
Setelah melewati perjuangan panjang harus memanjat dinding dan melewati balkon dengan tali seprei, akhirnya Mondy bisa bertemu dengan calon istrinya. Laki-laki itu cengar-cengir sembari mengatur napasnya yang tersengal-sengal. Mondy nekat melakukan itu karena dia sudah tidak bisa menahan rindu lebih lama lagi.
Dua hari tidak bertemu dan dilarang melakukan panggilan video, entah kenapa laki-laki itu merasa gelisah luar biasa. Dia masih harus menunggu dua hari lagi untuk bisa bertemu dengan Keyla, yaitu pada saat hari pernikahan mereka.
Setelah berhasil mengatur napasnya, Mondy menarik kedua tangan Keyla dalam genggamannya. Namun, saat dia ingin memeluk calon istrinya itu, tiba-tiba Gabriel muncul dan berteriak.
“Om Mondy. Om Mondy kapan datang?” tanya Gabriel yang sudah heboh sendiri.
Suara teriakan Gabriel itu otomatis terdengar oleh anggota keluarga lain yang kebetulan sedang menginap di rumah Keyla. Mama Keyla masuk lebih dulu bersama Sheina yang menggendong Bia. Di belakangnya sudah ada Bara dan mertuanya yang juga masuk ke kamar Keyla.
“Loh. Nak Mondy kok bisa ke sini?” tanya mama Keyla.
Bara tahu ada sesuatu yang tidak beres dari tingkah Mondy. Laki-laki itu langsung mengecek balkon dan menemukan tali dari seprei yang membawa Mondy sampai ke kamar Keyla. Semua orang tercengang dengan apa yang Bara temukan itu.
__ADS_1
Beberapa kerabat juga datang ke kamar Keyla karena penasaran dengan apa yang terjadi. Jadilah Mondy merasa malu dengan kelakuannya itu.
“Wah, nggak nyangka ya Pak RT bisa bersikap seperti maling,” ucap Bara sembari tersenyum sinis.
Mondy memejamkan mata. Dia sangat malu sekali saat ini. Niatnya ingin bertemu Keyla sebelum hari pernikahan, tapi malah berujung dipergoki seluruh keluarga.
“Nak, Mondy. Kalian tidak boleh bertemu seperti ini. Ayo kita semua keluar, kecuali Keyla karena dia harus tetap di kamar sampai hari pernikahan,” ucap Papa Yudha dengan tegas.
Tanpa berani banyak bicara, Mondy keluar dari kamar Keyla diikuti oleh yang lainnya.
“Om, Tante, dan semuanya. Saya minta maaf karena telah menemui Keyla secara diam-diam. Sebenarnya saya kesepian dan merindukannya. Apalagi dia tidak pernah mau menjawab telfon saya,” ucap Mondy sembari menundukkan kepala. Dia benar-benar malu dan menyesal. Apalagi sedari tadi Bara sudah sangat mengejeknya.
“Kalian menikah tinggal dua hari lagi, apa susahnya menunggu dua hari?” sahut kakak Papa Yudha.
__ADS_1
“Justru itu, Om. Dua hari pernikahan kami itu sangat lama. Rindu itu menyiksa loh Om, makanya Dylan nggak jadi nikah sama Milea ‘kan karena Dylan keberatan menahan rindu,” balas Mondy.
Beberapa sepupu Keyla dan juga Sheina tertawa dengan ocehan Mondy itu, sementara para orang tua hanya bisa geleng-geleng kepala karena sikap calon anggota keluarga Atmaja itu.
“Begini saja, om akan telepon papa kamu biar dijemput. Takutnya nanti kamu malah pura-pura pulang dan balik ke sini lagi,” kata Papa Yudha. Laki-laki yang menjadi papa sambung Keyla itu akhirnya menelepon temannya yang sebentar lagi akan menjadi besannya.
Mondy tidak bisa berkutik lagi. Dia pasrah setelah ini pasti akan kena omel papa dan kakeknya.
“Om Mondy, tenang saja. Biel akan jagain Onty Key buat Om Mondy,” ucap Gabriel sembari menepuk pundak sahabatnya itu.
“Makasih ya Biel, memang kamu sohibnya Om Mondy banget,” balas Mondy.
“Makanya jadi orang jangan kebanyakan tingkah,” ucap Bara sembari mengangkat satu sudut bibirnya.
__ADS_1
🥨🥨🥨Om Mondy masih bersukur nggak aku bikin jatoh terus encok. Ggak bisa bayangin aku malam nganu kamu bagaimana kalau encok, jadi inget Bara pas di kamar mandi hihihi💐💐💐
Bagi votenya dong, kembang kopi juga biar bisa buru-buru anu ini wkkkk