
Kabar pernikahan Keyla dan Mondy yang tinggal menghitung hari, akhirnya sampai juga di telinga Bara. Mendengar musuhnya akan menjadi saudara iparnya, ada rasa tidak ikhlas di hati Bara. Namun, dari hatinya Bara tahu bahwa Mondy adalah laki-laki yang baik dan pantas untuk mendapatkan Keyla.
Mondy dan Keyla datang mengunjungi rumah Bara dan Sheina. Mereka bermaksud untuk meminta restu sebelum menyebar undangan pernikahan karena biar bagaimanapun Sheina adalah kakak Keyla sedangkan Mondy dan Bara memang tidak pernah akur.
Saat masuk ke rumah Bara, Mondy langsung memeluk Gabriel dan menggendonya yang kebetulan sedang bermain mobil-mobilan di ruang tamu. “Daddy sama Mommy mana?” tanya Mondy pada teman kecilnya itu.
“Daddy lagi telfon di belakang, Mommy masih mandiin Bia,” jawab Gabriel.
“Kok Biel nggak mandi juga?” tanya Keyla saat melihat keponakannya yang tangannya masih kotor, sepertinya Gabriel tadi bermain pasir di depan rumahnya.
“Nanti, tunggu Daddy selesai telfon, Onty. Biel ‘kan cowok, mandinya juga sama cowok,” jawab Gabriel.
Bocah itu memang semakin pandai menjawab. Namun, suaranya yang masih saja cadel membuatnya tetap menjadi bocah lucu dan menggemaskan.
Mondy semakin menggoda Gabriel, sedangkan Keyla membereskan mainan keponakannya itu dibantu Bi Surti. Tidak lama kemudian, Bara selesai menelepon dan menghampiri Mondy dan Keyla.
“Udah lama, Key?” tanya Bara sembari melirik Mondy yang masih menggendong Gabriel.
__ADS_1
“Barusan kok. Sheina mana?”
“Masih mandiin Bia, mungkin sebentar lagi turun. Bi, tolong bikinin minum ya!”
Bara menyuruh Mondy dan Keyla untuk duduk. Lalu, Gabriel menghampirinya dan kini berada dalam pangkuan daddynya.
“Gimana hubungan kalian sama KL Grup?” tanya Bara.
Suasana canggung mendadak menyelimuti ruang tamu Bara. Mondy yang biasanya selalu punya bahan untuk berdebat dengan Bara, kini hanya diam dan tidak mau membuat perkara. Dia sadar sampai dia sah menjadi suami Keyla, dia tidak mau bermasalah dengan calon iparnya itu.
Bara yang melihat tingkah Mondy itu justru merasa ada yang hilang dan justru terlihat aneh. Tidak biasanya dia bersikap kalem dan tidak menyombongkan diri.
Sheina menemui Keyla dan Mondy sambil menggendong bayinya. Keyla yang sudah gemas saat mencium aroma kayu putih dari tubuh Bia itu pun langsung merebut bayi itu dari ibunya. Dia menunjukkan pada Mondy betapa menggemaskannya wajah Bia dengan bedak tebal di wajahnya. Sementara Sheina mengajak Gabriel untuk cuci tangan.
“Gemesin banget sih, ponakan onty.” Keyla mencium pipi Bia yang sudah seperti donat gula. Rasanya memang Sheina terlalu berlebihan saat memberikan bedak pada putrinya itu.
“Bentar lagi kita bikin yang gini ya,” sahut Mondy sembari menyenderkan dagunya di bahu Keyla.
__ADS_1
“Ih. Ngomong sama Bara sana,” balas Keyla sambil berbisik.
Mondy menghela napas berat. Bicara dengan Bara lebih menegangkan dibanding dengan berbicara langsung dengan papa Keyla.
Sheina sudah kembali dengan Gabriel. Mondy semakin tegang karena takut salah bicara dengan Bara.
Ah, sudahlah. Kalau pun dia nggak setuju, yang penting aku sudah bicara dan keluarga Keyla juga sudah setuju.
“Jadi, aku sama Keyla ke sini mau kasih tahu kalian secara langsung bahwa minggu depan kami akan menikah,” ucap Mondy.
Sheina tersenyum bahagia mendengar penuturan Mondy itu, sedangkan Bara jadi bingung karena Mondy yang sekarang tampak seperti rekan bisnis yang patut disegani tidak seperti Mondy yang biasanya membuat dia kesal.
“Bagus dong. Lebih cepat kalian menikah akan lebih baik, ‘kan? Daripada kalian kucing-kucingan terus sama paparazi itu,” balas Sheina.
“Ya, begitulah, Shein. Nanti setelah acara di gedung, aku juga mau adain syukuran kecil-kecilan ngundang warga kompleks buat kenalin Keyla ke warga yang lain.”
🥨🥨🥨Waduh. Ibu-ibu readers diundang juga nih kayaknya makan-makan di rumah Pak RT. Oiya gaess, buat kalian yang mau masuk ke GC Itta Haruka, pas mau masuk, kasih paswordnya nama tokoh novel aku favorite kalian tambahin lope2 atau love you, atau saranghae, terserah asal pakai nama tokoh ya.💐💐💐
__ADS_1