Terjerat Skandal

Terjerat Skandal
TS | Bab 62


__ADS_3

Keyla menuang minuman ke lima gelas yang dipakai untuk pesta. Setelah itu, semua orang mengangkat gelas dan bersulang. Mondy dan Keyla saling menyuap minuman, sedangkan Bara meneguk sendiri minumannya karena Sheina tidak mau minum. 


Gery terus memandang Selvy yang meski wajahnya sembab, di mata laki-laki itu tetap terlihat cantik memesona. Sedangkan Selvy, dia masih merasa sedih dan kecewa karena kekasihnya memutuskan hubungan mereka untuk menikah dengan wanita lain di luar negeri. 


"Bara Kokok, aku penasaran deh, waktu kamu ketemu Sheina terus bikin Gabriel, kamu 'kan mabuk. Nah, itu si Gery Siput ke mana?" tanya Mondy sambil membuka kulit kacang untuk Keyla. 


Bara mengingat-ingat lagi kejadian yang sudah berlalu sangat lama itu. "Kamu ke mana ya, Ger?" 


"Dulu 'kan hampir tiap hari kamu mabuk, mana aku ingat lah," jawab Gery. 


"Iya juga sih." 


"Tapi, waktu itu kamu emang frustrasi banget ‘kan karena gagal terus dapatin Sheina,” kata Gery. 


“Nah, mungkin kamu mau niruin caranya Bara buat dapatin Selvy,” sahut Mondy. 


Selvy melempar bantal sofa ke arah Mondy yang membuat laki-laki itu menjatuhkan kepala ke dada Keyla. Mondy langsung memeluk dan mengusap-usapkan wajahnya ke dada istrinya itu.

__ADS_1


"Sembarangan kalau ngomong!" gerundel Selvy yang tidak terima dengan usulan Mondy itu.


"Enak tau Ger, kayak gini nih!" Mondy mendorong tubuh Keyla sampai bersandar di sofa, lalu dia menciptakan tanda merah di leher Keyla.


Keyla yang tidak nyaman langsung mencubit pinggang suaminya. "Ih, malu tau, Mon."


Bara juga melihat tingkah Mondy, dan seketika dia juga ingin menggoda Gery.


"Bener itu, Ger. Emang enak kok, apalagi kalau pas lagi nyusuin kayak Sheina gini, kenyel, padet, beh, mantep banget dipegang," kata Bara, tetapi dia tidak berani mempraktekkannya di depan mereka, karena seperti yang Mondy bilang bahwa Bara suami yang takut istri.


"Rasanya gimana minum ASI, Bar?" tanya Mondy spontan.


"Cuma nanya aja, biar nanti kalau kita punya anak aku nggak kaget, Sayang." Mondy mencium pipi Keyla yang dibalas dengan dorongan kuat dari sang istri.


"Nggak ada rasanya sih, Mon. Tapi, anget-anget gitu," jawab Bara diiringi tawanya membuat Mondy juga ikut tertawa.


"Dih, kasihan si Bianca, dapat bekas jigong bapaknya yang nggak tau diri," cibir Gery. Dia kembali mengisi gelasnya dan meneguknya.

__ADS_1


Sebenarnya, Gery sudah terpancing dan juga jadi ingin merasakannya, tapi dia cukup sadar diri bahwa Selvy tidak mungkin mau.


Semakin lama, Bara dan Mondy semakin kompak menggoda Gery. Tentu saja, istri-istri mereka juga sudah mulai kesal karena Mondy dan Bara sampai membahas kegiatan mereka di ranjang.


"Kalau di kamar mandi, jangan coba gaya berdiri deh, Mon. Sumpah, pegel banget di kaki. Mending di wastafel, lebih pas," kata Bara yang coba memberi tips pada Mondy.


"Widih, patut dicoba," balas Mondy.


Mereka kembali menenggak minuman, sampai-sampai mereka yang mabuk itu tidak sadar bahwa kini mereka bersekutu.


Sheina sudah ingin mengajak pulang Bara yang mulai mabuk, tetapi Mondy langsung menarik tangan Bara tidak mengizinkannya pulang.


"Aku punya sesuatu yang patut dicoba, Bar." Mondy mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Sebuh benda botol kecil berisi bubuk yang entah didapat dari mana.


"Ini apaan?" tanya Bara sembari mengangkat botol yang besarnya seukuran dengan jempolnya.


"Jangan macam-macam ya, kalian," protes Sheina. Dia berusaha merebut itu dari Bara, tapi lagi-lagi Mondy mencegahnya.

__ADS_1


"Ini, dapatnya susah. Meskipun kamu mantan aku, tapi aku nggak akan kasih ke kamu." Mondy merebut kembali botol kecil itu. "Ini khusus buat kita, Sayang," kata Mondy sambil mencium leher Keyla yang belum terlalu mabuk.


__ADS_2