
Setelah makan bersama, Gabriel dijemput oleh Bara karena bocah itu akan diajak ke supermarket bersama ayah dan neneknya. Tentu saja, kesempatan ini tidak disia-siakan begitu saja oleh Mondy. Dia menahan Keyla di rumahnya karena ia ingin menghabiskan waktu berduaan. Mondy pikir, selama tidak ada wartawan, sepertinya hubungan mereka akan baik-baik saja.
Mondy menyerahkan remot TV kepada Keyla yang sedang sibuk memainkan ponselnya. “Mumpung kita berduaan, jangan main HP terus!” ucap Mondy yang baru selesai membereskan dapur dan meja makannya.
Keyla menoleh pada Mondy yang kini duduk di sampingnya. Laki-laki itu bersandar di sofa dengan sebelah tangannya di letakkan di belakang kepala Keyla. “Mau ngapain?” tanya Keyla. Dia meletakkan ponselnya di meja dan menyalakan televisi.
“Berduaan gini aja. Atau mau lanjutin yang tadi?” Mondy memainkan alisnya naik turun. Matanya menatap pada bibir Keyla yang beberapa jam lalu sudah dia cicipi meski hanya sekejap mata.
Seketika itu pipi Keyla menghangat. Ia sangat yakin saat ini pasti warnanya sudah kemerah-merahan. Melihat hal itu, Mondy berinisiatif untuk mencium pipi Keyla yang seperti tomat itu. Namun, Keyla sadar dengan pergerakan Mondy. Saat hidung Mondy semakin dekat, Keyla memajukan wajahnya.
“Wah ini drama yang aku suka banget. Ternyata diputar ulang ya,” oceh Keyla sambil menunjuk layar televisi dengan tangannya yang memegang remot.
Mondy memejamkan mata saat gagal mencium Keyla. Tangan kirinya memukul sofa yang ada di belakang Keyla. Setelah itu, dia menegakkan duduknya dan menatap layar televisi seperti posisi Keyla saat ini.
“Aku itu suka banget sama drama ini. Selain lucu, cowoknya tu nggak gampang nyerah buat dapatin hati ceweknya,” kata Keyla sembari senyum-senyum menatap layar televisi.
“Aku juga nggak gampang nyerah buat dapatin hati kamu,” sahut Mondy, tatapan matanya terus memandang Keyla yang terlihat cantik dengan riasan seadanya. Bulu matanya yang asli lentik serta mata bulat yang membuatnya mirip seperti boneka.
__ADS_1
“Ya, kalau begitu urus masalah kamu sama KL Grup,” kata Keyla.
Mondy menghela napas berat. Hubungannya dengan Freya hanya sebatas kerja sama untuk membangun bisnis, sedangkan perasaannya pada Keyla adalah perasaan cinta yang sebenarnya.
“Jadi, kamu sudah menerima cintaku, ‘kan?” tanya Mondy. Dia tahu Keyla sebenarnya juga membalas perasaannya, hanya saja Mondy tidak pernah tahu apa yang membebani pikiran gadis itu sehingga sulit mengakui perasaannya.
“Kita hanya sampai dua minggu kencan, ‘kan? Setelah itu aku akan kembali ke Milan, Mon,” jawab Keyla.
“Perasaan kamu ke aku bagaimana sih, Key?” Mondy meraih kedua tangan Keyla agar gadis itu menatapnya.
“Aku nggak bisa menjalani hubungan sama cowok yang terikat sama cewek lain, Mondy. Mungkin kalau kamu sama Freya berakhir, kita bisa pertimbangkan lagi hubungan kita,” balas Keyla. Dia melepaskan tangannya yang dipegang kuat oleh Mondy.
“Hai, Fre. Sibuk nggak?” tanya Mondy pada wanita yang diteleponnya itu.
Keyla menoleh begitu Mondy menyebut nama Freya. Ada rasa sakit yang tidak ia pahami alasannya. Tidak mungkin ‘kan dia cemburu dengan Freya.
“Iya, mau ngomong langsung sama Keyla nggak. Kayaknya dia mulai salah paham sama hubungan kita.” Mondy melirik Keyla yang juga sedang meliriknya. Tak lam setelahnya, dia menyerahkan ponsel itu pada Keyla. “Key, Freya mau ngomong sesuatu.”
__ADS_1
Dengan terpaksa, Keyla pun menerima telepon itu. “Halo!”
“Hai, Keyla, Ini aku Freya. Kamu pasti tahu banget ya siapa aku,” ucap gadis itu.
“Ada apa ya?”
“Hubungan kamu sama Mondy sebatas apa? Apa kamu pacarnya?” tanya Freya.
Keyla mulai kesal dengan pertanyaan Mondy itu. Dengan ketus, dia pun menjawab, “Bukan siapa-siapa kok. Nggak usah khawatir, aku nggak akan merebut pacar kamu!”
Di seberang telepon, Keyla mendengar Freya yang tertawa terbahak-bahak. Kening Keyla pun berkerut mendengar tawa Freya itu. “Kenapa? Lucu?”
“Iya, kamu lucu, Key. Kamu bukan siapa-siapanya Mondy tapi kamu cemburu.”
Keyla semakin kesal saja jadinya. “Nggak ada yang cemburu kok, kalau kamu sama dia–”
“Aku sudah punya pacar, Key. Dan pacarku itu bukan Mondy,” potong Freya.
__ADS_1
Ada senyum yang terbit di ujung bibir Keyla saat Freya mengatakan hal itu. Ternyata yang dikatakan Mondy waktu itu ada benarnya juga.
🥨🥨🥨Iyalah Keyla. Bang Kukis Lebaran aku itu nggak pernah boong, meski nyebelin banget. Kembang kopinya jangan lupa. Habis ini aku up lagi💐💐💐