Terjerat Skandal

Terjerat Skandal
TS | Bab 38


__ADS_3

Mondy dan Keyla saling berpegangan tangan saat papa Keyla dan tante Freya izin sebentar untuk berdiskusi. Freya dan Reno juga sama tegangnya dengan Mondy dan Keyla. Mereka berempat sedang harap-harap cemas seolah menunggu hasil pengumuman kelulusan sekolah. Tante Freya sepertinya sedikit keberatan, tapi papa Keyla berusaha meyakinkan istrinya itu untuk membantu kedua pasang kekasih itu.


Sampai akhirnya, dua orang tua itu kembali menghampiri mereka berempat setelah berdiskusi. Papa Keyla menampilkan senyum bahagia, sepertinya ini adalah kabar bahagia untuk mereka semua.


“Setelah mama pikir-pikir, mama akan bujuk papanya Freya besok. Tapi, selama mama dan papa kamu di Indonesia, kamu mau ‘kan tinggal sama kita?” tanya tante Freya.


Keyla memandang papanya yang mengangguk, sangat berharap Keyla mau tinggal sementara dengan papa dan mama tirinya. “Kalau aku tidak ada kesibukan, aku pasti mau, Tante.”


Mendengar panggilan dari Keyla yang masih memanggilnya tante, ibu tiri Keyla itu pun mengerucutkan bibir. “Jangan panggil tante dong. Panggil mama saja,” protesnya.


Keyla tersenyum kikuk karena terasa aneh jika harus memanggil orang yang baru ditemuinya dengan panggilan mama. “I-iya Ma-Mama.”


“Tante, berarti Keyla sepupu aku ya?” tanya Freya. Sebagai anak tunggal, dan ibunya juga anak tunggal, Freya memang tidak memiliki saudara dekat yang bisa diandalkan dalam banyak hal. Tentu saja dia sangat bahagia karena mendapat saudara seperti Keyla.


“Tentu saja. Anak Om Faris anak tante juga Freya,” ucap tante Freya yang membuat mereka semua tersenyum bahagia.

__ADS_1


**


**


**


Hari minggu pagi yang sangat indah bagi Mondy. Laki-laki itu berkeliling kompleks perumahan dengan sepeda anginnya. Memang penampilannya yang biasa saja tidak menggambarkan bahwa dia seorang CEO di perusahaan besar. Mondy menyempatkan diri untuk menghampiri ibu-ibu yang berbelanja sayur di depan rumah warganya.


“Wah, rame gini, kebagian nggak, Mang ayam potongnya?” tanya Mondy yang tidak turun dari sepeda.


“Masih ada Pak RT kalau cuma sekilo,” jawab laki-laki tua yang masih menjual sayur-mayur di kompleks perumahan Mondy.


“Ada, mau berapa, Pak RT?”


“Seperempat ajalah.”

__ADS_1


Pedagang sayur itu lalu membungkus pesanan Mondy.


“Pak RT kelamaan jomblo ini, cari Bu RT, Pak biar ada yang masakin,” sahut seorang ibu-ibu yang masih memilih belanjaan.


Mondy menanggapinya hanya dengan tertawa singkat. “Calon Bu RT-nya nggak bisa masak, Bu. Lagian saya cari pendamping hidup bukan tukang masak,” jawab Mondy sambil bercanda.


“Tapi ‘kan tugas utama seorang istri itu mengatur rumah tangga Pak RT,” balas tukang sayur.


“Kalau bagi saya sih, istri itu teman hidup yang tugas hanya menuruti saya dan membahagiakan saya. Kalau dia tidak bisa memasak, ya sudah. Saya bisa carikan pembantu yang bisa memasak,” jawab Mondy.


“Beruntung banget istrinya Pak RT nanti ya. Sudah ganteng, baik, penyayang lagi. Kalau saya seumuran Pak RT, mungkin saya akan mencalonkan diri sebagai BU RT, jadi saya nggak perlu jadi pembantu kayak gini,” sahut ibu-ibu itu sembari memandang Mondy dengan mata berkedip-kedip genit.


“Sayangnya saya juga sudah punya calon istri, Bu.”


“Oh, yang gosip di TV itu ya Pak RT. Mbak Freya ya? Pak RT ternyata keren juga ya bisa muncul di TV gitu.”

__ADS_1


“Gosipnya kurang update, Bu. Calon istri saya bukan Freya. Nanti nonton TV lagi ya,” balas Mondy sembari mengedipkan mata.


🥨🥨🥨Kembang kopinya banyakin dong gaess. Ngantuk ini 😘😘😘😘💐💐💐


__ADS_2