
Usai bertemu di kantor Mondy, pasangan pengantin baru itu memutuskan untuk pulang bersama. Mondy menyetir mobil Keyla dan meninggalkan mobilnya di kantor. Di sampingnya, Keyla sedang menerima telepon dari Selvy yang meminta Keyla untuk datang ke rumah gadis itu.
“Sayang, aku nanti ke rumah Selvy bentar ya, kasihan kayaknya dia lagi galau,” kata Keyla yang meminta izin Mondy. Walau pun rumah mereka bersebelahan, tetap saja Keyla harus mendapat izin dari Mondy sebagai suaminya.
“Kenapa emangnya dia?” tanya Mondy sembari fokus menyetir.
“Nggak tahu, Sayang. Makanya aku nanti mau ke sana biar tahu dia kenapa,” jawab Keyla. “Boleh ‘kan?”
Mondy menatap Keyla lalu mengusap kepala istrinya dengan gemas. “Iya. Tapi, jangan lama-lama ya. Takutnya nanti kangen,” ucapnya dengan mengedipkan mata genit.
Tidak berapa lama, mobil milik Keyla itu akhirnya berhenti di rumah Mondy. Setelah itu mereka masuk untuk mandi, dan Keyla pun berpamitan untuk ke rumah Selvy. Karena Mondy merasa bosan sendirian, dia pun mengunjungi rumah kakak iparnya untuk menemui Gabriel.
Memasuki rumah Bara yang selalu dibukakan pintu lebar-lebar oleh Bi Surti, Mondy pun mencari keberadaan Gabriel. Bocah menggemaskan yang masih belum bisa menyebut huruf R itu ternyata sedang belajar melukis bersama Sheina yang juga sedang menjaga Bianca.
“Wih, sobatnya Om Mondy lagi belajar lukis ya?” tanya Mondy. Dia menghampiri bocah itu dan melihat hasil lukisan Gabriel yang berantakan seperti anak kecil pada umumnya.
__ADS_1
“Iya, dong. Ini bagus nggak, Om?” tanya Gabriel.
“Bagus banget. Best friendnya om memang pinter banget.” Mondy mengusap kepala Gabriel dengan sayang.
“Keyla mana, kok kamu sendiri?” tanya Sheina. Semenjak menikah memang mereka selalu datang berdua dan baru kali ini Mondy datang sendirian tanpa Keyla.
“Iya, kok Biel nggak liat Onty Key, emangnya Onty ke mana, Om?”
“Onty lagi ke rumah Onty Selvy, mungkin mereka sekarang lagi bergosip,” jawab Mondy.
“Bisa saja kamu, Mon. Titip Gabriel bentar ya, aku mau mandikan Bia dulu, Bara sudah di jalan kok,” kata Sheina lalu menggendong anak perempuannya yang masih berusia dua bulanan.
“Oke. Serahkan padaku.”
Setelah Sheina meninggalkan mereka, Gabriel dan Mondy mulai asyik melukis. Mereka sibuk tertawa dan saling bercanda sampai-sampai mereka tidak sadar bahwa Bara telah sampai di rumah.
__ADS_1
"Wah, asyik banget kayaknya, sampai daddy pulang aja Kakak Biel nggak tau loh," kata Bara yang kini ikut bergabung dengan Gabriel dan Mondy.
"Maaf, Dad. Habisnya Om Mondy lucu banget, masa' kucingnya olang dilukis sama Om Mondy, sampai Om Mondy dimalahin telus kabul," balas Gabriel yang mencoba mengulang cerita Mondy pada Bara.
"Masa' sih, Om Mondy itu pernah dikejar anjing galak loh, sampai ketakutan terus daddy tolongin," kata Bara sembari melirik Mondy.
"Tolongin apanya, orang kamu ikutan lari. Sampai kita seharian nangkring di pohon, tapi kamu nggak bisa turun," ejek Mondy sambil menggoyangkan jari telunjuknya di depan Bara.
"Heh, semua gara-gara kamu 'kan Kukis lebaran. Gara-gara kamu patahin dahannya pas turun duluan, jadinya aku nggak bisa turun," balas Bara tidak terima.
"Alah bilang aja kamu nggak bisa manjat. Untung pas Sheina ngidam itu ada aku, apa jadinya ya kalau kamu yang manjat," ejek Mondy lagi.
"Kukis, aku udah balas jasa kamu itu lewat kerudung mahal Sheina yang kamu buang ke laut loh."
Dua lelaki yang mengaku dewasa itu kembali berdebat. Entah siapa yang bisa mengakhiri perseteruan mereka yang sama sekali tidak penting.
__ADS_1