Kalau mau berkali-kali, bayar tunai dulu di depan penghulu!” ucap Keyla yang kini menjauh dari Mondy. Sambil menjepit rambutnya, gadis itu berjalan ke meja makan dan melihat sudah ada banyak makanan di meja.


“Kamu minta dibayar berapa emangnya?” Mondy mengikuti wanitanya itu dan berhenti tepat di belakangnya. Matanya bisa melihat jelas leher belakang Keyla yang tidak tertutup apa pun. Wanita itu menjepit rambutnya sampai ke atas sehingga leher mulus dan sebagian punggungnya sedikit terlihat. Jakun Mondy naik turun saat bersusah payah menelan ludahnya.


“Berapa saja boleh, palingan juga setelah menikah aku bisa menikmati kekayaan keluarga Salim ‘kan?” Keyla menoleh ke belakang. Kini tatapan matanya menangkap wajah Mondy yang memerah dengan mata membulat tanpa berkedip. “Mon,” ucap Keyla yang mulai takut dengan ekspresi Mondy.


Sebagai perempuan yang terbiasa hidup di luar negeri, Keyla sangat paham dengan tatapan seperti itu. Karena itulah dia berusaha sebisa mungkin untuk menghindar.


Tiba-tiba, Mondy melepaskan jepit yang mengikat rambut Keyla, membuat sang pemilik rambut kembali menoleh ke belakang. Seperti gerakan di film-film yang sangat perlahan, Mondy melihat rambut Keyla yang perlahan jatuh sembari berputar sempurna. Jantungnya sudah tidak karuan menahan suatu gejolak yang membakar tubuhnya. Sebisa mungkin dia tersenyum saat tatapan matanya bertemu dengan manik mata coklat gelap itu.


“Jangan menggodaku, kalau kamu nggak mau berakhir seperti Sheina dan Bara,” ucap Mondy yang kini berjalan ke kamar mandi.

__ADS_1


“Menggodanya? Memangnya kapan aku pernah menggoda dia?” gumam Keyla. “Ah, bodo amat, makan dulu aja. Dia ‘kan sudah susah payah masak.” Keyla mencicipi ayam goreng renyah buatan Mondy. Sepertinya gadis itu belum juga paham bahwa penampilannya bisa sangat menggoda iman Mondy yang lemah.


**


**


**


Kencan Mondy dan Keyla karena insiden mangga akhirnya terpenuhi. Hari ini adalah kencan terakhir sesuai perjanjian mereka. Meski sudah berpacaran, tapi daftar yang telah disusun tetap mereka lakukan. Tentu saja mereka masih harus menyamar untuk menutupi penampilan asli mereka. Mondy bahkan terpaksa menuruti ide Keyla untuk meminjam mobil Bara demi penyamaran mereka.


“Mending pinjam mobil siapa gitu, jangan mobil dia deh!” Mondy mengerutkan kening, bibirnya manyun tanda bahwa dia sangat malas berurusan dengan Bara.


“Kalau pakai mobil Bara, nggak akan ada yang curiga. Udah deh, yuk buruan! Lagian kan kita tukeran mobil sama dia.”


Setelah mengetuk pintu dan dibukakan oleh Bi Surti, Keyla dan Mondy memasuki rumah Bara. Laki-laki itu sedang menemani Gabriel mewarnai buku gambarnya.

__ADS_1


Keyla menyenggol lengan Mondy agar kekasihnya itu berbicara dengan Bara. Dengan terpaksa Mondy pun menurut dan menghampiri Bara dan Gabriel.


“Hai, Biel. Lagi gambar apa?” tanya Mondy yang kini duduk di karpet di sebelah Gabriel. Sementara Keyla memilih untuk meninggalkan para laki-laki itu dan menemui Sheina.


“Nggak lihat dia lagi mewarnai, siapa yang gambar,” sahut Bara dengan sinis.


“Biel lagi mewarna mobil-mobilan, Om. Om Mondy mau ke mana kenapa pakai topi?” tanya Gabriel.


Mondy tersenyum manis sambil mengusap kepala Gabriel yang menggemaskan. “Om Mondy mau ke jalan-jalan sama Onty Key. Biel nggak jalan-jalan, ini ‘kan hari libur?” tanya Mondy yang mengabaikan kata-kata sinis Bara.


“Nggak tahu, Daddy sama Mommy nggak pelnah ngajakin Biel pelgi lagi setelah ada Bia,” jawab Gabril dengan jujur. Bocah itu tetap fokus dengan buku mewarnanya, membuat hati Bara jadi terasa sakit mendengarnya.


Semenjak Sheina melahirkan adik Bianca, Bara dan Sheina memang tidak pernah mengajak Gabriel pergi jalan-jalan. Alasannya, karena adik Gabriel itu masih belum cukup umur untuk dibawa keluar.


Mondy yang mendengar curahan hati Gabriel justru memiliki ide yang sangat bagus supaya dia bisa meminjam mobil Bara. “Kasihan banget anak ganteng. Gabriel mau ikut Om Mondy jalan-jalan nggak?” tanya Mondy yang tak bisa menyia-nyiakan kesempatan.

__ADS_1


🥨🥨🥨Aku juga ikut dong Om Mondy. Mumpung hari senin, bagi votenya dong gaess💐💐💐


__ADS_2