Terjerat Skandal

Terjerat Skandal
TS | Bab 34


__ADS_3

Mondy melajukan mobil dengan kecepatan penuh. Saat ini yang dia pikirkan hanyalah bagaimana agar cepat sampai di rumah dengan selamat. Namun, saat mobil mereka melintasi lampu merah, ternyata orang yang dulu mengikuti mereka itu sekarang tidak mengejar mereka lagi.


“Kenapa dia lurus? Kenapa nggak belok ngikutin kita ya?” tanya Mondy sembari memperhatikan belakang mobilnya lewat kaca spion.


Keyla pun ikut menoleh ke belakang, dan memang tidak ada yang mencurigakan karena kebetulan jalanan sedang sepi. Wanita itu mengerucutkan bibirnya, kesal karena menganggap Mondy telah membohonginya. “Apa sih, pasti bohong deh.”


“Om Mondy, bohong itu dosa loh,” sahut Gabriel yang duduk tenang di pangkuan Keyla.


Mondy garuk-garuk kepala, tidak mungkin dia salah lihat atau semacamnya. Dia adalah orang yang sama dengan yang waktu itu dan Mondy sangat yakin sekali dengan apa yang dilihatnya. “Masa sih aku salah lihat,” balasnya.


“Udahlah, santai aja bawa mobilnya bikin orang panik aja.“  Keyla menggerutu karena sebelumnya juga ikut panik gara-gara Mondy.


“Iya deh Bu RT,” jawab Mondy. Dia memilih  untuk mengabaikan pikirannya tadi, mungkin lebih baik memang tidak membuat kepanikan dan melanjutkan untuk bersenang-senang. “Mau langsung pulang atau gimana ini?”

__ADS_1


“Pulang saja deh, takutnya nanti kita benaran diikuti sama orang-orang itu.”


“Oke Bu RT.”


Keyla memukul lengan Mondy yang sedari tadi memanggilnya dengan sebutan aneh itu. Mereka tertawa dan bercanda di mobil itu, bahkan bocah bernama Gabriel yang dipangku Keyla itu pun ikut mengejek Mondy. Layaknya sebuah keluarga yang hangat, Mondy sangat menikmati hari ini.


Mobil melaju menuju rumah Keyla dengan kecepatan sedang. Keyla memang tidak membawa mobil sendiri saat ke rumah Bara tadi pagi dan akhirnya, Mondy dan Gabriel mengantarnya pulang.


Setelah melenggang di jalanan sepi selama setengah jam lebih, mobil mereka pun sampai di rumah orang tua Keyla. Keyla mengajak Mondy dan Gabriel untuk mampir.


“Kalau kita nikah nanti, anak kita pasti akan seperti Gabriel saat mengunjungi rumah kamu,” ucap Mondy yang masih saja mengkhayalkan masalah anak.


“Idih, halu terus, Bos.” Keyla berjalan lebih dulu meninggalkan Mondy.

__ADS_1


**


**


Saat ini, Gabriel sedang duduk di samping kakeknya yang masih memegang tongkat. Sementara itu, Mondy dan Keyla sedang membicarakan masalah hubungan mereka dengan orang tua Keyla.


“Papa sih sangat setuju jika kalian menjalin hubungan yang serius, dan kamu harus temui papa kamu Keyla karena kalau kalian menikah nanti, tetap papa kamu yang akan menjadi walinya,” ucap Papa Yudha yang menasihati Keyla.


“Tapi, aku bahkan nggak tahu Papa ada di mana,” jawab Keyla sembari menundukkan kepala.


Ada rasa sakit yang sangat menyayat hati Keyla saat mengingat tentang sosok papanya. Orang tuanya bercerai saat usianya baru empat tahun. Dia bahkan tidak bisa mengingat dengan jelas kenangan bersama papanya itu. Beruntungnya, mama Keyla masih menyimpan foto papanya itu. Jadi, dia masih bisa mengenali wajah ayahnya itu jika suatu hari nanti bertemu.


“Mama juga tidak tahu dia ada di mana, tapi mama masih simpan alamat kakaknya papa kamu, Sayang. Siapa tahu mereka tahu di mana keberadaan papa kamu,” sahut mama Keyla.

__ADS_1


“Aku akan bantu cari papa kamu, Key. Biar nanti orang-orangku yang akan mencarinya, sekarang kita fokus dulu dengan KL Grup.”


🥨🥨🥨Bapaknya Keyla itu hemmm anu .. Coba kalian tebak aja dululah💐💐💐


__ADS_2