
Keyla masih di rumah Selvy. Gadis cantik yang merupakan artis papan atas itu ternyata baru saja diputuskan pacarnya. Karena kegalauan sahabatnya itulah, Keyla terpaksa menemani Selvy di rumahnya lebih lama.
Mondy baru saja diusir Bara karena laki-laki itu akan pergi ke mal untuk menyenangkan Gabriel, Sheina dan Bia yang masih bayi. Karena bosan, dia pun memutuskan untuk menyusul Keyla di rumah Selvy. Seorang asisten rumah tangga di rumah itu membukakan pintu untuk Mondy.
"Eh, Pak RT. Cari Bu RT ya?" tanya wanita itu berbasa-basi.
"Iya, Bi. Istri saya ngapain aja sih, kok belum pulang-pulang?" Mondy melangkah lebih dulu dan Bibi pembantu di rumah Selvy itu mengekor di belakangnya.
"Mereka lagi di kamar, kurang tahu mereka ngapain Pak RT," jawab Bibi.
Mereka kini sudah berada di dalam rumah Selvy. Bibi minta izin untuk memanggil Keyla, dan tidak berapa lama, istri Mondy itu muncul bersama bibi yang membantu di rumah Selvy.
"Kok lama banget sih, kamu sama Selvy ngapain?" tanya Mondy setelah melihat wajah Keyla.
"Iya, Selvy lagi patah hati diputusin pacarnya, aku cuma mau menghibur dia aja, Sayang." Keyla merapatkan duduknya di samping Mondy.
__ADS_1
Tidak berapa lama, Selvy keluar dengan wajah sembab dan mata yang terlihat bengkak.
"Kalau mau pulang, pulang aja Key, aku nggak apa-apa kok," kata Selvy yang berusaha terlihat baik-baik saja.
"Tapi, kamu 'kan lagi sedih gini, Sel."
"Nggak apa-apa pulang aja, aku udah telfon Gery tadi, dia lagi di jalan mau ke sini," kata Selvy. Dia sendiri merasa tidak enak hati karena Keyla dan Mondy juga masih terbilang pengantin baru, pasti ingin selalu berduaan.
"Ya udah, sekalian aja kita makan bareng-bareng di sini, aku pesenin makanan," balas Keyla. Dia menatap Mondy meminta persetujuan.
"Oke! Pesen apa pun nanti aku bayar, hitung-hitung kita rayakan hari ini karena kamu dapat peran utama di film." Mondy mengusap kepala Keyla. Meski peran yang didapat wanita itu terbilang aneh, tapi Mondy tetap bangga pada Keyla.
"Asyik! Punya suami tajir, enak bener ya."
"Wah, akhirnya kamu dapat peran utama, Key. Selamat ya," kata Selvy sembari merangkul gemas tubuh Keyla. "Di film yang mana? Demam kuntilanak itu bukan?" tanya Selvy.
__ADS_1
"Iya, akhirnya mereka pilih aku setelah casting yang bikin kesel itu," jawab Keyla.
"Keren banget Key. Semoga sukses filmnya nanti."
Mereka berpelukan lagi, membuat Mondy hanya bisa mengelus dada karena dia juga ingin dipeluk sebenarnya.
Beberapa puluh menit berlalu, Gery pun datang dengan membawa beberapa kotak terang bulan alias martabak manis pesanan Selvy. Tidak hanya namanya saja yang mirip merek coklat terkenal, ternyata Selvy memang menyukai coklat dan apa pun yang berhubungan dengan coklat, termasuk martabak manis rasa coklat kacang.
"Wah, sip deh kamu bawa makanan, bentar lagi juga makanan pesenan aku datang," kata Keyla sembari membuka kotak-kotak martabak itu, lalu menyuapkan ke mulut Mondy.
"Asyik, pesta nih," balas Gery.
"Hem, gimana kalau kita sekalian minum, biar beneran kayak pesta," usul Selvy.
"Kalau kita minum, sekalian ajak Bara Kokok."
__ADS_1
Keyla, Selvy dan Gery kompak melongo memandang Mondy yang mungkin saja salah bicara.