Terjerat Skandal

Terjerat Skandal
TS | Bab 55


__ADS_3

Keyla sedang asyik sendiri di kamar mandi, sedangkan suaminya menunggu dengan gelisah sembari menatap ke arah pintu kamar mandi yang masih saja tertutup.


"Duh, perempuan kalau mandi lama banget ternyata," gumam Mondy sambil memeriksa email masuk di tabletnya.


Setelah tiga puluh menit lebih, model cantik itu akhirnya keluar dari kamar mandi sambil melilitkan handuk di kepalanya. Keyla melihat suaminya tengah tertidur di sofa panjang, tangannya masih menggenggam tablet yang kini tergeletak di dadanya.


Keyla berjalan mendekati suaminya, dia menyingkirkan benda elektronik itu dari tubuh Mondy dan meluruskan kaki suaminya yang tertekuk.


Wanita cantik itu lalu melangkah keluar kamar. Dia berkeliling rumah Mondy yang bersih, rapi, dan sangat nyaman. Keyla memang sudah beberapa kali ke rumah itu, tetapi belum sempat mengelilingi seluruh bagian rumah.


Belum puas berkeliling, tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang. Sontak saja Keyla yang merasa kaget langsung menyikut perut pelakunya.


“Aduh, sakit tau Sayang,” ucap Mondy yang merasa kesakitan karena perlakuan kasar istrinya.


“Eh, ya ampun Yang, aku nggak tau kalau itu kamu.” Keyla mengusap perut Mondy yang tadi dia sikut. Ia sangat merasa bersalah karena telah membuat suaminya itu kesakitan.

__ADS_1


Mondy sangat pandai memanfaatkan situasi. Dia semakin mengaduh kesakitan, sampai-sampai Keyla membawanya rebahan di sofa ruang tengah.


"Aduh, sakit banget sih ini. Kayaknya tembus ke ginjal deh," ucap Mondy. Dia membuka kaus yang dikenakannya hingga menampilkan otot perutnya yang terbentuk sempurna.


Keyla bersusah payah untuk menelan ludahnya. Wanita itu masih sangat mengagumi bentuk tubuh suaminya meskipun tadi malam dia sudah menikmatinya.


"Idih, kedip dong Sayang," goda Mondy. Dia membelai rambut istrinya yang sibuk menikmati pemandangan indah perutnya itu.


Seketika itu warna muka Keyla langsung berubah merah. Dia sangat malu karena ketahuan memperhatikan otot perut Mondy yang memang keren.


"Onty, Om Mondy. Whele ale you?" Suara Gabriel memekakkan telinga. Bocah yang belum genap lima tahun itu terus memanggil nama om dan tantenya sambil menggedor pintu rumah.


"Iya Biel, bentar," jawab Keyla lalu berjalan cepat menghampiri keponakannya.


"Ampun, anaknya Bara Kokok nongol terus. Emak Bapaknya nggak nyariin apa ya," gumam Mondy sembari menutup kembali perutnya. Dia mengekor di belakang istrinya yang kini sudah membuka pintu.

__ADS_1


Gabriel muncul dengan wajah polosnya. Dia membawa truk mainan miliknya. "Biel mau main di sini, boleh, 'kan?" tanya bocah itu.


Mondy sebenarnya mau bilang tidak boleh karena dia ingin berduaan saja dengan istrinya. Akan tetapi, Gabriel terlalu menggemaskan untuk ditolak. Akhirnya, Mondy pun menghela napas dan mengangguk.


Gabriel langsung berlari masuk ke rumah Mondy. Bocah itu duduk santai di sofa, sambil melirik koper berisi hadiah pemberian dari warga untuk Pak RT dan Bu RT mereka.


"Onty! Onty Key sama Om Mondy mau ke mana?" tanya Gabriel sambil menunjuk ke arah koper yang belum dibuka itu.


"Oh itu kado sih Sayang, belum Onty buka," jawab Keyla yang sempat lupa dengan hadiah itu.


Mondy mendekat dan menarik koper itu, penasaran juga apa isinya. "Buka yuk! Kali aja tiket honeymoon gitu," kata Mondy.


Keyla pun mengangguk, lalu Mondy pelan-pelan membuka ritsletingnya. Alangkah terkejutnya mereka saat melihat isi di dalam koper yang bermacam-macam itu.


"Tutup lagi, takut dilihat Biel!" ucap Keyla panik.

__ADS_1


__ADS_2