
Keyla duduk tepat di sebelah Mondy yang sudah cengar-cengir kegirangan. Laki-laki yang akan melepas masa lajangnya itu tanpa malu-malu memperlihatkan kekagumannya pada sang calon istri. Dengan tampangnya yang tidak merasa berdosa, Mondy memuji kecantikan Keyla di depan semua orang.
“Cantik banget calon istriku. Rasanya ingin banget tiap hari jadi pengantin,” ucap Mondy yang sengaja memakai mikrofon agar didengar semua tamu yang datang. Tingkah konyolnya itu membuat para tamu tertawa karena terhibur.
“Sekali saja Mas, seumur hidup. Kalau tiap hari jadi manten, saya yang repot,” balas penghulu dengan nada bercanda pula.
Keyla yang tadinya sangat tegang, kini sudah bisa mengukir senyum di sudut bibirnya. Ocehan Mondy nyatanya membawa pengaruh positif bagi Keyla.
“Kalau begitu, jangan lama-lama yuk Pak Penghulu, biar kita cepat sah ini. Nggak kasihan apa sama bedak saya, sudah mau luntur ini kena keringat saking groginya,” ucap Mondy yang semakin menimbulkan gelak tawa.
“Halah, bilang saja sudah nggak sabar mau anu,” sahut Bara yang selalu sinis dengan Mondy.
Papa Faris lalu meminta penghulu untuk segera memulai acara ijab kabulnya. Lalu, prosesi ijab kabul pun dimulai. Mondy menjabat langsung tangan Papa Faris yang menjadi wali nikah Keyla. Dengan lantang laki-laki itu mengucapkan janji pernikahannya di hadapan Tuhan dan para tamu yang hadir.
“Saya terima nikah dan kawinnya Mikayla Putri Faris binti Faris Darmawan dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.” Mondy mengucapkan kalimat kabul itu dalam satu tarikan napas. Setelah dua saksi yaitu Bara dan Roki, akhirnya Mondy resmi menjadi suami Keyla.
Perasaan lega kini menghampiri hati Keyla. Wanita cantik yang dalam empat puluh hari terakhir berhasil dimenangkan hatinya oleh Mondy. Dia yang tadinya ingin kembali ke Italia, kini mengurungkan niatnya karena rasa cintanya pada Mondy yang mulai terpupuk.
__ADS_1
“Yes, yes, yes.” Mondy mengepalkan tangan dan mengangkatnya ke atas seolah dia ingin menunjukkan pada dunia bahwa dia sudah memenangkan sebuah pertandingan.
“Jangan lebai kenapa sih,” komentar Bara dengan sinis.
Mondy tidak peduli dengan ocehan laki-laki yang kini menjadi kakak iparnya itu. Dia kini fokus mengaminkan doa yang penghulu panjatkan untuknya dan Keyla.
Tiba saatnya Mondy memasangkan cincin di jari manis Keyla. Setelah itu, Keyla mencium punggung tangan Mondy dengan khidmat. Wanita itu mengecup mesra tangan yang menjadi pemimpin dalam rumah tangganya.
Tidak lama kemudian, Keyla merasakan hangatnya kecupan yang mendarat di keningnya. Lalu, setelah itu Mondy berbisik di telinganya. “Boleh cium bibir nggak?”
“Malu tahu,” jawab Keyla.
“Ya sudah nanti di kamar ya," balas Mondy sembari menggigit bibir bawahnya.
Mendengar itu, bulu kuduk Keyla mendadak bangun. Gadis itu merinding membayangkan malam panjang pertama mereka yang pasti akan membuatnya kaku karena baru pertama kalinya.
Kedua pengantin itu lalu menyalami para tamu yang memberikan ucapan selamat pada mereka. Tidak terkecuali Bara yang menghampiri keduanya bersama anak dan istrinya.
__ADS_1
“Selamat sudah jadi pasangan, semoga langgeng seperti kakak kalian ini,” ucap Bara yang kini menggendong Gabriel.
“Makasih Kakak Ipar,” balas Mondy.
“Selamat ya Key, semoga secepatnya dikasih momongan biar hidup kalian lebih lengkap lagi,” ucap Sheina sembari memeluk adik tirinya itu.
“Makasih Shein, sekarang aku sudah jadi Bu RT kamu loh,” balas Keyla.
Dua wanita itu sama-sama tertawa sampai akhirnya Bara mengatakan sesuatu.
“Sebagai latihannya, kalian boleh kok pinjam Bia dan Biel sesekali biar kalian bisa belajar repotnya jadi orang tua,” ucap Bara.
“Yaelah. Itu sih akal-akalan kamu saja, Bara Kokok biar bisa berduaan sama bini kamu.”
🥨🥨🥨Iya, akal-akalan biar anu sama mommy buaya nggak ada gangguan dua kancill. Ya ‘kan Bar💐💐💐
__ADS_1