Terjerat Skandal

Terjerat Skandal
TS | Bab 56


__ADS_3

Mondy terburu-buru saat menutup koper berisi barang-barang nyeleneh yang sangat tidak ramah anak. Dia dan Keyla sama sekali tidak menduga bahwa hadiah yang mereka dapat dari warga itu berupa pakaian-pakaian seksi. Belum lagi pernak-pernik lain yang belum sempat mereka lihat satu per satu. 


Seketika itu, Mondy membawa koper dan juga kotak kado yang belum sempat dibuka itu ke kamar. Dia tidak mau kalau sampai Gabriel yang kebetulan sedang main di rumahnya itu penasaran dengan isi hadiah itu. Saat Mondy mengurus kopernya, Keyla menemani keponakannya itu bermain mobil-mobilan. 


Cukup lama Gabriel berkunjung ke rumah Mondy, sampai hampir magrib bocah itu belum juga dicari orang tuanya. Mondy yang sudah tidak sabar ingin berduaan dengan istrinya, lalu berinisiatif untuk mengantarkan bocah itu pulang. 


Meski awalnya menolak, pada akhirnya Gabriel tidak punya pilihan lain karena Keyla dan Mondy akan ke rumahnya dengan alasan ingin menengok Bia. Mereka bertiga bergandengan tangan keluar dari rumah Mondy. Saat keluar dari gerbang, mereka bertemu dengan Gery yang sedang mengantarkan Selvy pulang. 


“Om Gely,” sapa Gabriel yang melihat pamannya itu sedang senyum malu-malu saat mengantar wanita pujaannya. 


Laki-laki yang dipanggil itu menoleh dan melihat Gabriel, Keyla, dan Mondy yang sedang bergandengan tangan. “Gabriel!” serunya. 

__ADS_1


Ketiga orang itu lalu menghampiri Gery dan Selvy. Mondy yang paham situasi mulai menggoda Gery yang pernah menjadi rivalnya saat mendekati Keyla. 


“Kalian lagi kencan?” tanya Keyla. Dia sudah menduga sebenarnya, tapi demi memastikan kebenarannya, istri Mondy itu sengaja memancing jawaban mereka. 


“Iya,” jawab Gery dengan cepat yang kemudian mendapat pukulan di pundaknya dari Selvy. 


“Siapa yang kencan sih?” tanya Selvy yang tidak terima. Dia masih memiliki kekasih meski kekasihnya jauh, sehingga tidak mungkin pergi dengan Gery yang kebetulan bertemu di mal itu bisa disebut kencan. 


“Mereka mau ribut kayaknya, mending kita anterin Gabriel aja, Sayang.” Mondy mengajak istrinya untuk pergi. Lebih baik mereka tidak ikut campur urusan Gery dan Selvy karena sebenarnya Mondy sudah tidak sabar ingin cepat kembali ke rumah bersama Keyla. Maklum saja, namanya juga pengantin baru. 


Saat ini, mereka bertiga sudah berada di rumah Bara dan Sheina. Pasangan suami istri itu tengah berpelukan mesra dengan televisi yang menyala, sedangkan bayinya tidur tenang di kasur kecil sebelah mereka. 

__ADS_1


“Hem, bagus banget kelakuan Bara Kokok, mesra-mesraan di rumah, anaknya keluyuran nggak dicariin. Nggak takut apa kalau tiba-tiba anaknya ilang diculik genderuwo,” ucap Mondy dengan sinis. 


“Hus, nggak boleh ngomong gitu, nggak baik,” sahut Keyla yang tidak suka dengan ucapan suaminya itu. 


“Tau itu Kukis lebaran. Kalau ngomong nggak pakai mikir,” balas Bara tidak terima. 


Sheina merapikan rambutnya yang berantakan. Dia lalu merentangkan tangan pada putranya yang baru saja pulang. “Aku tadi sudah pastikan kalau Gabriel ke rumah kalian kok. Jadi, kalau ilang ya harusnya kalian tahu, lagian Keyla itu ontynya Gabriel loh,” sahut Sheina. 


“Ya, tapi ngerti keadaan jugalah Shein. Kita ‘kan pengantin baru, masa’ iya sih dititipin anak, emangnya kita penitipan apa?” Mondy memasang wajah ketusnya. 


“Om Mondy kok begitu, Biel nggak boleh main ke lumah Om Mondy lagi ya?” tanya Gabriel dengan wajah tertunduk. 

__ADS_1


“Eh, bukan begitu Biel.” Mondy jadi bingung karena salah bicara. Padahal maksud dia bukan seperti itu.


__ADS_2